Retoria.id – Trump memperingatkan Iran agar tidak meningkatkan serangan, sementara Ketua Parlemen Iran bersumpah akan melancarkan “pukulan yang menghancurkan” sebagai balasan atas pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei serta berlanjutnya serangan AS–Israel.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak meningkatkan serangannya melalui sebuah unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, setelah Teheran melontarkan ancaman menyusul pengakuannya atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
“Iran baru saja menyatakan bahwa mereka akan menyerang dengan sangat keras hari ini, lebih keras dari sebelumnya,” tulis Trump.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan pasca-serangan terkoordinasi AS–Israel terhadap Iran.
Trump memperingatkan Iran agar tidak meningkatkan serangan dalam unggahan di Truth Social, dengan mengatakan bahwa Amerika Serikat akan merespons dengan kekuatan “yang belum pernah terlihat sebelumnya”.
Baca Juga: Sekitar 2 Jam Usai Diserang, Iran Langsung Balas Israel dengan Rudal: Pertahanan Zionis Jebol
Pada Minggu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf mengecam para pemimpin Amerika Serikat dan Israel sebagai “penjahat kotor”, seraya memperingatkan bahwa mereka akan menghadapi “pukulan yang menghancurkan” atas serangan berkelanjutan terhadap Republik Islam Iran.
“Kalian telah melampaui garis merah kami dan harus membayar harganya,” kata Qalibaf dalam pidato yang disiarkan televisi, menjadikannya pejabat Iran berpangkat tertinggi yang tampil ke publik sejak serangan dimulai.
“Kami akan melancarkan pukulan yang begitu menghancurkan hingga kalian sendiri akan dipaksa untuk memohon.”
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan besar-besaran terhadap Iran yang dilakukan oleh Israel dan Amerika Serikat.
Peristiwa ini menimbulkan ketidakpastian atas masa depan Republik Islam serta meningkatkan kekhawatiran akan ketidakstabilan regional.
Televisi pemerintah Iran dan kantor berita milik negara, Islamic Republic News Agency, melaporkan kematian pria berusia 86 tahun itu pada Minggu dini hari.
Trump telah mengumumkannya beberapa jam sebelumnya, dengan mengatakan bahwa peristiwa tersebut memberi rakyat Iran “kesempatan terbesar” mereka untuk “merebut kembali” negara mereka.
Pengumuman itu menyusul kampanye udara terkoordinasi AS–Israel yang menargetkan fasilitas militer dan pemerintahan Iran. Menurut Trump, “pemboman berat dan presisi” tersebut akan berlanjut sepanjang pekan atau selama diperlukan.
Serangan ini menandai eskalasi dramatis keterlibatan AS di Iran, serta menjadi kali kedua dalam delapan bulan pemerintahan Trump melancarkan serangan saat perundingan mengenai program nuklir Teheran masih berlangsung.
Kematian Khamenei setelah puluhan tahun berkuasa diperkirakan luas akan meninggalkan kekosongan kepemimpinan besar, mengingat belum adanya penerus yang diumumkan secara terbuka dan besarnya otoritas pemimpin tertinggi atas keputusan-keputusan kunci negara. (*)