Retoria.id – Babak perempat final telah usai dan menyisakan empat tim terbaik yang siap bertarung di semifinal. Di fase krusial ini, potensi pertandingan berakhir imbang hingga peluit panjang ditiup sangatlah besar.
Ketika itu terjadi, babak perpanjangan waktu dan aturan adu penalti Piala Dunia 2026 akan langsung mengambil alih jalannya pertandingan.
Memahami regulasi ini sangat penting, karena bisa jadi penentu tim yang berhak melaju ke final dan memaksa tim kalah mengubur mimpi besar mereka di turnamen ini.
Dalam regulasi knockout Piala Dunia 2026, laga yang imbang setelah 90 menit akan berlanjut ke perpanjangan waktu (extra time). Ini adalah tahap pertama untuk menentukan pemenang secara sportif.
Fase ini bisa menjadi ujian fisik dan mental yang sangat berat bagi para pemain yang telah bertanding habis-habisan. Namun, sesuai aturan pergantian pemain extra time FIFA, setiap tim diberi tambahan satu pergantian pemain, meski kuota lima pergantian sudah habis.
Durasi babak tambahan FIFA adalah 2 x 15 menit atau total 30 menit. Jeda istirahat antar-babak sangat singkat, yang digunakan untuk bertukar sisi lapangan dan minum. Tim yang mencetak gol terbanyak di fase ini akan dinyatakan sebagai pemenang.
Hal ini terlihat saat Argentina menaklukkan Swiss 3-1 di perempat final. Setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal, dua gol tambahan dari tim Argentina pada babak extra time memastikan Lionel Messi dan kawan-kawan melaju ke semifinal.
Jika skor kedua tim masih seri setelah 30 menit babak tambahan, barulah drama sesungguhnya dimulai. Pertandingan akan dilanjutkan ke adu penalti untuk menentukan pemenang.
Berikut aturan adu penalti Piala Dunia 2026:
| Kategori Aturan | Deskripsi |
| Prosedur Lempar Koin | Wasit melakukan dua kali undian koin: undian pertama untuk menentukan tim yang menendang lebih dulu, dan undian kedua untuk menentukan gawang yang digunakan. |
| Format Lima Penendang | Menggunakan sistem bergantian (ABAB). Setiap tim menunjuk lima penendang utama. Adu penalti langsung dihentikan jika satu tim sudah unggul dan mustahil dikejar. |
| Sistem Sudden Death | Diberlakukan jika skor masih imbang setelah lima tendangan. Tim pertama yang berhasil mencetak gol saat lawannya gagal akan dinyatakan sebagai pemenang. |
| Aturan Ketat Kiper | Penjaga gawang diwajibkan untuk menapakkan minimal satu kakinya tepat di atas garis gawang pada saat lawan menendang bola. |
Memasuki semifinal Piala Dunia 2026, tiap pertandingan diperkirakan berlangsung lebih ketat. Para pemain akan tampil habis-habisan demi mengamankan tike final. Peluang laga berlanjut ke extra time pun semakin terbuka.
Di fase ini, pemain yang mampu menjaga intensitas hingga menit ke-120 berpotensi mengubah arah pertandingan lewat satu momentum krusial.
Tapi, jika pertandingan harus ditentukan lewat drama adu penalti, tekanan mental akan meningkat drastis. Satu penyelamatan kiper atau satu kegagalan penendang pertama bisa mengubah arah pertandingan.
Seluruh drama itu bisa menjadi penentu siapa yang berhak melangkah ke Final Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Stadion MetLife pada Senin, 20 Juli 2026.
Sebagai kesimpulan, regulasi mengenai extra time dan aturan adu Piala Dunia 2026 adalah jalan tengah bagi FIFA untuk menentukan pemenang ketika dua tim sama-sama unggul di 90 menit laga.
Di sinilah pahlawan baru dilahirkan dan air mata kekecewaan tumpah, memastikan bahwa jalan menuju trofi emas Piala Dunia 2026 harus ditebus dengan perjuangan hingga tetes darah penghabisan.
Menurut Anda, akankah kita menyaksikan pertarungan adu penalti yang mendebarkan dalam empat laga Piala Dunia yang tersisa?