Cuaca akhir-akhir ini makin sulit ditebak. Hari ini panas terik, besoknya bisa hujan seharian. Nah, buat kamu yang sudah punya mobil listrik atau berencana mau beli, pasti bertanya-tanya, apakah mobil listrik aman digunakan saat banjir?
Jawabannya tergantung. Tapi jangan khawatir, karena mobil listrik masa kini kebanyakan sudah dilengkapi dengan teknologi yang cukup canggih, kok. Yuk, kita bahas lebih detail!
Seberapa Tahan Air Mobil Listrik?
Kabar baik nih buat para pengguna electronic vehichle (EV), soalnya mobil listrik modern ternyata tidak seringkih itu kalau kena pengaruh cuaca ekstrem. Soalnya, dari pihak produsennya biasanya sudah memberikan perlindungan ekstra pada baterai dan sistem kelistrikan yang menjadi komponen utama kendaraan.
Kendaraan listrik, termasuk paket baterainya, disegel dan diuji secara ketat untuk ketahanan terhadap air. Sebab, sebagian besar kendaraan listrik dibangun dengan rating IP67 baterai EV atau bahkan IP68.
Standar IP67 memungkinkan baterai bertahan dalam perendaman hingga kedalaman sekitar 1 meter selama setengah jam. Sedangkan standar IP68 memberikan perlindungan debu dan ketahanan terhadap perendaman air secara permanen.
Selain itu, ada sistem Battery Management System (BMS) yang terus memantau kondisi baterai. Kalau terdeteksi ada air yang masuk atau kondisi tidak normal, sistem dapat memutus arus listrik secara otomatis untuk mencegah korsleting.
Jadi, kalau kamu tanya apakah mobil listrik aman digunakan saat banjir, seharusnya aman. Bahan lebih aman daripada mengendarai mobil berbahan bakar bensin saat banjir karena ada risiko hydro-locking, yaitu kondisi di mana air terisap masuk ke mesin lalu menyebabkan mobil mati mendadak.
Kondisi Banjir yang Tidak Diperbolehkan Mengendarai Mobil Listrik
Di awal artikel tadi, sudah di-mention sedikit apakah mobil listrik aman digunakan saat banjir. Jawabannya adalah tergantung. Ya, tergantung kedalaman airnya.
Sebab, meski punya teknologi perlindungan canggih, bukan berarti mobil listrik bebas diajak menerobos banjir. Risiko korsleting mobil listrik genangan air tetap ada, terutama dalam kondisi banjir yang kedalamannya melebihi batas aman.
Air bisa masuk ke sistem kelistrikan, terperangkap di sana, kemudian bisa menyebabkan baterai memanas sehingga rentan terhadap kebakaran dan pelepasan gas. Lalu, berapa batas aman kedalaman banjir untuk mengendarai mobil listrik?
Kedalaman air yang masih dianggap aman berada di kisaran 40 cm atau setinggi kusen pintu mobil. Tapi, ada baiknya kamu ngikut rekomendasi AA (The Automobile Association) untuk menghindari genangan yang kedalaman airnya mencapai 10 cm.
5 Tips Penting Mengemudikan Mobil Listrik Saat Banjir
Walau dirancang water resistant, mengendarai mobil listrik maupun mobil berbahan bakar bensin sat banjir tetap tidak disarankan, ya. Tapi, kalau kamu memang kepaksa harus melewati area yang banjir tiba-tiba, beberapa tips ini bisa membantu:
1. Mengemudi Pelan-Pelan
Saat kamu sedang mengemudikan mobil listrik, tapi ternyata cuaca hujan deras dan kebetulan rutenya harus melewati daerah yang banjir, jangan khawatir. Teruskan saja mengemudi asal kurangi kecepatan. Dengan begitu, kontrol mobil tetap stabil sekaligus mencegah air terciprat ke komponen sensitif mobil.
2. Perkirakan Ketinggian Air
Tadi sudah disinggung sebelumnya tentang apakah aman mobil listrik digunakan saat banjir, sekali lagi tergantung ketinggian airnya. Jadi, sebelum meneboros jalanan yang banjir, sebaiknya kira-kira dulu tinggi airnya seberapa. Coba tengok trotoar di sebelah kiri atau yang paling dekat kusen pintu mobil kamu. Kalau udah melebihi, sebaiknya cari rute alternatif.
3. Jaga Jarak dengan Kendaraan di Depan
Mobil yang bergerak di depan dapat membuat genangan air bergelombang. Nah, gelombang ini bisa meningkatkan risiko air masuk ke sistem mobil listrik dan menyebabkan kerusakan.
4. Matikan AC
Ketika kamu kepaksa harus melewati jalanan banjir pakai mobil listrik, sebaiknya kurangi penggunaan sistem kelistrikan, slaah satunya dengan mematikan AC. Cara ini membantu mengurangi beban pada sistem elektronik kendaraan sekaligus mengurangi risiko korsleting.
5. Jangan Langsung Matikan Mesin
Setelah banjir berhasil dilewati, hindari langsung memastikan mobil listrik kamu. Biarkan mesin tetap menyala dulu selama beberapa menit biar uap air dalam sistem menguap.
Perhatikan juga apakah ada tada-tanda ketidaknormalan. Contohnya kalau kamu dengar ada suara desisan, letupan, atau ada panel mobil yang menggembung, tercium bau aneh, dll, sebaiknya segera hubungi dealer.
Jadi, Apakah Mobil Listrik Aman Digunakan Saat Banjir?
Jawabannya aman, tapi tetap ada batas dan aturannya, ya. Karena mobil listrik udah dilengkapi sistem perlindungan yang sangat mumpuni, terutama pada baterai dan kelistrikan. Jadi, buat yang tinggalnya di daerah rawan banjir, pilihan yang lebih unggul tetap jatuh ke
mobil listrik karena sistem keselamatannya jauh lebih modern dibandingkan mobil konvensional.
Sumber: nfpa.org, gtcountysc.gov


