Retoria.id — Pengurus Cabang Korps PMII Putri Daerah Istimewa Yogyakarta (PC KOPRI DIY) kembali menegaskan perannya sebagai motor gerakan sosial melalui penyaluran bantuan sembako dan nutrisi kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS LU) Madania, Senin (16/03/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar merawat kepedulian sosial sebuah kesadaran bahwa gerakan mahasiswa tidak boleh terjebak dalam ruang-ruang diskursus semata, tetapi harus hadir secara nyata di tengah kehidupan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia.
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok harian seperti beras, minyak goreng, telur, serta tambahan nutrisi guna menunjang kesehatan para penghuni LKS LU Madania.
Namun, bagi KOPRI, nilai utama dari kegiatan ini tidak berhenti pada aspek material, melainkan pada upaya menghadirkan kehangatan, kepedulian dan rasa kebersamaan.
Baca Juga: PMII DIY dan IKA PMII DIY Luncurkan Sekolah Kader Scholarship
Ketua PC KOPRI DIY, Ratna Tiara, menegaskan bahwa menghadirkan senyum bagi para lansia merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus membersamai masyarakat.
“Gerakan mahasiswa harus selalu berpijak pada realitas sosial. Menghadirkan senyum bagi para lansia adalah bagian dari komitmen kami untuk terus membersamai masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dimensi afeksi dalam setiap kerja sosial yang dilakukan kader KOPRI.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran kami tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi juga dukungan moral dan kehangatan, layaknya keluarga,” tegasnya.
Dalam kegiatan ini, jajaran PC PMII DIY turut hadir bersama kader KOPRI dan ikut terlibat dalam proses penyaluran bantuan.
Pihak pengelola LKS LU Madania menyambut positif kegiatan tersebut dan berharap inisiatif serupa dapat terus berlanjut. Mereka menilai, konsistensi mahasiswa khususnya KOPRI dalam mengarusutamakan isu kesejahteraan sosial memiliki dampak nyata bagi kehidupan para lansia.
Baca Juga: PMII DIY Resmi Dilantik, Teguhkan Diri sebagai Poros Kaderisasi dan Katalisator Eko-Sosial
Pihak pengelola LKS LU Madania menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan.
“Bantuan yang dibawa mungkin sederhana, tetapi perjumpaan seperti ini menghadirkan sesuatu yang tidak ada dalam paket sembako yaitu rasa ditemani,” ujar salah satu pengelola.
Ia menambahkan, kehadiran para kader juga memberi dampak emosional bagi para lansia.
“Di momen seperti ini, kami melihat para lansia merasa lebih diperhatikan. Hal-hal seperti ini tidak selalu bisa dijelaskan, tapi bisa dirasakan,” katanya. (*)