• Advertise
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Tentang Kami
Retoria.id
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Retoria.id
No Result
View All Result

Cara Merawat Baterai Mobil Listrik Agar Awet dan Terhindar dari Degradasi

Siti Zulaikha by Siti Zulaikha
9 Juni 2026
in Otomotif
0
Cara Merawat Baterai Mobil Listrik Agar Awet dan Terhindar dari Degradasi

Retoria.id – Baterai merupakan komponen paling penting sekaligus paling mahal pada mobil listrik. Tidak heran jika banyak calon maupun pemilik kendaraan listrik khawatir soal umur pakai baterai dan biaya penggantiannya di masa depan. Namun, kekhawatiran bahwa baterai mobil listrik akan cepat rusak dalam beberapa tahun ke depan, sebenarnya tidak sepenuhnya tepat.

Dengan memahami cara merawat baterai mobil listrik agar awet, kamu dapat memperlambat penurunan kapasitas baterai dan menjaga performanya tetap optimal dalam jangka panjang. Temukan informasi lengkapnya dengan membaca artikel ini!

Memahami Degradasi dan Battery Health Mobil Listrik

Degradasi baterai adalah penurunan kemampuan baterai dalam menyimpan energi seiring waktu dan penggunaan. Sama seperti baterai pada ponsel atau laptop, baterai mobil listrik juga akan mengalami penurunan kapasitas secara alami.

Kondisi kesehatan baterai ini sendiri sering disebut sebagai battery health mobil listrik. Sementara itu, angka battery health menunjukkan seberapa besar kapasitas baterai yang masih tersisa dibandingkan kondisi saat masih baru.

Sebagai contoh, jika sebuah baterai memiliki battery health 90%, berarti kapasitas penyimpanan energinya masih sekitar 90% dari kapasitas awal. Lalu, kenapa kapasitas penyimpanannya bisa turun? Hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti usia baterai, jumlah siklus pengisian daya, suhu lingkungan, serta pola penggunaan sehari-hari.

Kabar baiknya, teknologi baterai kendaraan listrik modern terus berkembang. Data dari berbagai studi yang dirangkum oleh International Energy Agency (IEA) dan penelitian industri menunjukkan bahwa banyak baterai mobil listrik hanya mengalami degradasi sekitar 1–3% per tahun dalam kondisi penggunaan normal.

Artinya, degradasi merupakan proses yang wajar terjadi pada peralatan yang menggunakan baterai sebagai sumber tenaga. Kondisi ini tidak otomatis berarti baterai harus segera diganti karena dalam banyak kasus, baterai masih dapat digunakan dengan baik bahkan setelah bertahun-tahun pemakaian.

Aturan Emas: Batas Persentase Charging EV yang Ideal

Salah satu faktor yang paling sering dibahas dalam perawatan kendaraan listrik adalah pola pengisian daya. Banyak orang mengira mengisi baterai hingga 100% setiap hari merupakan pilihan terbaik.

Padahal, sebagian besar produsen kendaraan listrik justru menyarankan pola pengisian yang lebih moderat untuk penggunaan harian. Inilah alasan mengapa memahami batas persentase charging EV merupakan hal yang penting.

Secara umum, rentang pengisian antara 20% hingga 80% dianggap lebih ramah terhadap baterai lithium-ion. Rentang ini membantu mengurangi tekanan kimia di dalam sel baterai sehingga proses degradasi dapat berlangsung lebih lambat.

Meski demikian, bukan berarti baterai tidak boleh diisi hingga penuh. Pengisian sampai 100% tetap dapat dilakukan, terutama saat akan melakukan perjalanan jauh dan membutuhkan jarak tempuh maksimal.

Perbedaan kedua cara pengisian ini terletak pada frekuensinya. Untuk kebutuhan sehari-hari, lebih baik mempertahankan level baterai di rentang yang direkomendasikan dibanding selalu mengejar angka 100%. Sebagian produsen bahkan menyediakan fitur pengaturan batas pengisian otomatis untuk memudahkan pengguna dalam menerapkan kebiasaan pengisian ini.

Kebiasaan Pengisian Daya yang Harus Dihindari

Selain memperhatikan persentase pengisian, berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari atau tidak terlalu sering dilakukan:

  • Terlalu sering menggunakan fast charging tanpa kebutuhan khusus karena pengisian berdaya tinggi menghasilkan panas yang lebih besar dibandingkan pengisian normal.
  • Membiarkan baterai berada pada kondisi sangat rendah dalam waktu lama karena tidak memberikan keuntungan khusus pada baterai lithium-ion modern.
  • Membiarkan kendaraan terus terhubung ke charger dalam jangka waktu sangat lama setelah baterai penuh.

Kebiasaan-kebiasaan di atas memang tidak langsung merusak baterai. Namun jika dilakukan terus-menerus selama bertahun-tahun, dampaknya dapat mempercepat proses degradasi.

Tips Tambahan: Jaga Suhu Baterai Saat Parkir

Selain pola charging, suhu juga memiliki pengaruh besar terhadap umur baterai. Melansir dari Holo Battery, baterai lithium-ion dapat bekerja secara optimal pada rentang suhu tertentu. Apabila terpapar panas ekstrem dalam waktu lama, ini dapat mempercepat reaksi kimia yang berkontribusi terhadap degradasi baterai.

Karena itu, jika memungkinkan, parkirlah kendaraan di area yang teduh atau tertutup, terutama saat cuaca sedang sangat panas.

Mobil listrik modern sebenarnya sudah dilengkapi sistem manajemen termal yang berfungsi menjaga suhu baterai tetap stabil. Teknologi ini membantu mengurangi risiko kerusakan akibat perubahan suhu yang berlebihan.

Meski demikian, langkah sederhana seperti menggunakan carport, parkir di basement, atau memilih area yang tidak terkena sinar matahari langsung tetap dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan baterai.

Selain itu, jika kendaraan tidak digunakan dalam waktu lama, usahakan baterai berada pada level menengah dan simpan kendaraan di lokasi dengan suhu yang relatif stabil.

Degradasi baterai merupakan bagian normal dari siklus hidup kendaraan listrik. Seiring waktu, kapasitas baterai memang akan berkurang, tetapi proses tersebut umumnya berlangsung secara bertahap dan tidak secepat yang sering dikhawatirkan.

Dengan memahami cara merawat baterai mobil listrik agar awet, mulai dari menerapkan batas persentase charging EV yang tepat hingga menjaga suhu baterai saat parkir, kamu bisa mempertahankan battery health mobil listrik dalam kondisi optimal.

Tags: Cara Merawat Baterai Mobil Listrik Agar Awet
Previous Post

7 Cara Memperbaiki Kaca Mobil Macet Tidak Bisa Naik dan Penyebabnya

Next Post

Tradisi Pemakaman Unik Suku Toraja Sulawesi Selatan dengan Biaya Fantastis

Next Post
Tradisi Pemakaman Unik Suku Toraja Sulawesi Selatan dengan Biaya Fantastis

Tradisi Pemakaman Unik Suku Toraja Sulawesi Selatan dengan Biaya Fantastis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.