Secara logika, membabat gunung tuh mustahil dilakukan. Tapi di negara-negara ini, kata “mustahil” itu cuma berarti butuh lebih banyak dinamit dan uang untuk menciptakan megaproyek paling megah di dunia.
Mari kita lihat yuk beberapa megaproyek yang melibatkan pembelahan gunung paling gila di dunia ini. Hari ini, Senin, 19 Mei 2026, yuk kita bahas!
Kita mulai di Provinsi Guizhou, Cina. Sebuah daerah yang isinya tuh gunung kapur curam. Jadi, pemerintah Cina bikin jalan tol sepanjang 152,8 km ini yang bertujuan menyambungkan distrik Liuzhi ke Anlong.
Tapi, bukan Cina namanya ya kalau enggak gila. Mereka tuh literally motong gunung kayak motong puding pakai pisau raksasa demi bikin jalannya tuh lurus.
Dan di tengah rute ini berdiri di Jembatan Grand Canyon Huajiang yang resmi dibuka pada tanggal 28 September 2025 kemarin, dan langsung menjadi jembatan tertinggi di dunia.
Tingginya itu 625 m dan panjangnya 2.890 m. Ya, buat gambarannya sih kalau kalian masukin Empire State Building ke bawah jembatan ini, masih sisa sekitar 180 m di atasnya loh.
Enggak masuk akal banget, kan? Dan berkat jembatan ini, perjalanannya yang dulunya nih makan 70 menit lewat jalur gunung dan juga feri, sekarang cuma 1 menit doang dong, Guys.
Nah, kalau proyek yang satu ini bisa dibilang kebanggaan kita sendiri nih. Yaitu Jalan Trans Papua sepanjang 3.462 km. Bedanya tuh gini, kalau Cina punya teknologi mahal, Papua punya medan paling sulit di dunia.
Bayangin aja ya, pekerja di sana harus naklukin Pegunungan Jayawijaya di ketinggian 3.000 m di atas permukaan laut, hutan belantara, struktur tanah labil, plus longsor juga setiap kena hujan deras dong. B
ahkan di beberapa titik, gunung batunya tuh harus dipangkas paksa ya, Teman-teman. Pemerintah pun mesti ngeluarin sekitar Rp24 triliun cuma untuk periode 2020 sampai 2024 aja, atau setara dengan 20 hari anggaran MBG.
Mahal banget. Cuma walaupun sempat dihujat sana-sini, tapi hasilnya sebanding banget sama keringat yang keluar karena jalur ini sekarang jadi urat nadi yang nyambungin Papua Barat sampai Papua Pegunungan. Daerah-daerah nih yang dulunya terisolasi selama bertahun-tahun sekarang mulai bisa ngerasain akses logistik ya, Teman-teman.
Kalian tahu enggak kalau untuk bikin Terusan Panama, manusia tuh zaman dulu literally harus ngebelah benua Amerika loh. Iya, dan hasilnya bernama Culebra Cut, sebuah lembah buatan sepanjang 12,6 km yang menembus pegunungan Cordillera.
Mereka pakai 2.000.000 kg dinamit tiap bulan untuk ngancurin batu sama tanah liat tropis dong. Masalahnya, tanah liat di sana licin parah dan juga sering longsor ya.
Perusahaan Prancis yang handle proyek ini sebelumnya pun udah angkat tangan duluan karena berujung bangkrut dan banyak pekerja yang meninggal gara-gara kena sakit.
Masalahnya tahu enggak sih yang lebih parah? Setelah dibuka dari tahun 1914, gunungnya tuh masih ngotot longsor sampai sekarang loh.
Sekarang pindah ke negara yang lebih elegan ya, yaitu Norwegia. Mereka sebenarnya enggak motong gunung. Mereka tuh tembus. Tapi, Guys, hasilnya terowongan jalan raya terpanjang di dunia dengan jarak 24,5 km.
Ya, tapi ada problem psikologisnya nih. Nyetir hampir setengah jam di lubang gelap begini tuh bisa bikin sopirnya kena highway hypnosis alias halusinasi karena terlalu bosan.
Makanya solusinya, setiap 6 km para insinyur bikin gua buatan yang dikasih lampu warna biru kuning seakan-akan kayak ngelihat suasana langit waktu fajar gitu ya.
Jadi secara psikologis, supirnya tuh ngerasa kayak lagi keluar sebentar dari kegelapan sebelum masuk ke terowongannya lagi. Ya hasilnya fokus tetap terjaga ya. Dan semenjak diresmikan pada tahun 2000, rute utama Oslo-Bergen ini bikin warga enggak takut kejebak salju di puncak gunung waktu lagi musim dingin.
Ini sih proyek yang sabarnya enggak ketulungan sih, Guys. Kenapa? Karena idenya udah ada dari abad ke-7 Sebelum Masehi loh. Tapi ya karena teknologi zaman dulu cuma modal otot doang.
Proyek ini baru bisa beneran kelar 2.500 tahun kemudian di saat dinamit udah ditemukan di akhir abad ke-19. Dan hasilnya sebuah celah lurus sempurna yang benar-benar membelah daratan sepanjang 6,4 km. Pemandangannya pun juara banget karena dinding batu kapurnya berdiri tegak vertikal setinggi 90 m, yang mana mirip kayak gunung yang dipotong pakai pisau kue ya.
Sekadar fun fact juga nih, dulu Kaisar Romawi Nero pernah maksa 6.000 tawanan untuk menggali, tapi itu semua gagal total gara-gara dia tuh keburu meninggal serta biayanya yang kemahalan.
