Dalam Madilog, Tan Malaka menolak seluruh ajaran spiritual dan agama, mengkritik Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha lewat kacamata materialis
Pidato Tan Malaka di Moskow tahun 1922 memperlihatkan paradoks antara wajah Islaminya dan watak komunis sejatinya.
Pidato Tan Malaka di Moskow tahun 1922 memperlihatkan paradoks antara wajah Islaminya dan watak komunis sejatinya.
Pidato Tan Malaka di Moskow tahun 1922 memperlihatkan paradoks antara wajah Islaminya dan watak komunis sejatinya.
Tan Malaka, sang visioner republik yang menyalakan obor Indonesia, namun menyimpan bara komunisme di jantung gagasannya.
Tan Malaka, sang visioner republik yang menyalakan obor Indonesia, namun menyimpan bara komunisme di jantung gagasannya.