Retoria.id – Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti aksi kontroversial yang dilakukan pegiat media sosial sekaligus Aktivis pro-Israel, Permadi Arya alias Abu Janda.
Pasalnya, Abu Janda dinilai melakukan hal yang tidak pantas saat menjadi salah satu narasumber dalam siaran live sebuah program diskusi di salah stasiun tv swasta.
Terlebih, saat berdebat dengan Pakar Hukum Tata Negara, Feri Amsari, Abu Janda tampak terpancing emosi dan mengeluarkan kata-kata kotor.
Peristiwa ini lantas menjadi viral setelah potongan video perdebatan Abu Janda vs Feri Amsari itu beredar luas di medsos.
Perdebatan itu terjadi dalam siaran program televisi ‘Rakyat Bersuara’, pada Selasa, 10 Maret 2026 malam.
Lantas, bagaimana perdebatan itu bermula hingga akhirnya Abu Janda tersulut emosi saat siaran live tersebut? Begini ceritanya.
Perdebatan bermula saat Feri Amsari menjelaskan tentang alasan Indonesia terus mendukung Palestina dan gejolak politik pada masa kemerdekaan 1945.
Dalam kesempatan itu, Feri menyebut Indonesia memiliki ikatan diplomatik yang kuat dengan Palestina, meski saat itu PBB belum mengakui keberadaan Palestina.
“Kalau bilang utang sejarah, sebenarnya kita punya utang budi yang besar terhadap bangsa Palestina, itu sebabnya seluruh Presiden kita mendukung Palestina,” kata Feri Amsari.
Setelah mendengarkan penjelasan itu, Abu Janda justru meradang.
Aktivis pro-Israel itu lantas memotong pernyataan Feri dengan nada tinggi. Permadi menyebut narasi tersebut sebagai hoaks.
Dalam kesempatan yang sama, Abu Janda mengklaim pada tahun 1945 belum ada negara Palestina.
“Tidak ada, tak ada hutang sama Palestina, utang apa, Anda jangan ngaco,” paparnya.
“Saya kasih tahu, ada hoaks yang bilang Palestina negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia, itu hoaks,” sambung Abu Janda.
Pegiat medsos itu lantas menyebut, pada tahun 1945, bangsa Palestina belum ada dalam catatan sejarah.
“(Hal itu) karena 1945 belum ada negara Palestina, belum ada bangsa Palestina,” tegas Abu Janda.
Menanggapi klaim yang disampaikan Abu Janda, Feri Amsari menilai aktivis pro-Israel itu terlalu bersemangat namun keliru dalam memahami sejarah.
“Semangat betul dengan salahnya,” sebut Feri Amsari.
Pakar Hukum Tata Negara itu lantas menyebut adanya bangsawan Palestina yang tercatat dalam sejarah, membantu upaya kampanye kemerdekan RI.
“Yang memberikan sumbangan kepada Agus Salim adalah bangsawan Palestina untuk bergerak di Timur Tengah dalam upaya kampanye kemerdekaan, itu bukan hoaks,” tukas Feri Amsari.
Perdebatan kemudian semakin memanas ketika Abu Janda kembali memotong pembicaraan dengan nada yang dianggap kasar.
“Saya ingatkan, ini ruang publik, dengan mengungkapkan kekasaran, bang Aiman (host), omongan seperti itu wajib hukumnya bagi Anda mengusir dia,” kata Feri Amsari.
Menanggapi hal tersebut, Abu Janda justru menyatakan dirinya siap meninggalkan forum.
“Tak usah Anda ngusir, dengan senang hati, saya pergi,” celetuk Abu Janda.
Alih-alih mendapat simpati, Abu Janda justru diusir presenter Aiman Witjaksono karena sesekali menggunakan kata-kata kotor di hadapan publik.
“Tidak boleh, tidak boleh, kalau Anda tidak bisa tertib, keluar!” terak Aiman dengan lantang. (*)