Retoria.id – Sistem pendidikan ibarat palet warna. Warnanya banyak dan berbeda-beda, tetapi kadang satu bertemu dengan yang lain, menciptakan nuansa baru. Demikian pula dengan sistem pendidikan di seluruh dunia.
Dengan kesamaan dan perbedaan mereka, kelebihan dan kekurangan, semuanya memiliki sesuatu untuk ditunjukkan tentang budaya dan peradaban tiap negara.
Meskipun sebagian besar sistem pendidikan cenderung terbagi menjadi pendidikan dasar, menengah, dan tinggi, setiap negara membedakan diri dalam elemen-elemen tertentu, memberi penekanan pada mata pelajaran yang berbeda di setiap jenjang sekolah dan menerapkan metode pendidikan yang khas.
Dari cara tradisional, yang menempatkan guru sebagai “tahu segalanya” untuk menyalurkan pengetahuan, hingga praktik pendidikan yang lebih maju dan pengalaman langsung, yang menempatkan guru dan murid sebagai mitra setara dalam perjalanan pengetahuan baru, berikut ini kami menelusuri pendidikan dunia dalam lima halaman!
DENMARK
Mendidik Orang yang Paling Bahagia
Sebuah liputan tentang sistem pendidikan berbeda di seluruh dunia tentu tidak bisa melewatkan Denmark. Alasannya cukup dikenal.
Denmark selalu muncul di peringkat atas dunia sebagai negara dengan orang-orang paling bahagia. Namun, orang dewasa yang bahagia menunjukkan bahwa mereka juga adalah anak-anak yang bahagia!
Baca Juga: Nilai Pendidikan Liberal Arts di Era Teknologi: Pentingnya Keterampilan Kritis & Kreativitas
Logika ini mendorong saya untuk mencari tahu metode pendidikan unik apa yang digunakan orang Denmark.
Rahasia kebahagiaan
Jawabannya sederhana namun mendasar. Basis sistem pendidikan Denmark bukanlah nilai atau prestasi akademik. Melainkan sesuatu yang lebih mendalam: interaksi dengan tubuh, pemahaman dan ekspresi emosi, serta perkembangan sosial dan emosional siswa.
Sekolah di Denmark mendorong evaluasi pribadi untuk setiap murid, berdasarkan nilai dan kemampuan masing-masing. Bagi orang Denmark, setiap orang dapat menemukan posisinya di masyarakat melalui kontribusi pekerjaannya.
Semua ini dimulai dari pendidikan dasar, bahkan sudah tertanam sejak usia prasekolah. Undang-undang Denmark menyebutkan dengan tegas: sistem pendidikan dasar harus memberikan siswa tidak hanya pengetahuan dasar, tetapi juga keterampilan penting untuk pengembangan kepribadian anak.
Sehari-hari murid sekolah dasar
Di sini, permainan dipadukan dengan belajar. Murid kelas satu dan dua memulai hari dengan duduk di lantai memeluk boneka atau bantal empuk. Guru mereka membacakan dongeng.
Dengan cara ini, guru Denmark mengaktifkan indra murid kecil, yang membantu mereka menyerap pengetahuan baru dengan lebih baik. Selanjutnya, giliran pelajaran Bahasa.
Jam pelajaran tidak berlangsung lama seperti di sekolah Yunani, tetapi belajar segera diikuti permainan. Upaya murid untuk menyerap informasi baru dihargai dengan waktu istirahat.
Sekolah dasar 10 tahun
Satu tahun di taman kanak-kanak, enam tahun di sekolah dasar, dan tiga tahun di sekolah menengah pertama bersifat wajib dan berlangsung di institusi yang sama. Artinya, murid tidak berpindah sekolah dari TK ke SD atau saat masuk SMP.
Oleh karena itu, digunakan istilah folkeskole, yang harus diikuti semua murid dari usia 6 hingga 16 tahun. Tahun kesebelas, seperti kelas 1 SMA, bersifat opsional, tetapi tetap di sekolah yang sama.
Ide di balik folkeskole adalah membentuk komunitas murid yang tetap sama selama 10-11 tahun, sehingga mereka berbagi pengalaman dalam semua mata pelajaran dengan teman sebaya.
Prinsip utama
1. Kesejahteraan (trivsel): Konsep inti sistem pendidikan Denmark. Kesuksesan akademik memerlukan kebahagiaan pribadi, karena menurut orang Denmark, ketika merasa baik, belajar lebih mudah. Maka *trivsel* lebih penting daripada nilai tinggi.
2. Keunikan (differentiere): Murid diperlakukan sebagai individu unik dengan kekuatan dan kelemahan masing-masing. Berbeda dengan sistem tradisional yang menekankan “pemikiran konvergen”, Denmark mengadopsi “pemikiran divergen” yang mendorong imajinasi dan ide baru.
3. Pandangan anak (barnesyn): Melihat dunia melalui mata anak. Dalam pendidikan, ini berarti orang dewasa memahami apa yang ingin dipelajari anak. Anak-anak menunjukkan apa yang penting dan menarik dalam pembelajaran.