Nah, sebelum ada terusan ini, kapal-kapal tuh harus muter sejauh 700 km ngelilingin semenanjung loh. Ya meskipun sekarang sih juga lebih banyak dipakai kapal wisata ya, soalnya ketinggiannya tuh terlalu sempit untuk kapal kargo modern lewat.
Sering disebut keajaiban dunia ke-8, jalan raya ini benar-benar gila karena nembus tiga pegunungan paling brutal di Asia, yaitu Karakoram, Pamir, dan juga Himalaya.
Titik tertingginya ada di Khunjerab Pass dengan ketinggian 4.714 m, di mana itu pun udah hampir setinggi puncak gunung-gunung tertinggi di dunia ini loh. Bayangin deh gimana pusingnya kerja waktu oksigen tuh lagi tipis-tipisnya.
Bangunan ini sendiri makan waktu 20 tahun dan merenggut nyawa sekitar 1.000 pekerja karena medannya emang sesusah itu. Banyak ya bagian jalan yang dipahat langsung dari sisi tebing gunung cuma pakai dinamit sama tenaga tangan doang.
Setiap hari para pekerja harus taruhan nyawa sama longsoran batu raksasa yang bisa jatuh kapan aja tanpa peringatan. Sampai sekarang pun jalan ini masih jadi salah satu yang paling berbahaya di dunia karena ini titik ketemunya Lempeng India dan juga Eurasia. Makanya gempa kecil aja tuh bisa-bisa nih bikin gunungnya tuh runtuh nutup jalanan loh, Guys.
Nah, kalau Swiss benar-benar pamer teknologi level dewa nih ya di proyek ini. Namanya adalah Gotthard Base Tunnel, sebuah terowongan kereta yang nembus Pegunungan Alpen sedalam 2.450 m di bawah permukaan tanah loh.
Saking dalamnya, suhu batu di sana sampai 46 derajat Celcius. Kayak sauna raksasa yang pengap gitu deh. Konstruksinya sendiri butuh waktu 17 tahun dan pakai mesin bor raksasa yang panjangnya tuh 440 m lebih.
Yang paling bikin geleng-geleng kepala itu presisi hitungannya sih. Soalnya waktu dua tim mengebor dari sisi gunung yang berbeda dan akhirnya tuh ketemu di tengah, ternyata mereka cuma meleset 8 cm doang secara horizontal. Ya, untuk skala terowongan 57 km sih itu presisi yang nyaris sempurna ya, Guys.
Dan untuk biayanya tuh enggak main-main karena menyentuh Rp220 triliun. Meskipun terlihat mahal, tapi hasilnya emang sepadan ya untuk revolusi transportasi di Eropa.
Kalau megaproyek lain pakai teknologi canggih dan juga alat berat, warga Desa Guoliang di Cina cuma modal nekat sama tenaga otot doang dong. Jadi ceritanya, desa mereka terisolasi total dari dunia luar di mana aksesnya tuh cuma tangga batu curam.
Nah, di tahun 1972, 13 warga desa mutusin lah tuh untuk bikin sendiri terowongannya. Mereka sampai jual ternak buat beli palu dan juga pahat baja loh. Cara kerjanya tuh benar-benar ngeri ya, Guys. Mereka tuh gantungin diri di pinggir tebing tinggi ratusan meter, terus pakai tali tambang seadanya dan mukul tebing batunya terus-terusan.
Kalau lagi dapat bagian batu yang keras banget nih, kemajuan mereka cuma bisa nembus 1 m dalam waktu 3 hari loh. Dan setelah 5 tahun berjuang tanpa henti serta bahkan nih, ada beberapa warga yang harus kehilangan nyawa. Akhirnya tuh ya di tahun 1977 terowongan sepanjang 1,3 km ini kelar juga.
Sekarang terowongan ini punya 36 jendela alami yang tembus ke jurang dan menjadi salah satu jalan terkenal serta terindah di dunia. Ya menurut aku sih ini bukti nyata ya kalau kemauan keras manusia bisa ngalahin kerasnya batu gunung paling keras sekalipun, Teman-teman.
Berikutnya ini dia nih pemegang rekor terbaru di Indonesia, yaitu terowongan jalan tol pertama dan terpanjang di tanah air kita sendiri. Ya, asal kalian tahu, jalan tol ini pertama kali dirancang pas pemerintahan SBY di tahun 2005, tapi baru dibangun di bulan November tahun 2012.
Terowongan kembar di Sumedang ini punya desain yang sangat ikonik di mana mulut terowongannya terbagi dalam enam seksi lalu dibentuk seperti bambu runcing dan punya panjang mencapai 6 km. Bukan untuk gaya-gayaan ya, tapi desain itu bantu mata pengemudi adaptasi dari cahaya terang ke gelap supaya enggak silau waktu masuk.
Namun kenapa sih enggak dipapas aja tuh gunungnya? Jawabannya karena bukit di sana tuh materialnya vulkanik yang labil banget, di mana berarti gampang runtuh kalau kena air hujan.
Makanya para insinyur milih pakai metode NATM dari Austria untuk menembus perbukitan Pamulihan ini. Yaitu dengan cara memperkuat dinding terowongan waktu penggalian. Kabarnya terowongan ini pun didesain untuk tahan sampai 100 tahun ya. Di mana terowongan ini pun bikin perjalanan Bandung ke Bandara Kertajati yang dulunya 3 jam jadi cuma 1 jam aja dong, Guys.