10 Sisi Gelap Industri Skincare yang Jarang Diketahui

10 Fakta dan sisi gelap industri skincare.

Mungkin produk skincare bikin kalian terlihat cantik di luar tapi pelan-pelan merusak dari dalam. Di balik label natural, faktanya ada bahan rahasia yang bahkan perusahaan besar enggak mau kalian tahu loh.

Dan bisa aja kilau di wajah kalian itu mungkin datang dari keringat dan darah anak-anak di belahan dunia lain. Mau tahu ada apa aja cara licik industri skincare dalam memanipulasi otak kalian demi keuntungan? Yuk, kita bahas tuntas, Sabtu, 16 Mei 2026.

Daftar 10 Sisi Gelap Industri Skincare

10 Sisi Gelap Industri Skincare
10 Sisi Gelap Industri Skincare

10. Sedihnya Anak di India

Di ibu kota, cewek-cewek biasanya suka pakai eyeshadow ataupun highlighter untuk kerja, main, ataupun kondangan, ya. Nah, banyak yang enggak tahu kalau itu tuh namanya mica, Guys. Masalahnya 25% mica dunia ditambang di India dan menurut investigasi Reuters di tambang ilegal.

Ada sekitar 20.000 anak yang terlibat di sana, ya. upahnya juga cuma 300 rupe atau sekitar Rp60.000 sehari untuk satu keluarga, bukan satu orang. Mereka harus masuk lubang sempit tanpa APD dan lubangnya tuh bisa runtuh kapan aja.

Aktivis anak Bachpan Bachao Andolan (BBA) bahkan bilang nih, mereka dengar sekitar 10 anak meninggal tiap bulan, tapi 90% kasusnya enggak pernah dilaporin ke polisi karena tambangnya tuh ilegal. Miris banget kan?

Di Jakarta bling-bling estetik buat foto. Di Jakran sana dibayar pakai nyawa anak yang harusnya tuh sekolah.

9. Minyak Kelapa Sawit

Makin banyak busa di sabun kalian, faktanya makin banyak orang hutan kehilangan rumah. Soalnya fun fact yang nyesek itu sebagian besar busa sabun mandi datangnya dari minyak kelapa sawit.

Dan ironisnya tahu enggak apa? Indonesia adalah produsen sawit terbesar di dunia. Dampaknya ke negara kita kerasa banget, yaitu jutaan hektar hutan di Sumatera sama Kalimantan dibabat untuk perkebunan sawit.

Makanya jangan heran kalau sekarang banyak banget berita banjir, longsor, ataupun
kebakaran hutan. Hewan seperti gajah, harimau, dan orang hutan pun jadi kehilangan habitat aslinya.

Belum lagi masalah emisi karbon yang bikin bumi itu makin panas. Niatnya mah kita beli produk untuk ngerawat diri ya. Tapi tanpa sadar jadi ikut andil dalam rusaknya paru-paru dunia.

Namun tenang ya, solusinya tuh gampang kok. Kalian cukup cari produk yang labelnya tuh RSPO certified aja ya. Oke, buruan cek label sabun di rumah kalian ya, teman-teman.

8. Banyak Hiu Dibunuh

Berhubung teknologi zaman sekarang tuh makin canggih, sebenarnya banyak orang yang menolak untuk operasi Botox hanya demi kelihatan awet muda.

Alhasil, banyak ilmuan di dunia nyari cara nih untuk bikin serum antiaging sama kulit kenyal tanpa harus menjalankan prosedur seperti itu. Jawabannya adalah dengan squalin yang diambil dari hati hiu yang mati di laut dalam.

Menurut data Bloom Association diperkirakan sekitar 2,7 juta hiu dibantai tiap tahunnya khusus untuk industri kosmetik. Bahkan butuh 3.000 hiu cuma buat bikin 1 ton squalin ini loh.

Dan faktanya 90% squalin di dunia itu dipakai untuk krim antiaging, sunscreen sama lipstick.

Masalah seriusnya, hiu laut dalam reproduksinya tuh lambat banget. Populasi Gulper Shark aja udah turun sampai 80% di beberapa wilayah loh. Jadi kalau diburu terus-terusan ekosistem laut bisa hancur total, Guys.

