4 Tempat Terunik di Dunia, Ada yang Tinggal di Dalam Kawah Gunung Aktif

tempat terunik di dunia

Apakah Anda pernah membayangkan tinggal di kota dengan suhu minus 60 derajat Celcius? Desa kecil di wilayah Siberia bagian timur laut Rusia ini dikenal sebagai salah satu tempat berpenghuni paling dingin di dunia.

Suhu udara di daerah ini sempat mencapai -67,7 derajat Celcius yang tercatat pada tanggal 6 Februari 1933.

Rekor ini diakui oleh Guinness World Records sebagai suhu terendah yang pernah tercatat di permukiman manusia. Bahkan saking dinginnya, bulu mata pun bisa membeku ketika berada di luar ruangan. Hewan seperti serigala atau kelinci bahkan kerap ditemukan mati membeku.

Secara geografis, Oymyakon berada di wilayah Siberia bagian timur laut, dikelilingi oleh pegunungan dan lembah yang dalam sehingga membuat suhu dingin terperangkap seperti di dalam wadah.

Selain itu, desa ini juga terletak di daerah yang jarang mendapat sinar matahari, terutama di musim dingin. Meski punya iklim ekstrem, Oymyakon tetap menjadi rumah bagi sekitar 500 penduduk yang telah beradaptasi selama beberapa generasi.

Sekolah-sekolah tetap berjalan seperti biasa kecuali suhu turun di bawah -60 derajat Celcius. Untuk bertahan hidup di tempat yang sangat dingin, penduduk Desa Oymyakon harus mengonsumsi makanan yang bergizi dan menghangatkan tubuh.

Makanan utama mereka adalah daging rusa, ikan, dan darah kuda beku. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh penduduk Desa Oymyakon adalah transportasi.

Kendaraan yang mereka gunakan harus selalu dalam keadaan menyala agar tidak membeku. Jika mematikan mesin, mereka harus menyalakan api di bawah tangki bensin.

Desa ini juga hanya memiliki satu toko, satu kantor pos, satu bank, satu pompa bensin, dan satu bandara kecil. Belum lagi warga desa juga harus berhati-hati dengan binatang liar seperti serigala, beruang, hingga harimau Siberia yang tinggal di sekitar mereka.

Berikut daftar tempat terunik di dunia, Kamis, 21 Mei 2026:

1. Yuma, Arizona – Kota Terkering di Dunia

Berbeda dengan Oymyakon, penduduk kota Yuma di Arizona, Amerika Serikat justru harus berjuang melawan suhu yang panasnya bisa mencapai 50 derajat Celcius.

Kota ini bahkan memegang gelar Guinness World Records sebagai kota tercerah di dunia dengan lebih dari 4.000 jam paparan sinar matahari setiap tahun. Guinness World Records juga mencatat bahwa kota ini memiliki setidaknya 91% sinar matahari sepanjang tahun.

Di musim dingin, Yuma mendapat 11 jam sinar matahari sepanjang hari. Sementara di musim panas, matahari bersinar hingga 13 jam dengan suhu musim panas sekitar 45 derajat Celcius dan curah hujan hanya 76 mm per tahun.

Yuma menjadi salah satu tempat terpanas dan terkering di dunia yang berpenghuni. Meski kondisi alamnya keras, Yuma justru menjadi pusat pertanian penting karena adanya sistem irigasi dari Sungai Colorado.

Hal ini memungkinkan pertanian sayur sepanjang tahun, terutama selada. Bahkan kota ini dijuluki sebagai Winter Lettuce Capital of the World. Yuma juga menjadi destinasi favorit para pensiunan yang datang mencari kehangatan di musim dingin.

2. Sommaroy, Norwegia

Nah, berbeda dengan pulau satu ini. Berada di sebelah barat kota Tromso, Norwegia, Pulau Sommaroy menjadi sebuah wilayah unik yang memberlakukan zona bebas waktu.

Di pulau ini, matahari tak pernah terbenam sejak 18 Mei hingga 26 Juli, atau mengalami siang hari penuh selama kurang lebih 69 hari. Kondisi ini membuat langit selalu cerah sehingga warga Sommarøy hampir tidak bisa membedakan kapan malam tiba atau pagi datang kecuali memastikannya lewat jam.

Fenomena alam luar biasa ini disebut dengan Midnight Sun atau matahari tengah malam. Sebaliknya, dari bulan November hingga Januari, matahari justru sama sekali tidak terbit.

