Retoria.id – Bias anchoring adalah salah satu bentuk bias kognitif yang memengaruhi cara kita membuat keputusan, sering kali secara halus namun berdampak besar.
Bias ini muncul ketika seseorang terlalu bergantung pada informasi awal (disebut sebagai “anchor” atau jangkar) dalam proses membuat penilaian atau keputusan.
Ketika otak kita memberi bobot lebih besar pada informasi pertama yang diterima, hasil akhirnya bisa berupa persepsi yang menyimpang atau kesimpulan yang keliru.
Baca Juga: Apa Itu Bias Konfirmasi? Cara Mengenali dan Mengatasinya
Konsep bias anchoring pertama kali diperkenalkan oleh dua psikolog ternama, Amos Tversky dan Daniel Kahneman pada tahun 1970-an.
Dalam salah satu studi terkenalnya, para partisipan diminta menebak persentase negara Afrika yang menjadi anggota PBB.
Sebelum menjawab, mereka diberi angka acak — baik rendah (misalnya 10 persen) atau tinggi (misalnya 65 persen) — sebagai “jangkar”.
Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang menerima angka jangkar tinggi cenderung memberikan tebakan yang lebih tinggi, sementara yang diberi angka rendah memberikan tebakan lebih rendah, meskipun angka tersebut sama sekali tidak relevan dengan jawaban yang benar.
Bias ini berdampak langsung pada pengambilan keputusan sehari-hari — dari negosiasi harga hingga keputusan investasi.
Contoh nyata: jika agen properti mencantumkan harga awal rumah yang tinggi, pembeli potensial cenderung terpengaruh oleh angka tersebut dan sulit menawar lebih rendah, meski nilai sebenarnya tidak sebesar harga yang ditawarkan.
Memahami bias anchoring penting, bukan hanya untuk individu saat mengambil keputusan, tetapi juga untuk dunia bisnis dan organisasi.
Dengan menyadari keberadaan bias ini, perusahaan dapat menghindari strategi harga yang terlalu tinggi, dan sebaliknya fokus pada penawaran yang adil dan realistis.
Namun, bias ini juga bisa dimanfaatkan secara strategis: dengan menetapkan “anchor” yang positif, bisnis dapat menciptakan persepsi nilai yang lebih tinggi terhadap produk atau layanan mereka.
Untuk mengatasi bias anchoring, langkah penting adalah secara sadar mengkritisi informasi pertama yang kita terima dan mencari sumber informasi lain sebelum mengambil keputusan.
Dengan cara ini, kita bisa menghindari pengaruh dari informasi yang tidak relevan dan membuat pilihan yang lebih rasional dan berdasar.
Kesimpulannya, bias anchoring adalah fenomena umum dalam psikologi kognitif yang memengaruhi banyak aspek dalam kehidupan.
Dengan menyadari keberadaannya dan aktif berusaha mengatasinya, kita bisa mengambil keputusan yang lebih bijak dan tidak terjebak pada pengaruh awal yang menyesatkan. (*)