Retoria.id — Malam ini, rumah anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama—lebih dikenal publik sebagai Uya Kuya—digeruduk oleh sekelompok massa tak dikenal. Peristiwa ini diduga merupakan reaksi langsung terhadap kontroversi yang mencuat beberapa hari terakhir .
Detik-Detik Penyerangan dan Penjarahan
Rekaman video yang tersebar di media sosial memperlihatkan massa mendesak masuk ke dalam kediaman Uya Kuya. Mereka bergerak secara cepat, menjarah sejumlah barang pribadi dan bahkan menaiki lantai atas rumah. Foto keluarga yang terpampang di halaman rumah sempat terlihat oleh para pelaku.
Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah kejadian serupa dialami oleh anggota DPR lainnya: Eko Patrio dan Ahmad Sahroni, di mana rumah keduanya juga menjadi sasaran massa dan mengalami kerusakan dan penjarahan barang.
Latar Belakang Kericuhan
Gelombang penyerbuan ini merupakan bagian dari eskalasi kemarahan publik yang dipicu oleh penolakan terhadap kebijakan tunjangan DPR yang dinilai tidak sensitif terhadap kondisi rakyat, serta insiden tragis seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan, yang tewas tertabrak kendaraan taktis Brimob saat demo di sekitar DPR pada 28 Agustus 2025 . Puluhan aksi protes merebak di berbagai wilayah, diikuti dengan kericuhan, pembakaran halte dan kendaraan, hingga penutupan MRT di sejumlah stasiun di Jakarta .
Reaksi Para Anggota DPR Terkait
Baca Juga: Rumah Ahmad Sahroni Diserbu Massa: Dari Patung Superhero hingga Simbol Amarah Publik
Dampak dan Implikasi Lebih Luas
Insiden ini menyoroti ketegangan antara publik dengan elit politik di tengah kemarahan yang memuncak terhadap kebijakan yang dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Penyerbuan rumah anggota DPR bukan hanya mencederai nilai-nilai hukum dan privasi, tetapi juga mencerminkan keresahan mendalam di tengah masyarakat. Tindakan tersebut meninggalkan dampak psikologis bagi keluarga korban, serta menambah beban pada institusi yang sedang berupaya memulihkan kepercayaan publik.