Meskipun sekarang udah ada versi nabati dari zaitun ataupun tebu, tapi masih banyak brand nakal yang pakai versi hiu karena katanya secara biaya jauh lebih murah.

Makanya kalau nanti beli nih di labelnya cari kata 100% plan derive ataupun vegetable origin ya. Kalau cuma tulisan sin tanpa keterangan, hati-hati ya, Guys.

Menurut kalian worth itak sih awet muda tapi dari nyawa makhluk lain?

7. Microplastik Berbahaya

Kirain mah yang bikin laut kita tercamar tuh cuma sampah plastik ataupun limbah pabrik doang ya. Tapi butiran-butiran kecil di scrub wajah yang biasa kita pakai tiap minggu ternyata berdampak besar buat loti bumi kita loh.

Jadi butiran itu adalah mikroplastik yang biasanya enggak bisa disaring sama instalasi pengolahan air.

Jadi alurnya tuh seperti ini ya: Scrub, cuci muka, wasffel, sungai, laut.

Di laut ikan kira itu makanan. Terus ya dimakan ikannya ditangkap nelayan dan berakhir di piring makan kita lagi. Ibarat kayak karma enggak sih?

Dan dampaknya udah serius banget ya. Mikroplastik itu bakal ditemukan di ASI, darah sama plasenta manusia.

Uni Eropa udah band mikroplastik di kosmetik sejak tahun 2023. Tapi Indonesia, wah aturannya masih longgar banget sih, Teman-teman.

6. Muntahan Paus

Semakin ke sini entah kenapa semakin banyak parfum yang harganya tuh jutaan rupiah dan ngaku sebagai parfum mewah enggak sih?

Nah, sebenarnya bisa kayak begitu bukan karena hasil endorse pakai artis mahal aja kok, tapi gara-gara satu bahan rahasianya adalah amber gris yang secara teknis adalah zat dari saluran pencernaan paus sperma.

Berhubung bahan ini enggak selalu ditemukan dan emang bikin wangi parfum nempel seharian, harganya bisa sampai lebih mahal daripada emas loh.

Tapi yang bikin heran, isi cairan parfum di botol mewah kalian itu seringkali harga produksinya enggak nyampai 3% dari harga jual.

Sisanya ya kalian tuh cuma bayar buat botol kaca cantik, biaya iklan yang mahal, dan bayaran selebriti yang jadi brand ambassador. Intinya kalian tuh bayar gengsi, bukan kualitas isinya.

5. Mercury Krim Pemputih

Di Indonesia kulit putih itu entah kenapa selalu dianggap lebih superior dibandingkan warna kulit lain-lainnya ya.

Nah, masalahnya banyak juga oknum penjual kurang ajar yang manfaatin keadaan ini dengan menjual krim pemutih abal-abal yang isinya tuh mengandung merkuri.

Padahal menurut BPOM, bahan merkurri itu udah ilegal banget loh. Mereka pun udah sering razia dan nyita banyak produk juga ya, Teman-teman.

Tapi sayangnya karena bisa bikin kulit putih kinclong seketika, produk ini pun mesti laku keras di pasaran.

Padahal aslinya mah dampaknya enggak main-main loh karena merkur itu bisa masuk ke aliran darah dan merusak ginjal serta saraf, Teman-teman. Bahkan buat ibu hamil, Mercurriy nembusin dan bikin cacat bawaan juga loh.

Pokoknya saran dari aku, Niah ya, jangan kegoda sama harga murah dan hasil instan kalau akhirnya malah ngerusak kesehatan jangka panjang. Mending sabar 6 bulan pakai yang aman daripada cuci darah seumur hidup. Ya, Guys.

4. Asbesti Bedak

Bedak bayi yang dipakai jutaan ibu di seluruh dunia ternyata mengandung asbes pemicu kanker loh. Yang bikin syok ini bukan brand abal-abal. Ini Johnson and Johnson raksasa kesehatan dunia.

Jadi gini, mineral TC yang dipakai di bedak mereka ternyata ditambang dari lokasi yang sama dengan asbus. Alhasil, bedak yang tiap hari ditabur ke bayi bisa memicu kanker ovarium sama mesatelioma.

