Perbedaan Antara Ketidaktahuan Sederhana dan Ketidaktahuan Majemuk

Retoria.id – Dalam dunia pemikiran dan filsafat pengetahuan, istilah ketidaktahuan (jahlun) selalu berlawanan dengan pengetahuan (Ilmun).

Namun, ketidaktahuan tidaklah tunggal. Ia terbagi menjadi dua bentuk yang sangat berbeda, yaitu ketidaktahuan sederhana (Jahl al basith) dan ketidaktahuan majemuk (Jahl al murakkab).

Apa Itu Ketidaktahuan Sederhana?

Ketidaktahuan sederhana adalah kondisi ketika seseorang tidak mengetahui sesuatu, namun menyadari bahwa dirinya memang tidak tahu.

Contohnya, saat kita belum mengetahui apakah ada makhluk hidup di planet Mars—kita mengakui ketidaktahuan itu. Ini adalah bentuk ketidaktahuan yang jujur dan terbuka.

Baca Juga: Kebodohan Majemuk Jahl al Murakkab: Ketika Mereka Tidak Tahu, Dan Tidak Tahu bahwa Mereka Tidak Tahu

Penting untuk dipahami bahwa ketidaktahuan sederhana bukanlah lawan mutlak dari pengetahuan. Ia hanyalah keadaan belum tahu, yang justru membuka peluang untuk belajar dan memahami.

Kesadaran akan ketidaktahuan ini adalah langkah awal menuju pencarian pengetahuan yang sejati.

Apa Itu Ketidaktahuan Majemuk?

Sebaliknya, ketidaktahuan majemuk adalah kondisi yang lebih kompleks dan berbahaya. Dalam kondisi ini, seseorang tidak mengetahui sesuatu, namun justru yakin bahwa dirinya tahu.

Ia tidak hanya tidak mengetahui realitas, tetapi juga tidak menyadari bahwa dirinya tidak tahu.

Contoh nyata dari ketidaktahuan majemuk adalah ketika seseorang meyakini sebuah kesalahan sebagai kebenaran.

Misalnya, seseorang yang menyebarkan informasi keliru, namun percaya bahwa dirinya benar-benar memahami fakta.

Mengapa disebut “majemuk”? Karena dalam satu sikap itu terkandung dua lapis ketidaktahuan:

  • Tidak tahu terhadap fakta atau realitas, dan
  • Tidak tahu bahwa dirinya tidak tahu.

Jenis ketidaktahuan ini adalah lawan langsung dari pengetahuan. Ia bukan sekadar kurang informasi, tetapi merupakan penghalang aktif terhadap kebenaran.

Selama seseorang merasa dirinya sudah tahu, padahal tidak, maka ia cenderung menutup diri dari belajar dan mengoreksi diri.

Mana yang Lebih Berbahaya?

Ketidaktahuan majemuk jauh lebih berbahaya dibandingkan ketidaktahuan sederhana. Sebab seseorang yang menyadari bahwa ia tidak tahu, masih memiliki peluang besar untuk belajar.

Sedangkan mereka yang yakin pada kebodohan yang mereka miliki, akan sulit tersentuh oleh kebenaran.

Seorang penyair Persia menggambarkan hal ini dengan sangat indah: “Orang yang tidak tahu, namun ingin tahu, akan menyelamatkan dirinya dari ketidaktahuan.

Tapi orang yang tidak tahu, dan tidak tahu bahwa ia tidak tahu, akan terperangkap dalam ketidaktahuan majemuk selamanya.”

Sadar bahwa kita tidak tahu adalah kunci awal untuk membuka pintu pengetahuan. Ketika kesadaran ini tidak ada, maka kebodohan bukan hanya bertahan—ia berkembang dan menyesatkan. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/trivium/2571525694/perbedaan-antara-ketidaktahuan-sederhana-dan-ketidaktahuan-majemuk

Rekomendasi