Musim dingin akan menyebabkan malam panjang selama sekitar 100 hari. Fenomena perputaran siang dan malam yang ekstrem ini biasa terjadi karena letak Pulau Sommaroy di Lingkaran Arktik.

Matahari yang bersinar sepanjang hari membuat ada masa di mana saat tengah malam atau dini hari anak-anak masih sibuk bermain bola dan warga sibuk beraktivitas.

Keunikan tersebut membuat para penduduk berinisiatif untuk menandatangani petisi zona bebas waktu pada 13 Juni 2019 lalu. Mereka ingin menghapus jam agar bisa hidup sesuai ritme alami tanpa tekanan jam tradisional.

Itu artinya apa yang mereka lakukan sepanjang hari tidak bergantung pada waktu. Mereka merasa jauh lebih fleksibel dan nyaman ketika beraktivitas tanpa memperhitungkan jam.

3. Burketown

Kota kecil di wilayah barat laut Queensland, Australia ini juga menjadi salah satu tempat menantang untuk ditinggali. Kota Burketown memiliki iklim yang sangat panas dan keras.

Kota ini sering mencatat suhu tertinggi di Australia, bahkan pernah mencapai lebih dari 49 derajat Celcius. Bagi yang tidak terbiasa, beraktivitas di luar ruangan bisa sangat berisiko. Di lain sisi, musim hujan yang datang antara bulan Desember hingga Maret juga bisa menyebabkan banjir besar.

Selain itu, Burketown juga sangat terpencil dan jauh dari kota besar. Akses kota ini terbatas hanya lewat jalan darat yang terkadang tak bisa dilewati saat musim hujan. Tapi meski menantang, Burketown memiliki sebuah fenomena alam langka bernama Morning Glory.

Bertempat di Teluk Carpentaria, Morning Glory merupakan fenomena atmosfer berbentuk gulungan awan yang panjangnya bisa mencapai 1.000 km. Awan gulung ini hanya muncul pada kondisi cuaca tertentu dan dapat bergerak dengan kecepatan hingga 60 km/jam.

Fenomena Morning Glory biasanya terjadi pada musim semi, khususnya pada bulan September hingga November, ketika kondisi angin dan suhu di wilayah ini sangat mendukung.

Pembentukan Morning Glory masih menjadi subjek penelitian yang mendalam, tetapi diperkirakan terjadi akibat kombinasi dari beberapa faktor meteorologis, termasuk interaksi antara angin laut dan daratan, inversi suhu, serta gelombang gravitasi atmosferik di Burketown.

Fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para penerbang layang dan fotografer dari seluruh dunia untuk menyaksikan dan bahkan surfing di awan ini.

Kemunculannya tidak dapat diprediksi secara pasti, namun keberadaannya memberikan identitas alam yang khas dan ekstrem bagi Burketown dan menjadikannya salah satu dari sedikit tempat di dunia yang secara rutin disinggahi oleh awan langka ini.

4. Anosibe Ambohiby

Kawah bekas gunung berapi tentu bukan tempat yang ideal untuk dijadikan permukiman. Selain medan yang ekstrem, wilayah seperti ini biasanya rawan berbagai bencana.

Namun, sekelompok petani dari etnis Betsileo di Madagaskar justru memilih area bekas kawah untuk menetap sejak 2008 silam.

Yap, inilah Desa Anosibe Ambohiby. Desa berpopulasi sekitar 300 jiwa yang terletak di tengah-tengah hamparan bekas kawah gunung berapi Ambohiby yang luasnya mencapai 225 km².

Desa dengan 50 rumah ini berada tepat di dalam pusat kawah yang memiliki diameter 13 km. Etnis Betsileo awalnya tinggal di distrik Manandriana yang berjarak sekitar 380 km dari tempat mereka saat ini.

Namun karena masalah kepadatan penduduk, mereka memutuskan untuk pindah mencari wilayah baru. Bekas kawah Gunung Ambohiby akhirnya dipilih karena tanahnya subur dan dikelilingi oleh empat aliran sungai yang membentuk cincin alami.

Sebagai mata pencaharian, penduduk desa membuka perkebunan yang ditanami jeruk dan lemon yang hasilnya dijual ke pasar-pasar di kota terdekat.

Sebagai informasi, permukiman terdekat dari desa ini adalah Antaniditra yang jaraknya sekitar 8 km. Sedangkan kota terdekat adalah Tsiroanomandidy yang berjarak sekitar 18 km.

Itulah daftar tempat terunik di dunia pada tahun 2026, semoga bermanfaat!

Rekomendasi