Penyebab Setir Mobil Bergetar saat Kecepatan Tinggi dan Cara Memperbaikinya

Retoria.id – Pernahkah kamu merasakan setir mobil tiba-tiba bergetar saat berkendara dengan kecepatan tinggi? Dalam hati kamu bertanya-tanya tentang penyebabnya, akan tetapi kamu tetap melaju karena menganggap itu hal yang biasa. Padahal, penyebab setir mobil bergetar saat kecepatan tinggi bisa saja berasal dari komponen penting yang mempengaruhi kestabilan kendaraan.

Jika kondisi ini dibiarkan dan tetap memaksakan melajukan mobil, kamu bisa saja menghadapi risiko kerusakan yang lebih besar. Oleh karena itu, dengan memahami alasan dan penyebab munculnya getaran tersebut, kamu bisa memberikan penanganan yang tepat.

Mengapa Kemudi Bergetar di Kecepatan Tinggi?

Getaran pada setir mobil umumnya berkaitan dengan putaran roda yang tidak lagi berjalan secara sempurna. Saat kendaraan melaju lebih cepat, roda berputar dengan kecepatan yang semakin tinggi. Jika terdapat ketidakseimbangan kecil pada roda, ban, atau komponen pendukungnya, getaran akan menjadi lebih terasa.

Inilah alasan mengapa banyak pengemudi baru merasakan gejala tersebut pada kecepatan tertentu, misalnya di atas 60 km/jam atau 80 km/jam. Ini karena pada kecepatan rendah, gangguan tersebut mungkin belum cukup besar untuk dirasakan.

Sistem kemudi, roda, dan suspensi sebenarnya saling bekerja bersama untuk menjaga kendaraan tetap stabil. Jadi ketika salah satu komponen mengalami masalah, getaran dapat merambat hingga ke setir.

Beberapa tanda awal yang patut kamu perhatikan, antara lain setir yang terasa berdenyut saat melaju cepat, mobil sedikit bergoyang pada jalan yang relatif rata, atau muncul suara tidak biasa dari area roda dan kaki-kaki.

Penyebab Setir Mobil Bergetar saat Kecepatan Tinggi: Dari Roda hingga Komponen Suspensi

Salah satu penyebab paling umum adalah ban mobilmu sudah aus, tapi kondisinya tidak merata. Biasanya, hal seperti ini bisa terjadi akibat tekanan angin yang sering tidak sesuai, kebiasaan berkendara, atau pengaturan sudut roda yang kurang tepat.

Selain ban, velg yang bengkok akibat pernah menghantam lubang atau trotoar juga dapat menimbulkan getaran. Meski kerusakannya terlihat kecil dan sepele, efeknya bisa semakin terasa ketika kendaraan melaju kencang.

Penyebab berikutnya adalah kebutuhan spooring balancing roda mobil. Melansir dari situs resmi Daihatsu, balancing berfungsi menyeimbangkan distribusi berat roda agar putarannya mulus dan stabil. Sementara spooring bertujuan memastikan posisi roda sejajar dengan sumbu kendaraan, sesuai spesifikasi pabrikan. Jika salah satunya tidak optimal, setir dapat bergetar terutama saat kamu menambah kecepatan.

Bearing roda yang mulai aus juga dapat menjadi sumber masalah. Komponen ini berfungsi membantu roda berputar dengan halus. Ketika kondisinya menurun, putaran roda menjadi kurang stabil dan dapat memicu getaran.

Tak kalah penting, periksa kondisi tie rod dan ball joint. Keduanya merupakan bagian dari sistem kemudi yang membantu menghubungkan gerakan setir dengan roda. Jika keduanya mengalami keausan, respons kemudi bisa berkurang dan getaran lebih mudah muncul.

Pada beberapa kasus, masalah juga bisa berasal dari kondisi kaki kaki mobil oblak. Istilah ini mengacu pada adanya kelonggaran pada komponen kaki-kaki sehingga roda tidak lagi berada pada posisi yang benar saat kendaraan bergerak. Selain itu, kerusakan pada shock absorber atau komponen suspensi lainnya juga dapat memengaruhi kestabilan kendaraan dan menimbulkan gejala serupa.

Karena gejalanya hampir sama, kamu perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menemukan sumber masalah yang sebenarnya.

Dampak Membiarkan Setir Bergetar Terlalu Lama

Getaran yang terus-menerus muncul saat kamu memacu mobil dalam kecepatan tinggi, tentu akan mengurangi kenyamanan berkendara. Perjalanan jauh menjadi lebih melelahkan karena kamu harus terus menahan getaran pada kemudi.

Di sisi lain, ban dapat mengalami keausan yang semakin cepat dan tidak merata. Akibatnya, usia pakai ban menjadi lebih pendek dibandingkan kondisi normal.

Komponen kaki-kaki yang sudah bermasalah juga berpotensi membebani bagian lain. Jika dibiarkan, kerusakan dapat merambat ke komponen pendukung yang sebelumnya masih dalam kondisi baik.

Stabilitas kendaraan pun dapat menurun, terutama saat melaju di jalan tol atau ketika harus melakukan manuver mendadak. Meski tidak selalu menimbulkan kondisi berbahaya secara langsung, gejala ini tetap sebaiknya tidak kamu abaikan.

Langkah Solutif untuk Pemilik Kendaraan

Langkah paling sederhana adalah memeriksa tekanan ban secara rutin. Ini karena tekanan ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat memengaruhi kenyamanan sekaligus mempercepat keausan ban.

Selanjutnya, lakukan spooring dan balancing secara berkala sesuai kebutuhan kendaraan. Pemeriksaan ini umumnya dianjurkan setelah mobil menempuh jarak tertentu atau ketika mulai muncul gejala getaran.

Sebagai pemilik kendaraan, kamu sebaiknya memeriksa kondisi kaki-kaki secara berkala, terutama jika mobil sering melewati jalan rusak atau berlubang. Apabila ditemukan komponen yang aus, seperti bearing, tie rod, atau ball joint, sebaiknya segera melakukan penggantian agar kerusakan tidak berkembang ke bagian lain.

Yang tak kalah penting adalah menjalankan servis berkala. Pemeriksaan rutin membantu teknisi mendeteksi gejala kerusakan sejak dini sebelum menimbulkan biaya perbaikan yang lebih besar.

Penyebab setir mobil bergetar saat kecepatan tinggi tidak selalu berasal dari satu komponen tertentu. Masalah bisa muncul akibat ban yang aus, velg yang rusak, kebutuhan spooring dan balancing, bearing roda yang mulai aus, hingga gangguan pada sistem suspensi dan kaki-kaki.

Karena sumber masalahnya cukup beragam, pemeriksaan menyeluruh menjadi langkah terbaik untuk menemukan penyebab yang sebenarnya. Jika kamu mulai merasakan gejala getaran pada kemudi saat melaju cepat, jangan menunggu hingga kondisinya semakin parah, ya! Segera lakukan pemeriksaan agar kendaraan tetap nyaman, stabil, dan aman digunakan setiap hari.

Sumber: Daihatsu

Siti Zulaikha merupakan reporter Retoria.id sejak 2019 yang kini berdomisili di Yogyakarta. Mulai menekuni dunia kepenulisan terkait otomotif sejak 2009, ia pernah masuk ke beberapa portal berita otomotif terpopuler di Indonesia. Sebagai reporter Retoria.id, Siti Zulaikha berfokus membuat tulisan otomotif, termasuk mengulik isu-isu yang sedang viral dari berbagai sisi dengan gaya tulisan ringan dan informatif.

Rekomendasi