Usai Tak Terbukti Pakai Bahan Spons, Rumah Pedagang Es Jadul Ramai Didatangi Perwakilan Bupati yang Datang Bawa Bantuan

Retoria.id – Linimasa media sosial (medsos) tengah ramai memperbincangkan sejumlah aparat kepolisian di Jakarta Pusat yang menuduh pedagang es jadul alias es gabus menggunakan bahan spons.

Terkait hal itu, polisi kini telah memastikan es gabus yang belakangan ini viral di medsos itu tergolong aman atau layak konsumsi.

Barang jualan es jadul yang dijual sang kakek bernama Sudrajat itu dinyatakan tidak mengandung bahan berbahaya seperti polyurethane foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spons cuci.

Kini, kediaman sang kakek di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ramai didatangi sejumlah perwakilan bupati untuk memberikan bantuan.

Baca Juga: Sempat Unggah Momen Ikut Diklat, Chiki Fawzi Ungkap Mendadak Dicopot dari Petugas Haji 2026 – Batal jadi Petugas Haji 2026, Chiki Fawzi: Jujur Sedih B

Dalam unggahan Instagram @pembasmii.kehaluan, pada Rabu, 28 Januari 2026, Sudrajat terlihat menerima berbagai bantuan dari pihak perwakilan Bupati Bogor tersebut.

“Bantuan yang diberikan bukan sekadar simpati. Rumah tidak layak huni akan dibedah, Pak Sudrajat kini terdaftar sebagai penerima BPJS PBI,” tulis postingan itu.

“Dan sang anak yang sempat putus sekolah dijamin bisa kembali melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Berkaca dari hal itu, sebagian publik kini menilai kisah yang dialami sang pedagang es jadul tersebut menjadi pengingat, kejujuran tidak pernah ada sia-sia untuk diperjuangkan.

“Mari kita kawal bersama agar bantuan ini benar-benar membawa perubahan bagi keluarga Pak Sudrajat,” tutup postingan tersebut.

Polisi yang Tuduh Sudrajat Minta Maaf

Secara terpisah, sebelumnya Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, Aiptu Ikhwan Mulyadi mengaku salah usai sempat menuduh Sudrajat selaku pedagang es jadul di Kemayoran menggunakan bahan spons.

Dalam video yang dibagikan Instagram resmi Polres Metro Jakarta Pusat @polresmetrojakartapusat, pada Selasa, 27 Januari 2026, Ikhwan menuturkan permohonan maafnya kepada sang pedagang es jadul.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas kegaduhan yang timbul akibat video yang sempat beredar luas di media sosial,” ujar Ikhwan.

Ikhwan menjelaskan, tindakan yang ia lakukan bersama seorang anggota Babinsa merupakan respons cepat atas laporan masyarakat yang khawatir akan adanya dugaan peredaran makanan yang tergolong tak layak konsumsi.

“Niat kami semata-mata untuk mengedukasi, agar tidak ada konsumen yang dirugikan dan memastikan masyarakat merasa aman dalam membeli makanan di lingkungannya,” terang Ikhwan.

“Dalam situasi tersebut, kami hanya berusaha menjalankan tugas dengan cepat untuk mencegah potensi bahaya,” tandasnya.

Meski demikian, Ikhwan mengakui bahwa dirinya telah bertindak terlalu cepat dengan menarik kesimpulan tanpa menunggu hasil pemeriksaan ilmiah dari pihak berwenang, termasuk Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

Ikhwan tidak menampik, dirinya seharusnya melakukan proses klarifikasi dan verifikasi terlebih dahulu sebelum memberikan informasi kepada masyarakat.

“Atas kekeliruan tersebut, kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya, khususnya kepada Bapak Sudrajat, pedagang es yang terdampak langsung oleh kejadian ini,” tandasnya.

Tak Terbukti Pakai Bahan Spons

Dalam kesempatan berbeda, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra memastikan es jadul milik Sudrajat tidak mengandung bahan berbahaya.

“Tim Dokkes telah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” kata Roby dalam pernyataan resminya di Jakarta, pada Minggu, 25 Januari 2026.

Kepastian ini didapatkan setelah Tim Keamanan Pangan Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Polda Metro Jaya memeriksa seluruh sampel es kue, es gabus, agar-agar dan coklat meses dari pedagang.

Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu, 24 Januari 2026, yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan material busa kasur maupun spons cuci, yang berbahaya untuk dikonsumsi. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/nasional/2572204966/usai-tak-terbukti-pakai-bahan-spons-rumah-pedagang-es-jadul-ramai-didatangi-perwakilan-bupati-yang-datang-bawa-bantuan

Rekomendasi