Lagu Oemar Bakri Bergema di Sidang, Makna di Balik Lirik yang Menyentuh tentang Guru dan Pengabdian

Retoria.id – Suasana sidang menjadi berbeda saat lagu “Oemar Bakri” karya Iwan Fals bergema di ruang persidangan. Meski Lagu lama, dirilis pada tahun 1981 silam lirik lagu ini masih terdengar relevan dan mencerminkan kondisi hari ini.

Setiap baitnya menyiratkan pesan dan kritik mendalam tentang pengabdian, ketulusan, dan ketimpangan dalam apresiasi terhadap guru.

Baca Juga: Lagu Oemar Bakri Bergema di Sidang MK, Uang Pensiun Pejabat DPR Dinilai Ciptakan Ketimpangan Nyata bagi Warga RI

Lirik dan Cerita di Balik Oemar Bakri

Lagu ini menceritakan sosok Oemar Bakri, seorang guru yang mengabdi puluhan tahun dengan dedikasi tinggi. Melalui liriknya, Iwan Fals menggambarkan pengorbanan seorang guru yang sederhana:

“Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri,
Oemar Bakri, Oemar Bakri, 40 tahun mengabdi.”

Dalam setiap baris, tersirat rasa hormat dan kekaguman terhadap pengabdian guru yang konsisten, meski imbalannya tidak sebanding.

Lirik-liriknya menyoroti keseharian Oemar Bakri, dari mengayuh sepeda tua, menghadapi murid-murid nakal, hingga menjalani rutinitas yang melelahkan namun tetap setia mengajar.

“Laju sepeda kumbang di jalan berlubang,
Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang.”

Selain menceritakan aktivitas guru, lagu ini juga menyinggung realitas sosial di mana pengabdian tulus seringkali kurang diapresiasi.

Nada satir dan jenaka Iwan Fals memberi warna pada lirik yang serius, membuat pendengar tersadar sekaligus tersentuh.

Makna yang Lebih Dalam

Menurut para pengamat musik dan pendidikan, lagu ini bukan sekadar kisah individual, melainkan simbol dari pengorbanan semua guru di Indonesia.

Ia menekankan nilai-nilai kesederhanaan, kejujuran, dan ketekunan. Bahkan di usia lanjut, Oemar Bakri tetap setia mengabdi, mengajarkan ilmu pasti, dan membimbing murid-muridnya.

“Banyak ciptakan menteri, profesor, dokter, insinyur pun jadi,
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri.”

Baris ini menyuarakan kritik sosial tersirat: pengabdian guru seringkali tidak diimbangi apresiasi yang layak, baik dari segi penghargaan maupun materi.

Lagu ini menjadi cermin refleksi tentang pentingnya menghargai tenaga pendidik sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Lagu Sebagai Media Refleksi

Membawakan lagu ini di sidang, memberi ruang bagi pendengar untuk merenungkan nilai kerja keras dan dedikasi yang seringkali luput dari perhatian.

Nada dan liriknya menyeimbangkan kesedihan, humor, dan pesan moral yang mendalam, sehingga lagu “Oemar Bakri” tetap relevan untuk menggugah kesadaran publik tentang penghargaan terhadap guru.

“Oemar Bakri, Oemar Bakri, pegawai negeri,
Oemar Bakri, Oemar Bakri, 40 tahun mengabdi.”

Dengan pengulangan nada dan kata, lagu ini menegaskan bahwa dedikasi guru adalah hal yang layak mendapat perhatian dan apresiasi setiap warga negara.

Lirik Guru Oemar Bakrie Full

Tas hitam dari kulit buaya
Selamat pagi
Berkata bapak Umar Bakri
Ini hari aku rasa kopi nikmat sekali
Tas hitam dari kulit buaya
Mari kita pergi memberi pelajaran ilmu pasti
Itu murid bengalmu mungkin sudah menunggu
Laju sepeda kumbang di jalan berlubang
Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang
Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
Banyak polisi bawa senjata berwajah garang
Bapak Umar Bakri kaget apa gerangan?
“Berkelahi pak!” jawab murid seperti jagoan
Bapak Oemar Bakrie takut bukan kepalang
Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut
Cepat pulang
Busyet
Standing dan terbang
Oemar Bakrie Oemar Bakre
Pegawai negeri
Oemar Bakrie Oemar Bakrie
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Oemar Bakri Oemar Bakrie
Banyak ciptakan menteri
Oemar Bakrie
Profesor dokter insinyurpun jadi
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie
Seperti dikebiri
Yi-hi-hi
Wu -hu
Laju sepeda kumbang di jalan berlubang
Selalu begitu dari dulu waktu jaman Jepang
Terkejut dia waktu mau masuk pintu gerbang
Banyak polisi bawa senjata berwajah garang
Bapak Oemar Bakrie kaget apa gerangan?
“Berkelahi pak!” jawab murid seperti jagoan
Bapak Oemar Bakrie takut bukan kepalang
Itu sepeda butut dikebut lalu cabut kalang kabut Bakrie kentut
Cepat pulang
Oemar Bakrie Oemar Bakrie
Pegawai negeri
Oemar Bakrie Oemar Bakrie
Empat puluh tahun mengabdi
Jadi guru jujur berbakti memang makan hati
Oemar Bakri Umar Bakri
Banyak ciptakan menteri
Oemar Bakrie
Bikin otak orang seperti otak Habibie
Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakrie
Seperti dikebiri
Ih yu-uu
Bakrie Bakrie
Kasihan amat loe jadi orang
Gawat! (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/politik/2572186973/lagu-oemar-bakri-bergema-di-sidang-makna-di-balik-lirik-yang-menyentuh-tentang-guru-dan-pengabdian

Rekomendasi