Buku yang kamu harapkan Orang Tuamu Pernah Membaca

Retoria.id – Setiap anak membutuhkan kelembutan dan penerimaan, sentuhan fisik, kehadiran nyata orang tuanya, cinta sekaligus batasan, dan pemahaman.

Dapat bermain dengan orang-orang dari berbagai usia, pengalaman yang menenangkan, serta waktu dan perhatian yang sangat besar dari orang tua.

Barangkali itu terdengar sangat sederhana! Buku ini sebenarnya bisa saja berakhir di sini. Namun tidak, karena selalu ada rintangan.

Kehidupan sering kali menjadi penghalang: kondisi hidup, pengasuhan anak, masalah finansial, sekolah, pekerjaan, keterbatasan waktu, kesibukan, dan sebagainya. Dan seperti yang kamu tahu, daftar ini belumlah lengkap.

Namun, penghalang terbesar sering kali justru berasal dari sesuatu yang kita sendiri terima ketika masih bayi dan anak-anak.

Baca Juga: Rekomendasi Reed Diffuser Beraroma Woody dan Rempah, Bikin Ruang Keluarga Makin Terasa Hangat

Jika kita tidak meninjau kembali bagaimana kita dibesarkan dan warisan emosional yang kita terima, semua itu bisa kembali dan “menggigit” kita. Mungkin Anda pernah, tanpa sadar, berkata: “Aku membuka mulut dan kata-kata ibuku keluar.”

Tentu saja, akan sangat baik jika kata-kata itu adalah kata-kata yang dulu membuatmu merasa diterima, dicintai, dan aman. Tetapi sayangnya, sebagian besar dari kata-kata itu justru sebaliknya.

Apa yang Menghalangi Hubungan yang Sehat?

Hal-hal yang dapat menjadi penghalang antara orang tua dan anak antara lain: kurangnya rasa percaya diri, sikap pesimistis, tembok pertahanan emosional yang kita bangun, serta ketakutan kita untuk “kalah” oleh perasaan.

Dalam konteks hubungan dengan anak, hambatan itu bisa berupa sifat anak yang mengganggu kita, atau harapan dan ketakutan kita terhadap mereka.

Kita hanyalah satu mata rantai dalam sebuah rantai yang telah berlangsung ribuan tahun dan entah sampai kapan akan terus berlanjut.

Kabar Baiknya: Hubungan Bisa Dibangun Kembali

Kabar baiknya adalah: kamu bisa belajar membentuk ulang hubunganmu. Dan perubahan ini bukan hanya akan memperbaiki kehidupan anak-anakmu, tetapi juga kehidupan anak-anak mereka kelak. Kamu bisa mulai sekarang.

Kamu tidak harus mengulangi semua hal yang pernah dilakukan kepadamu. Kamu bisa melepaskan hal-hal yang tidak berguna.

Jika kamu sudah menjadi orang tua, atau akan segera menjadi orang tua, kamu dapat membuka kembali pengalaman masa kecilmu: mengenalnya, meninjau apa yang terjadi, merasakan bagaimana perasaanmu saat itu, dan bagaimana perasaanmu sekarang.

Setelah semuanya dijelaskan dan diperiksa dengan jujur, kamu hanya perlu membawa kembali apa yang benar-benar kamu butuhkan.

Jika selama masa tumbuh kembang kamu lebih sering diperlakukan sebagai individu yang unik dan berharga, menerima cinta tanpa syarat, mendapatkan perhatian positif yang cukup, serta memiliki hubungan keluarga yang memuaskan, maka proses meninjau masa kecil kemungkinan besar tidak akan terlalu menyakitkan.

Sebaliknya, pengalaman itu akan memberimu cetak biru untuk membangun hubungan yang sehat dan fungsional baik dalam keluarga maupun masyarakat.

Tentang Buku dan Penulis

Dalam Buku yang Anda Harap Orang Tua Anda Pernah Membacanya, Philippa Perry menjelaskan bagaimana membangun hubungan dengan anak, serta menunjukkan faktor-faktor yang membuat ikatan itu menjadi lebih kuat dan efektif.