KOREA SELATAN
Pendidikan yang Sangat Menuntut
Di belahan bumi lain, ada sistem pendidikan yang berlawanan dengan Denmark: Korea Selatan. Budayanya tidak menekankan bakat individu, tetapi kerja keras. Tak heran murid Korea menduduki peringkat atas dalam kompetisi PISA internasional.
Prestasi ini diraih dengan kerja keras luar biasa. Korea Selatan terkenal dengan sistem pendidikan paling keras, di mana kesuksesan akademik menjadi kunci pencapaian karier dan status sosial.
Dukungan negara
Persaingan ketat ini muncul dari kebijakan negara yang mendanai pendidikan hingga 75% kebutuhan sekolah. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi luas: siswa menggunakan buku digital, Wi-Fi, dan laptop sendiri.
Sekolah dan kursus tambahan
Jadwal mingguan mencakup pelajaran bahasa Korea, matematika, fisika, bahasa Inggris, dan pendidikan moral. Setelah pulang, murid membersihkan kelas dan lanjut ke cram schools, belajar hingga pukul 22.00 atau lebih, bahkan pada Sabtu.
Peran ibu yang ketat
Ibu bertindak sebagai pengawas penuh, memastikan anak-anak belajar terus-menerus.
Fakta unik
1. Sepatu sekolah: Murid mengganti sepatu luar dengan sepatu dalam.
2. Tinggi badan menentukan tempat duduk: Murid duduk berdasarkan tinggi badan, bukan teman dekat.
3. Hubungan dekat dilarang: Berkencan dengan teman sekelas bisa berujung pada sanksi, bahkan teman yang “melaporkan” hubungan rahasia mendapat penghargaan.
AFRIKA SELATAN
Kesejahteraan negara melalui pendidikan
Nelson Mandela berkata: “Pendidikan adalah mesin pengembangan pribadi terbesar. Ini senjata terkuat untuk mengubah dunia.”
Namun, realitas saat ini berbeda. Di negara dengan ekonomi kedua terbesar di Afrika, pendidikan masih menjadi hak istimewa kalangan kaya, warisan apartheid.
Kondisi sekolah
Sekolah sering kekurangan fasilitas, kelas padat, dan hasil belajar rendah. Pendaftaran terkadang tergantung ras, status ekonomi, dan lokasi. Sekolah berbayar, tetapi ada keringanan biaya bagi yang kurang mampu atau anak yatim.
Seni tari
Banyak anak kurang mampu belajar balet, misalnya di Joburg School of Dance, untuk prospek karier di tari klasik maupun modern.
Fakta tambahan
1. Bahasa pengantar: Inggris diajarkan dari kelas 1 sejak 2009.
2. Kekerasan di sekolah: 40 persen anak pernah menjadi korban kejahatan di sekolah.
3. Kegagalan sekolah: Partisipasi pendidikan menengah menurun drastis, banyak siswa usia 20-an masih di sekolah menengah.
BARBADOS
Pendidikan sebagai fondasi kesejahteraan negara
Negara Karibia kecil ini memiliki salah satu sistem pendidikan paling terorganisir. Setelah merdeka dari Inggris tahun 1966, Barbados menginvestasikan 15 miliar dolar dalam pendidikan.
Struktur sekolah
Sistem pendidikan mengikuti model Inggris, dengan penyesuaian lokal. Pendidikan dasar dan menengah tersedia untuk semua anak, menurunkan buta huruf di bawah 1 persen. Sekolah dilengkapi teknologi modern.
Rincian pendidikan
1. Sekolah dasar: 6 tahun, mulai usia 5 tahun, dengan sekolah menyediakan makan siang.
2. Homeschooling: Tersedia atas permintaan orang tua.
3. Guru: Pendidikan guru berkelanjutan, mengikuti seminar metode pengajaran dan teknologi baru.
4. Pendidikan tinggi: Gratis selama tiga tahun, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan negara.
UNITED ARAB EMIRATES (UEA)
Pendidikan dalam lingkungan multikultural
UEA terdiri dari 7 emirat. Meski dikenal dengan Dubai dan Abu Dhabi, penduduk asli hanya 20%, sisanya migran dari India, Pakistan, dan Bangladesh. Kebijakan inklusi diterapkan juga di pendidikan.
Sistem pendidikan modern
Sejak merdeka 1971, pendidikan wajib untuk anak 5 tahun ke atas. TK menerima anak mulai 18 bulan, dengan fokus bahasa Inggris. SD dimulai usia 6 tahun, Arab sebagai bahasa utama, Inggris sebagai bahasa asing pertama. Ada sekolah swasta dengan bahasa pengantar Inggris, Hindi, Prancis, dan Rusia.
Sekolah menengah dan tinggi
Ada sekolah akademik dan teknis. Pendidikan tinggi di institusi publik gratis, tetapi banyak universitas swasta untuk migran, bekerja sama dengan universitas luar negeri.
Fokus pendidikan
1. Kunci pembangunan: Pendidikan dipandang sebagai basis ekonomi kompetitif berbasis pengetahuan.
2. Model Sekolah Baru: Sejak 2010, kurikulum berbasis berpikir kritis, mengurangi hafalan pasif.
3. Pengaruh India: Banyak sekolah India, misalnya Indian High School (didirikan 1961). (*)