Sanksi AS Hantam Ekspor Karpet Iran, Anjlok Tajam dalam Tiga Dekade

Retoria.id – Menurut laporan Financial Times, ekspor karpet Iran mengalami penurunan tajam akibat sanksi Amerika Serikat serta pembatasan mata uang di dalam negeri Iran.

Berdasarkan proyeksi, pada Maret 2026 nilai ekspor tersebut diperkirakan akan turun menjadi kurang dari 40 juta dolar AS.

Baca Juga: Ali Khamenei: AS Serang Iran Bukan Karena Nuklir, tapi Karena Ideologi Islam

Angka ini menunjukkan penurunan yang sangat drastis jika dibandingkan dengan lebih dari 2 miliar dolar AS sekitar 30 tahun lalu. Washington memperketat sanksi terhadap Iran pada tahun 2018 setelah keluarnya AS dari kesepakatan nuklir Iran.

Secara khusus, Amerika Serikat memberlakukan embargo perdagangan dan keuangan, pembatasan ekspor minyak, serta langkah-langkah yang menghambat akses bank-bank Iran ke sistem transaksi internasional.

Baca Juga: Iran Kembali Tegang Komandan Pakpur Siap Hantam Israel dengan Serangan Mematikan

Pembatasan di sektor perbankan juga memukul para eksportir, karena Teheran mewajibkan mereka menjual sebagian dari pendapatan valuta asing yang diperoleh.

Penurunan ekspor ini turut berdampak negatif pada produksi. Menurut organisasi industri, jumlah penenun karpet menyusut drastis dari sekitar 6 juta orang pada 1990-an menjadi kurang dari 700 ribu orang saat ini.

Volume produksi karpet juga turun dari sekitar 6 juta meter persegi per tahun menjadi kurang dari 2 juta meter persegi. Selain itu, Iran juga membatalkan pameran karpet tahunan yang selama ini rutin diselenggarakan.

Financial Times menulis bahwa penyebab utama pembatalan tersebut adalah masalah pasokan listrik. Untuk memperbaiki situasi, Teheran berencana melonggarkan persyaratan bagi para eksportir serta membentuk kelompok khusus guna mendukung industri karpet. (*)

Sumber: https://www.retoria.id/trivium/2572104868/sanksi-as-hantam-ekspor-karpet-iran-anjlok-tajam-dalam-tiga-dekade

Rekomendasi