Buku ini tidak secara langsung membahas teknik pengasuhan praktis seperti menyapih anak atau cara mengganti pempes.

Buku ini adalah tentang bagaimana kamu dibesarkan, dan bagaimana pengalaman tersebut memengaruhi peran serta perilakumu sebagai orang tua.

Buku ini berbicara tentang kesalahan terutama kesalahan yang tidak pernah ingin kamu lakukan dan tentang apa yang dapat kamu lakukan ketika kesalahan itu terjadi.

Kamu tidak akan menemukan daftar trik, kiat, atau strategi parenting instan. Bahkan, buku ini terkadang bisa membuatmu merasa tidak nyaman, marah, atau justru menjadikanmu orang tua yang lebih baik.

Philippa Perry menulis buku ini sebagai buku yang ia sendiri harapkan telah ia baca ketika pertama kali menjadi seorang ibu.

Apa yang Ingin Disampaikan Buku Ini?

Dalam buku ini ditegaskan bahwa semua orang tua ingin anak-anak mereka bahagia dan ingin mencegah kehidupan mereka menjadi rumit sebagaimana kerumitan yang mungkin dialami orang tua mereka dahulu. Namun, bagaimana cara melakukannya?

Dalam buku yang cerdas, hangat, dan menyenangkan ini, psikiater ternama Philippa Perry menjelaskan apa yang benar-benar penting dan perilaku apa yang sebaiknya dihindari.

Pendekatannya dimulai dari orang tua itu sendiri: dari struktur psikologis mereka, masa lalu mereka, dan bagaimana semua itu memengaruhi cara mereka mengasuh anak.

Alih-alih menawarkan “rumus sempurna”, Perry melihat gambaran besar tentang elemen-elemen yang membentuk hubungan orang tua dan anak.

Buku ini membantumu untuk:

  • Memahami bagaimana pola asuh yang kamu terima memengaruhi caramu mengasuh anak
  • Menerima bahwa kamu akan membuat kesalahan dan apa yang bisa kamu lakukan terhadap kesalahan tersebut
  • Memutus siklus dan pola negatif
  • Mengelola emosi diri sendiri dan emosi anak
  • Memahami berbagai cara membangun komunikasi yang sehat

Kutipan Pilihan dari Buku

Mungkin tampak benar untuk meremehkan, menghakimi, mengalihkan, atau menyalahkan perasaan anak.

Kita tidak ingin orang yang kita cintai merasa sedih, dan kita juga tidak ingin membuka diri terhadap kemarahan atau kesedihan mereka emosi yang terasa mengancam dan menakutkan, seolah-olah kita sedang memperkuatnya.

Namun ketika perasaan tidak diterima, perasaan itu tidak menghilang. Ia hanya bersembunyi di tempat di mana ia tumbuh lebih buruk dan kelak menimbulkan masalah dalam hidup.

Pikirkan ini: ketika suara Anda tidak didengar, kapan Anda harus berteriak paling keras? Perasaan perlu didengar.

Saya tidak ingin Anda merasa bersalah atas reaksi masa lalu Anda terhadap perasaan anak, tetapi saya ingin menekankan betapa pentingnya memahami, mengakui, dan memvalidasi emosi anak Anda.

Penyebab paling umum depresi pada orang dewasa bukanlah apa yang sedang mereka alami saat ini, melainkan karena pada masa kanak-kanak mereka tidak belajar bagaimana menenangkan diri dalam hubungan dengan orang tua.

Ketika seorang anak tidak dipahami, tidak ditenangkan, disuruh menekan emosinya, atau dibiarkan sendirian dengan kemarahan dan kesedihannya, kapasitasnya untuk menoleransi emosi yang menyakitkan semakin menurun sementara ketidakstabilan emosional justru semakin meningkat. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/resensi/2572221186/buku-yang-kamu-harapkan-orang-tuamu-pernah-membaca

Rekomendasi