Dokumen pengadilan juga mengungkap Nia bahwa Johnson and Johnson diduga udah tahu soal kontaminasi asbes ini sejak tahun 1970-an, tapi enggak pernah ngasih warning ke konsumennya.

Makanya setelah sidang selama 6 minggu dan terbukti bersalah di tahun 2020, perusahaan ini akhirnya harus bayar ganti rugi sebesar 4,69 miliar US Dollar kepada 22 wanita yang kena kanker ovarium gara-gara bedak mereka.

Sampai sekarang Johnson and Johnson masih ngadapin lebih dari 60.000 gugatan kanker ovarium dari mantan konsumen.

Ya, meskipun mereka udah ganti bahan ke tepung jagung sejak tahun 2023, tapi pertanyaannya seberapa banyak bedak lama yang masih dipakai di Indonesia sih?

3. Ganggu Kesuburan dan Pubertas

Lotion sama parfum kalian diam-diam nih bisa ngacauin hormon di tubuh kalian loh. Ada dua bahan yang hampir selalu nongol di kosmetik ya teman-teman yaitu fala tes dan juga paraban.

Fungsinya sendiri sebenarnya buat pengawet dan bikin wangi tahan lama. Kedengarannya sih enggak berbahaya ya, tapi di balik itu mereka dikenal sebagai endocrin depsters atau pengganggu sistem hormon di tubuh kita.

Soalnya paparan bahan kimia ini terus-menerus dikaitkan sama masalah kesuburan baik pada cowok maupun cewek.

Bahkan ada penelitian yang dilakuin sama Profesor Kim Harley dari University Berkley, Amerika Serikat yang bilang nih kalau bahan ini bisa memicu pubertas dini pada anak-anak, terutama anak perempuan.

Jadi bisa aja bukan karena efek dunia udah kecepetan, tapi karena bahan parfum sama lotion yang dipakai. Seram banget kan? Niatnya mau ngerawat diri eh malah bikin sistem hormon di dalam tubuh jadi berantakan.

2. Buruh Dieksploitasi

Buruh yang bikin lipstik Rp500.000 kalian itu faktanya nih gaji enggak cukup buat beli satu batang lipstik itu loh.

Di balik iklan kosmetik yang super estetik, ada ribuan buruh pabrik yang nasibnya tuh jauh dari kata estetik ya, Guys.

Padahal aslinya mereka harus kerja berjam-jam, terpapar bahan kimia keras, sering tanpa APD memadai, dan target produksi tinggi banget juga. Belum lagi hak-hak pekerja yang sering diabaikan demi profit perusahaan.

1. Uji Coba pada Hewan

Demi memenangkan pikiran masyarakat, sebenarnya sekarang udah banyak ya kemasan yang dijual pakai logo kelinci lucu di bagian atasnya. Itu artinya cruelty free di mana katanya produknya itu enggak diuji coba kepada hewan-hewan.

Tapi ada loopall besar yang banyak orang gak tahu di Cina. Regulasi pemerintah masih mewajibkan uji coba hewan untuk kategori kosmetik tertentu. Terutama nih pada sunscreen, pewarna rambut, dan juga produk anti jerawat.

Nah, jadi gimana menurut kalian, Guys? Ternyata di balik kemasan produk yang super estetik dan janji bikin kulit glowing, ada harga mahal yang harus dibayar sama alam, hewan, bahkan nyawa anak-anak di belahan dunia lain.

Niatnya mau ngerawat diri, tapi kalau caranya sekotor ini, rasanya jadi enggak worth it sama sekali, kan? Makanya, mulai sekarang yuk kita jadi konsumen yang lebih pintar dan kritis. Jangan cuma kemakan visual iklan yang mewah, tapi mulai peduli sama apa yang sebenarnya kita aplikasikan ke tubuh kita.

Kira-kira dari 10 fakta tadi, mana nih yang paling bikin kalian syok? Tulis pendapat kalian di kolom komentar, ya! Anyways, cukup sampai di sini dulu pembahasan hari ini. Sampai jumpa di artikel selanjutnya, dah!

Rekomendasi