Profil dan Harta Kekayaan Anak Soekarno, Begini Kondisinya Sekarang

Banyak orang yang masih penasaran dengan profil dan harta kekayaan anak Soekarno. Mengingat beliau adalah presiden pertama Indonesia, sebagian orang mungkin membayangkan bahwa anak-anaknya hidup dalam kemewahan bak royal family.

Kenyataannya, kondisi mereka cukup kontras, sesuai dengan jalan hidup yang masing-masing mereka pilih. Di satu sisi, kita melihat Megawati Soekarnoputri yang sukses membangun dinasti politik dengan aset ratusan miliar rupiah.

Tapi di sisi lain, ada kisah sunyi Guruh Soekarnoputra, sang maestro seni yang sempat didera prahara sengketa rumah. Sementara dari belahan bumi lain, Kartika Sari Dewi justru memilih jalan pengabdian lewat yayasan kemanusiaan. Mari kita menengok kondisi riil kehidupan anak bung karno di era modern tahun 2026.

Anak Soekarno Ada Berapa?

Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, diketahui punya 11 anak kandung, yang lahir dari rahim 5 ibu. Dari pernikahan dengan Fatmawati, mereka dikaruniai 5 orang anak. Dengan Hartini, mereka punya 2 orang anak. Pernikahan dengan Yurike Sanger juga 2 anak. Sementara dari Ratna Sari Dewi dan Haryati masing-masing melahirkan 1 anak.

Berikut nama-nama keturunan Bung Karno:

Ibu Kandung (Istri)

Nama Anak-Anak Soekarno

Fatmawati

1. Guntur Soekarnoputra
2. Megawati Soekarnoputri
3. Rachmawati Soekarnoputri
4. Sukmawati Soekarnoputri
5. Guruh Soekarnoputra

Hartini

6. Taufan Soekarnoputra
7. Bayu Soekarnoputra

Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto)

8. Kartika Sari Dewi Soekarno

Haryati

9. Ayu Virginia

Yurike Sanger

10. Totok Suryawan Soekarnoputra
11. Kartika Ayu Sulastri

Oh ya, Soekarno juga sempat menikah dengan Siti Oetari, Inggit Garnasih, Heldy Djafar, dan Ibu Popon. Namun, dari pernikahan-pernikahan tersebut beliau tidak dikaruniai anak kandung.

Tapi, bersama Ibu Inggit, beliau mengangkat dua orang anak angkat, yaitu Ratna Djuami dan Kartika Eteh. Jadi, total anak Soekarno adalah 13 orang, yaitu 11 anak kandung dan dua anak angkat.

Garis keturunannya kemudian memilih jalan takdir yang berbeda-beda. Ada yang memilih masuk ke panggung politik praktis, ada yang jadi pengusaha swasta, profesional, dan seniman yang jarang tersorot kamera.

Mengintip Harta Kekayaan Anak-Anak Soekarno

Ketika kita berbicara tentang profil dan harta kekayaan anak Soekarno, garis keturunan dari Fatmawati bisa bilang yang paling sering menyita perhatian publik. Di sinilah dinamika kontras itu terlihat sangat nyata. Dibesarkan di bawah atap sejarah yang sama, tapi mereka tumbuh dan meretas jalan hidup yang sepenuhnya berbeda. Hal ini juga melahirkan realitas finansial yang tak sama.

1. Megawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri memilih panggung politik praktis sebagai jalan hidupnya. Anak kedua Bung Karno ini mulai terjun ke dunia politik pada tahun 1986, di usia 39 tahun. Sekarang pun, di usianya yang sudah lebih 79 tahun, Megawati masih menjadi nakhoda utama di balik kemudi PDI Perjuangan.

Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk periode 2025-2030. Di posisi ini, ia tetap menjadi salah satu kingmaker dalam lanskap politik nasional.

Mengenai kekayaannya, berdasarkan data resmi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diserahkan kepada KPK pada tahun 2023, taksiran kekayaan resmi Megawati adalah Rp198.984.526.450.

Pundi-pundi ratusan miliar ini sebagian besar bersumber dari kepemilikan aset properti berupa puluhan tanah dan bangunan strategis yang tersebar di Jakarta, Bogor, hingga Badung.

