Jebolan ITB Sindir DPR dengan Rumus Fisika: Suara Rakyat Perlu 1 Miliar Orang untuk Didengar

 

Retoria.id – Kritik terhadap DPR kembali mencuat, kali ini dengan pendekatan yang unik. Seorang lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) menggunakan perhitungan fisika untuk menyindir bagaimana suara rakyat kerap diabaikan para wakilnya di Senayan.

Dengan menggunakan rumus dasar intensitas bunyi, ia menganalogikan bahwa agar suara rakyat benar-benar terdengar ke DPR, diperlukan setidaknya 1 miliar orang bersuara serentak. Sindiran ini viral di media sosial karena dianggap mewakili kekecewaan publik terhadap sulitnya aspirasi masyarakat diperhatikan.

Fisika sebagai Bahasa Kritik

Perhitungan sederhana itu menjelaskan bahwa semakin besar jumlah sumber suara, semakin tinggi intensitas bunyi yang dihasilkan. Dalam analogi sosial-politik, semakin banyak rakyat bersuara, seharusnya semakin kuat pula resonansi aspirasi mereka di gedung parlemen.

Namun, realitas politik sering kali menunjukkan sebaliknya. Ribuan bahkan jutaan suara rakyat melalui demonstrasi maupun petisi justru tidak selalu direspons secara memadai. Hal inilah yang membuat analogi “1 miliar suara” terasa masuk akal sekaligus menohok.

Baca Juga: Pertemuan 5 Jam di Istana Negara: Mampukah Meredam Gejolak Publik?

Viral di Tengah Gejolak Publik

Ungkapan jebolan ITB ini ramai dibicarakan di tengah gelombang demonstrasi yang menuntut perubahan kebijakan. Netizen menganggap pendekatan ilmiah tersebut menjadi cara kreatif sekaligus satir untuk menyoroti lemahnya sensitivitas DPR terhadap penderitaan rakyat.

“Kalau 1 miliar orang harus turun ke jalan baru didengar, berarti ada masalah serius dalam representasi,” tulis salah satu warganet.

Pesan yang Lebih Dalam

Analogi fisika ini tidak hanya soal bunyi, tetapi tentang legitimasi politik. DPR seharusnya mampu mendengar bahkan satu suara rakyat, karena mereka adalah representasi dari keseluruhan bangsa. Jika harus menunggu hingga jutaan orang turun ke jalan, maka fungsi representasi rakyat sudah kehilangan maknanya.

Sindiran “1 miliar suara baru terdengar” menjadi kritik keras terhadap DPR di tengah krisis kepercayaan publik. Melalui pendekatan sains, jebolan ITB tersebut berhasil menyampaikan pesan sederhana: suara rakyat tidak boleh diabaikan, berapapun jumlahnya.

Sumber: https://www.retoria.id/politik/2571540732/jebolan-itb-sindir-dpr-dengan-rumus-fisika-suara-rakyat-perlu-1-miliar-orang-untuk-didengar

Rekomendasi