Retoria.id – Kesalahan penjudi (peningkatan peluang) membuat kita membuat tebakan yang keliru.
Bias ini melibatkan kecenderungan untuk mengaitkan hasil dari suatu peristiwa dengan peristiwa serupa sebelumnya, meskipun sebenarnya tidak ada kaitan logis dalam memprediksi hasil berikutnya.
Definisi Gambler’s Fallacy
Kesalahan Penjudi (Gambler’s Fallacy) adalah sebuah bias kognitif yang menyatakan bahwa ketika suatu kejadian terjadi berulang kali pada kita, kita menyimpulkan bahwa kejadian sebaliknya akan terjadi berikutnya.
Baca Juga: Narrative Fallacy: Pengertian, Contoh, dan Dampaknya dalam Pengambilan Keputusan
Bayangkan Anda adalah seorang lulusan baru yang sedang mencari pekerjaan. Anda telah mengikuti 21 wawancara kerja dan semuanya gagal.
Hari ini adalah wawancara ke-22. Anda berkata pada diri sendiri “Kali ini saya pasti diterima!” Anda pun datang ke wawancara dengan penuh percaya diri.
Beberapa minggu berlalu dan tidak ada kabar. Prediksi Anda ternyata tidak terjadi. Anda telah terjebak dalam kesalahan penjudi, atau ilusi pertumbuhan keberuntungan.
Anda memprediksi masa depan hanya berdasarkan pola yang telah terjadi pada Anda sebelumnya. Padahal, mungkin Anda perlu memperbaiki resume Anda, memperbaiki intonasi suara, dan memperhatikan bahasa tubuh agar bisa berhasil dalam wawancara.
Kesalahan penjudi atau pertumbuhan keberuntungan adalah hal terakhir yang seharusnya Anda andalkan dalam wawancara kerja.
Contoh Gambler’s Fallacy atau Pertumbuhan Keberuntungan
Bayangkan Anda sedang bermain dadu bersama teman. Anda mendapatkan angka 6 sebanyak lima kali berturut-turut. Teman Anda mengatakan, “Mustahil kamu akan dapat angka 6 lagi kali ini.”
Namun pada lemparan keenam, Anda tetap mendapatkan angka 6. Di sini, teman Anda telah jatuh dalam perangkap kekeliruan penjudi—atau ilusi pertumbuhan keberuntungan karena ia mengira bahwa peluang mendapatkan angka 6 akan menurun.
Padahal, peluang mendapatkan angka 6 selalu 16,5 persen dan tidak dipengaruhi oleh lemparan sebelumnya.
Teman Anda membuat prediksi berdasarkan kejadian masa lalu yang sebenarnya tidak relevan secara statistik. Karena hasil lemparan dadu bersifat acak dan independen, artinya lemparan sebelumnya tidak memengaruhi lemparan selanjutnya.
Untuk menghindari kekeliruan ini, cobalah melihat peristiwa secara logis, dan pahami penyebab sesungguhnya di balik suatu hasil.
Apa Dampak Gambler’s Fallacy terhadap Dunia Bisnis?
Sekarang, mari kita terapkan konsep yang sama ke dunia bisnis.
Bayangkan saham sebuah perusahaan mengalami pertumbuhan positif selama tiga kuartal berturut-turut. Apa yang mungkin dilakukan seorang investor jika ia berpikir dengan pola kesalahan penjudi?
Ia akan berkata: “Karena saya sudah mengalami pertumbuhan positif selama tiga kuartal, kuartal ini kemungkinan besar akan negatif.”
Lalu ia menjual saham tersebut.
Ini adalah contoh bagaimana kesalahan penjudi atau Gambler’s Fallacy bisa mengacaukan pengambilan keputusan dan bahkan membalikkan bias optimisme menjadi pesimisme.
Berdasarkan contoh-contoh yang telah dibahas, kesalahan penjudi atau ilusi pertumbuhan keberuntungan dapat berdampak besar pada bisnis Anda.
Maka dari itu:
Dengan melakukan hal-hal di atas, dan memberikan pelatihan yang memadai kepada anggota tim, Anda akan memperkecil risiko jatuh ke dalam kekeliruan penjudi. (*)