Selain itu, pundi finansialnya juga ditopang oleh koleksi kendaraan bernilai tinggi, surat berharga, dan kas. Megawati juga punya bisnis Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ibu kota.

2. Guruh Soekarnoputra dan Guntur Soekarnoputra

Sangat kontras dengan saudarinya, Guntur dan Guruh Soekarnoputra memilih mendedikasikan hidup mereka di jalur industri kreatif, seni, dan budaya.

Guntur Soekarnoputra, sang anak sulung, menjalani profesi sebagai seorang penulis, budayawan, dan fotografer. Sepanjang hidupnya, ia lebih banyak berkecimpung di dunia jurnalistik, menulis berbagai artikel sejarah, dan melestarikan ajaran Bung Karno.

Karena itu, aset yang dimilikinya lebih banyak bernilai historis, bukan kekayaan materi. Contohnya, ia punya koleksi ribuan foto sejarah dan kehidupan Bung Karno yang dikumpulkannya sejak kecil.

Guntur juga memiliki aset intelektual yang tak ternilai, termasuk hak cipta atas sejumlah buku sejarah dan politik karyanya. Salah satunya yang berjudul Sangsaka Melilit Perut Megawati.

Sementara sang adik, Guruh Soekarnoputra, memilih jalan hidup di bidang seni. Ia tumbuh menjadi maestro seni pertunjukan legendaris Indonesia melalui kelompok seni Swara Maharddhika dan GSP Production.

Meski begitu, Guruh tak sepenuhnya abai pada politik. Sejak tahun 1999, ia mendedikasikan diri sebagai anggota DPR RI dari fraksi PDI. Ia menjabat selama lima periode berturut-turut, sebelum akhirnya purnatugas pada tahun 2024.

Menariknya, rekam jejak finansial Guruh terbilang unik untuk ukuran pejabat publik yang telah berdinas hampir tiga dekade. Berdasarkan data LHKPN terakhirnya, total kekayaan resmi Guruh tercatat berada di kisaran Rp 21 miliar, angka yang terhitung bersahaja bagi seorang politisi senior.

Namun bagi Guruh, harta sejatinya melampaui angka rupiah di atas kertas. Kekayaannya yang paling berharga mewujud dalam bentuk aset warisan karya, mulai dari hak cipta lagu hingga konsep koreografi masterpiece-nya.

Di luar itu, ia juga mendiami rumah warisan sarat memorabilia sejarah di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan. Sayangnya, rumah penuh kenangan bersama Ibu Fatmawati tersebut sempat diterpa prahara sengketa hukum yang cukup pelik beberapa waktu lalu, berawal dari kasus pinjaman uang di tahun 2011.

Kabar Terbaru Anak Soekarno yang Jarang Diketahui Publik

Jika trah Fatmawati begitu lekat dengan sorot kamera, maka anak-anak Soekarno dari Hartini justru memilih jalan sunyi yang jauh dari radar publik. Mereka tenang, berdikari, dan beberapa di antaranya mengukir cerita di kancah internasional.

Bayu Soekarnoputra dan Jejaknya yang Jauh dari Politik

Bagi sebagian besar orang, nama Bayu Soekarnoputra mungkin terdengar asing. Dia adalah putra bungsu Bung Karno dari pernikahannya dengan Ibu Hartini.

Berita tentang hampir tidak pernah terdengar. Wajar saja jika banyak yang penasaran mengenai kondisi Bayu Soekarnoputra sekarang. Bahkan sering muncul pertanyaan apakah Bayu Soekarnoputra masih hidup?

Bayu Soekarnoputra saat ini sehat walafiat dan menjalani kehidupannya sebagai seorang wiraswasta. Alih-alih memanfaatkan nama besar sang ayah untuk meraih kursi jabatan, Bayu lebih nyaman bergerak di sektor swasta, mengelola berbagai aktivitas bisnis.

Tapi, karena ia berhasil untuk menjauh dari radar media, tidak banyak informasi yang bisa dihimpun tentangnya. Termasuk apa saja bisnisnya, dan berapa jumlah kekayaannya.

Taufan Soekarnoputra: Mengenang Sang Kakak

Untuk melengkapi silsilah dari garis Ibu Hartini, kita tidak bisa melewatkan sosok Taufan Soekarnoputra, kakak kandung dari Bayu. Berbeda dengan adik-adiknya yang mengalami masa dewasa di era modern saat ini, takdir Taufan berjalan lebih singkat.

