Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa beban kerja tenaga kesehatan memang sangat tinggi karena jumlah dokter yang tidak sebanding dengan populasi.
“Masalah pertama yang kita lihat adalah beban dari dokter itu banyak sekali. Jadi kita sering sekali dengar, *internship* itu dipekerjakan pengganti dokter yang ada, PPDS kerjanya sampai pagi-pagi, subuh-subuh. Beban dari dokter-dokter kerjanya sampai malam-malam,” ujar Budi, Kamis (25/6/2026).

Kondisi ini diperparah dengan distribusi yang tidak merata, di mana sebagian besar dokter terkonsentrasi di kota-kota besar atau Pulau Jawa.
Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan menunjukkan rasio dokter di Indonesia saat ini berada di angka 0,47:1.000, yang berarti satu dokter harus melayani sekitar 2.128 penduduk.
Angka ini jauh di bawah standar ideal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 1:1.000. Untuk populasi sekitar 284 juta jiwa, Indonesia idealnya membutuhkan 284.000 dokter, sementara jumlah dokter saat ini hanya sekitar 129.147, sehingga terdapat defisit sekitar 155.000 dokter.
Bahkan, di beberapa daerah terpencil, satu dokter harus melayani hingga 5.000 hingga 10.000 penduduk. Rasio dokter spesialis pun lebih timpang, yakni hanya berkisar 0,28:1.000 penduduk.
Budi mencontohkan kondisi di Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, yang menjadi sorotan nasional akibat krisis tenaga medis.
“Kemarin kita kedatangan Bupati Mamberamo Raya, tidak ada satu pun dokter spesialis di sana. Dokter giginya 0. Puskesmasnya, mungkin ada dari 17, 12 puskesmas enggak punya dokter. Jadi masalah utamanya karena memang kita kekurangan dokter sehingga akibatnya bebannya tinggi sekali,” terang Budi.
Siti Zulaikha merupakan reporter Retoria.id sejak 2019 yang kini berdomisili di Yogyakarta. Mulai menekuni dunia kepenulisan terkait sepak bola sejak 2009, ia pernah masuk ke beberapa portal berita terpopuler di Indonesia. Sebagai reporter Retoria.id, Siti Zulaikha berfokus membuat tulisan isu-isu yang sedang viral dari berbagai sisi dengan gaya tulisan ringan dan informatif.