RI Kekurangan Dokter, DPR Usul Pakai AI

Tantangan Implementasi AI

Meskipun usulan penggunaan AI muncul sebagai solusi darurat, rencana ini menghadapi tantangan besar terkait infrastruktur digital di daerah terpencil seperti di Mamberamo Raya.

Melansir dinkes.kepriprov.go.id, penggunaan AI yang andal membutuhkan koneksi internet yang stabil untuk mengakses database medis  secara real-time. Ketimpangan infrastruktur internet di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) dapat menghambat fungsi teknologi tersebut.

Selain itu, para ahli kesehatan mewaspadai risiko penggunaan AI tanpa pengawasan dokter. AI bekerja berdasarkan pola data dan tidak memiliki kemampuan untuk melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh.

Risiko halusinasi atau kesalahan diagnosa oleh AI dapat terjadi karena keterbatasan sistem dalam memahami kondisi tubuh pasien secara nyata, seperti bahasa tubuh, rona wajah, atau suara pasien.

Tanpa pengawasan tenaga profesional, penggunaan AI justru berisiko menyebabkan salah penanganan, keterlambatan tindakan medis pada kasus sensitif, serta ancaman kebocoran data kesehatan pribadi pasien.

AI hingga saat ini dipandang oleh berbagai praktisi medis hanya sebagai alat bantu pelengkap, bukan pengganti fungsi utama dokter dalam memberikan diagnosa dan keputusan klinis yang akurat.

Pages: 1 2 3Show All

Siti Zulaikha merupakan reporter Retoria.id sejak 2019 yang kini berdomisili di Yogyakarta. Mulai menekuni dunia kepenulisan terkait sepak bola sejak 2009, ia pernah masuk ke beberapa portal berita terpopuler di Indonesia. Sebagai reporter Retoria.id, Siti Zulaikha berfokus membuat tulisan isu-isu yang sedang viral dari berbagai sisi dengan gaya tulisan ringan dan informatif.

Rekomendasi