Retoria.id – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Tanah Sumatera pada akhir November 2025 lalu, sempat menghebohkan jagat media sosial.
Kala itu, banyak dari kalangan pejabat publik, artis, hingga influencer datang membawakan bantuan untuk para korban yang tersebar di 3 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Termasuk salah satunya, pendakwah kondang, Salim A Fillah yang hingga kini masih memantau perkembangan perbaikan infrastruktur hingga pendidikan bagi anak-anak yang turut menjadi korban bencana di Sumatera.
Dalam unggahan Instagram terbarunya, @salimafillah_official, pada Jumat, 30 Januari 2026, Salim mengingatkan publik di Tanah Air agar tidak melupakan kondisi para korban pascabencana di Sumatera.
“Semoga kita tidak lupa, bahwa Sumatera masih tidak baik-baik saja,” ungkapnya.
Terdapat salah satu sektor yang turut menjadi perhatian sang pendakwah, yakni pendidikan bagi anak-anak yang terdampak bencana di Sumatera.
Baca Juga: Debu Pekat Mengancam Aceh Tamiang, Warga: Hujan jadi Kuala Lumpur, Panas jadi Padang Pasir
Dalam pernyataannya, Salim menuturkan pihaknya bersama tim relawan di Aceh, bersepakat untuk tidak lagi mendirikan sekolah di kawasan terdampak bencana.
“Kami memilih untuk mengaktifkan kembali sekolah-sekolah, bekerja sama dengan para guru,” terangnya.
Salim menjelaskan, hal itu mulai dari membersihkan sekolah, mengirimkan buku, hingga memberikan penunjang belajar.
“Agar anak-anak tetap bisa bersekolah,” jelas sang pendakwah.
Salim mengatakan, pihaknya merasa pendidikan adalah prioritas utama dalam perbaikan kawasan pascabencana di Sumatera.
Lagi-lagi, alasannya demi satu tujuan, yaitu agar anak-anak yang turut menjadi korban, tetap bisa menimba ilmu untuk masa depan mereka.
“Kami merasa, pendidikan adalah prioritas. Anak-anak harus terus belajar,” tutur Salim.
Berkaca dari hal itu, Salim mengutarakan pandangannya tentang mulai sepinya para influencer yang datang ke lokasi bencana.
“Tugas yang paling berat karena tidak banyak lagi influencer yang datang,” terangnya.
“Siapapun yang saat ini masih datang dan peduli bencana Sumatera, bagikan postingan tentang mereka, jangan biarkan mereka sendirian,” tutup Salim. (*)