Taufan, yang dikenal memiliki paras sangat mirip dengan Bung Karno muda dan sempat meraih gelar Master of Arts di Amerika, telah berpulang ke pangkuan Yang Maha Kuasa pada tahun 1986 akibat kanker usus besar dan sakit liver.

Kartika Sari Dewi: Sang Filantrofis yang Tinggal di London

Bergerak ke belahan bumi lain, ada sosok putri Bung Karno yang anggun dan berjiwa filantropis, yaitu Kartika Sari Dewi Soekarno.

Tumbuh besar di Paris dan menempuh pendidikan di Swiss, Kartika menjalani kehidupan yang sangat mapan di luar negeri. Dia pernah berkarier sebagai jurnalis televisi di Tokyo, bekerja di biro periklanan di New York, dan di yayasan swasta.

Sumber kekayaan dan aktualisasi diri Kartika tidak lahir dari bisnis komersial biasa, melainkan dari aktivitas kemanusiaan yang terstruktur.

Pada tahun 1998, ia mendirikan Kartika Soekarno Foundation, yayasan nirlaba internasional yang berfokus pada peningkatan kesehatan, pendidikan, serta kesejahteraan ibu dan anak.

Melalui yayasan ini, ia menyalurkan dana bantuan internasional untuk mendanai program pendidikan dasar, kesehatan, dan revitalisasi posyandu bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia.

Berdasarkan halam LinkedIn-nya, Kartika saat ini tinggal di London, Inggris.

Rukmini Soekarno: Jejak Karier di Dunia Internasional

Jika Anda jeli melihat nama-nama anak Soekarno sebelumnya, pasti tidak menemukan nama Rukmini Soekarno. Nah, dia ini lahir dari rahim perempuan Bengkulu keturunan Jerman, bernama Nina.

Menurut pengakuan Rukmini, Nina dan Soekarno menikah secara sah sebelum proklamasi kemerdekaan dan sebelum Soekarno menikahi Fatmawati. Namun, pernikahan ini tidak ada dalam catatan sejarah. Jadi wajar jika namanya tidak dalam daftar silsilah resmi Soekarno.

Rukmini Soekarno tumbuh dan memantapkan kariernya di luar negeri sebagai seorang penyanyi opera internasional. Dia fasih berbahasa 8 bahasa, dan telah menyanyikan lagu-lagu dari berbagai negara di seluruh dunia.

Di luar panggung opera, dia juga punya bisnis. Dia pernah memiliki perusahaan impor-ekspor baja, Frankenburg Import-Export Ltd, yang terdaftar di Meksiko.

Rukmini menikah dengan seorang aktor asal Amerika Serikat bernama Frank Latimore Kline, dan menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di Roma, Italia. Mereka punya satu orang anak.

Di tahun 2009, Rukmini kembali ke pangkuan Ilahi pada usia 66 tahun, menyusul sang suami yang lebih dulu berpulang.

Sumber Kemapanan Finansial Trah Soekarno

Membicarakan pundi-pundi keuangan Soekarno seringkali membawa kita pada berbagai mitos urban atau teori konspirasi yang beredar di tengah masyarakat. Mulai dari isu harta karun tersembunyi di bank Swiss hingga dana revolusi yang fantastis.

Tapi, jika kita melihatnya dari kacamata yang objektif dan rasional, sumber kemapanan finansial trah Soekarno sebenarnya berasal dari jalur yang sangat logis dan legal.

Stabilitas ekonomi anak-anak Bung Karno terbentuk berkat kerja keras dan pilihan karier mereka masing-masing di berbagai sektor. Ada yang kaya lewat jalur politik, bisnis, royalti karya seni dan sejarah, serta karier internasional dan dunia filantropis.

Dan dengan melihat profil dan harta kekayaan anak Soekarno, kita bisa belajar bahwa meskipun mereka lahir dari presiden pertama RI, anak-anak ini harus berjuang sendiri di jalan yang mereka pilih, sama seperti manusia pada umumnya.

Dari daftar di atas, profil anak bung karno mana yang paling menarik perhatian Anda? Mari diskusikan di kolom komentar!

Rekomendasi