Hukum Goodhart: Saat Angka Dijadikan Target, Tujuan Sebenarnya Menjadi Hilang

Retoria.id – Bayangkan sebuah pusat layanan pelanggan yang mengubah sistem pembayaran karyawan yang mengukur bukan lagi gaji per jam, melainkan berdasarkan jumlah panggilan yang dijawab.

Dalam satu minggu, hasilnya tampak gemilang—jumlah panggilan yang terjawab meningkat dua kali lipat. Namun, ketika manajer turun langsung mengecek, ia terkejut, para karyawan hanya mengangkat telepon, memberi jawaban singkat, lalu menutup sambungan tanpa menyelesaikan masalah pelanggan.

Baca Juga: Efek Kobra: Ketika Sistem Rangking Kampus Menjadikan Budaya Akademik Semu, Alih-alih Meningkatkan Kualitas

Apa yang terjadi? Dengan menjadikan jumlah panggilan sebagai indikator tunggal, manajer justru mendorong perilaku yang merusak kualitas layanan. Fenomena inilah yang dikenal dengan Hukum Goodhart:

“Ketika sebuah indikator dijadikan tujuan, indikator itu berhenti menjadi ukuran yang baik.”

Artinya, ketika sebuah angka ditetapkan sebagai target, orang akan menyesuaikan perilaku mereka agar mencapai angka itu—sering kali dengan mengorbankan tujuan sebenarnya.

Contoh-Contoh Nyata Hukum Goodhart

1. Program Pengendalian Ular Kobra di India

Pemerintah India pernah memberikan hadiah bagi siapa saja yang menyerahkan bangkai ular kobra. Awalnya, program ini berhasil: banyak ular yang dibunuh.

Namun, masyarakat kemudian justru membiakkan kobra untuk ditukar dengan hadiah. Saat program dihentikan, ular-ular hasil ternakan dilepas ke jalanan, membuat jumlah kobra justru meningkat. Fenomena ini dikenal sebagai Cobra Effect.

2. Sistem Pendidikan dan Nilai Ujian

Sekolah sering menekankan nilai ujian sebagai ukuran utama keberhasilan. Akibatnya, siswa fokus menghafal demi nilai, bukan memahami konsep.

Begitu ujian selesai, sebagian besar pengetahuan dilupakan. Strategi ini mungkin efektif untuk lulus, tetapi merusak tujuan sejati pendidikan: proses belajar itu sendiri.

3. Dunia Akademik dan Publikasi Ilmiah

Dalam riset akademik, tekanan untuk menerbitkan artikel membuat peneliti sering melakukan manipulasi data atau p-hacking demi menghasilkan hasil positif. Fokus pada “jumlah publikasi” menggeser perhatian dari kualitas penelitian.

4. SEO dan Google PageRank

Google pernah mengandalkan PageRank sebagai ukuran kualitas situs. Alih-alih meningkatkan konten, banyak pengelola situs hanya memperbanyak tautan lewat tukar link. Google pun akhirnya memperbarui algoritmenya agar lebih sulit dimanipulasi.

Bagaimana Menghindari Perangkap Goodhart?

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menggunakan lebih dari satu indikator. Alih-alih hanya mengandalkan satu angka, pertimbangkan berbagai faktor untuk menilai kinerja.
  • Memberi ruang bagi penilaian berbasis akal sehat. Tidak semua ukuran harus dipublikasikan; keputusan dapat diambil oleh pihak berkompeten dengan pertimbangan menyeluruh.
  • Membatasi ukuran kelompok. Dalam kelompok kecil, keberhasilan biasanya dinilai dari banyak dimensi, sehingga tidak mudah terjebak dalam satu indikator sempit.

Hukum Goodhart mengingatkan bahwa angka bukanlah tujuan itu sendiri. Ketika indikator dijadikan target tunggal, ia kehilangan makna sebagai alat ukur.

Dari ruang kelas hingga ruang rapat perusahaan, dari kebijakan publik hingga algoritme internet, kita dituntut untuk selalu waspada agar tidak terjebak dalam ilusi angka. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/trivium/2571553120/hukum-goodhart-saat-angka-dijadikan-target-tujuan-sebenarnya-menjadi-hilang

Rekomendasi