Kemunafikan Tan Malaka: Di Hadapan Allah Saya Muslim Di Hadapan Manusia Saya Bukan Muslim

Retoria.id – Berbeda dengan Soekarno yang dalam sejarahnya kerap kali dikaitkan dengan berbagai mistik dan heroik, Tan Malaka hadir dengan berbagai stigma salah satunya tentang agama dan Ideologinya. Tak Heran jika keberadaan dan pengaruhnya hingga kini masih menimbulkan perdebatan. 

Di tahun 1922, Tan Malaka pernah ke Moskow, sebagai utusan Partai Komunis Indonesia untuk menghadiri Kongres Komunis Internasional. Pidato beliau di situ didokumentasikan dengan judul “Komunisme dan Pan-Islamisme”.

Kalau dibaca pidato itu dengan seksama, akan ditemukan kemunafikan atau sikap hipokrit Tan Malaka. Two-facedness atau dzul wajhaini (berwajah dua) memang karakter komunis. Di kelompoknya ia komunis, tapi ketika di tengah tengah Muslim, ia nampak sangat Islami. Betul betul serigala berbulu domba. Mari disimak kalimat beliau sebagai berikut:

“We have been asked at public meetings: Are you Muslims – yes or no? Do you believe in God – yes or no? How did we answer this? Yes, I said, when I stand before God I am a Muslim, but when I stand before men I am not a Muslim [loud applause], because God said there are many devils among men! [Loud applause.] Thus we inflicted a defeat on their leaders with the Qur’an in our hands, and at our congress last year we compelled the leaders of the Sarekat Islam, through their own members, to cooperate with us.

When a general strike broke out in March last year, the Muslim workers needed us, as we have the railwaymen under our leadership. The Sarekat Islam leaders said: You want to cooperate with us, so you must help us, too. Of course we went to them, and said: Yes, your God is powerful, but he has said that on this earth the railwaymen are more powerful! [Loud applause.] The railwaymen are God’s executive committee in this world. [Laughter.]”

Artinya:
“Kami sering ditanya pada pertemuan-pertemuan publik: Apakah Anda seorang Muslim – ya atau tidak? Apakah Anda percaya pada Tuhan – ya atau tidak? Bagaimana kami menjawabnya? Ya, saya katakan, ketika saya berdiri di hadapan Allah, saya seorang Muslim, tetapi ketika saya berdiri di hadapan manusia, saya bukan seorang Muslim [tepuk tangan meriah],

Baca Juga: Agama-Agama Diadili oleh Tan Malaka dan David Hume

karena Allah berfirman bahwa ada banyak setan di antara manusia! [Tepuk tangan meriah.] Dengan demikian kami memberikan kekalahan kepada para pemimpin mereka dengan Al-Qur’an di tangan kami, dan pada kongres kami tahun lalu kami memaksa para pemimpin Sarekat Islam, melalui anggota-anggota mereka sendiri, untuk bekerja sama dengan kami.

Ketika pemogokan umum meletus pada bulan Maret tahun lalu, para pekerja Muslim membutuhkan kita, karena kita memiliki para masinis di bawah kepemimpinan kita. Para pemimpin Sarekat Islam berkata: Kalian ingin bekerja sama dengan kami, jadi kalian juga harus membantu kami.

Tentu saja kami mendatangi mereka, dan berkata: Ya, Tuhan Anda memang berkuasa, tetapi Dia telah mengatakan bahwa di bumi ini para masinis lebih berkuasa! [Tepuk tangan meriah.] Para masinis adalah komite eksekutif Tuhan di dunia ini. [Tertawa.]”

Tanpa polesan apapun yang menjadikannya sosok religius dari para penggemar fanatiknya, kalimat-kalimat yang keluar dari Tan Malaka menjadi indikator yang cukup terang untuk mengatakan Tan Malaka hipokrit atau komunis sejati. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/politik/2571683304/kemunafikan-tan-malaka-di-hadapan-allah-saya-muslim-di-hadapan-manusia-saya-bukan-muslim

Rekomendasi