Retoria.id – Mahkamah Agung Panama membatalkan kontrak yang memberikan hak kepada perusahaan CK Hutchison untuk mengelola dua pelabuhan besar di kedua sisi Terusan Panama.
Dua Pelabuhan tersebut adalah Balboa (di pesisir Samudra Pasifik) dan Pelabuhan Cristobal (di sisi Atlantik). Para hakim menilai bahwa ketentuan perjanjian tersebut bertentangan dengan persyaratan konstitusi negara.
Keputusan ini secara kasar terasa seperti episode terbaru dari “serial” geopolitik seputar Terusan Panama tentang siapa yang pengaruhnya lebih kuat? Sebab persoalannya bukan semata pengelolaan pelabuhan, melainkan juga permainan pengaruh melalui infrastruktur kawasan.
Sejumlah laporan menekankan bahwa peristiwa ini dipandang sebagai “kemenangan” diplomatik bagi Donald Trump dalam persaingan pengaruh di Belahan Barat, terutama di tengah konfrontasi dengan Beijing.
Baca Juga: Diskusi ISI: Perubahan Arah Kebijakan AS Tekan Stabilitas Indo-Pasifik dan Uji Peran Indonesia
Sebelumnya, Trump juga kerap melontarkan pernyataan keras bahwa infrastruktur Tiongkok di sekitar terusan berpotensi mengancam keamanan Amerika Serikat.
Menurut informasi yang beredar, para pengacara swasta dan pengawas utama negara menyatakan bahwa kontrak-kontrak tersebut merugikan kepentingan nasional, sehingga diajukan gugatan.
Investigasi pemerintah menunjukkan bahwa sejak akhir 1990-an, akibat ketentuan perjanjian tersebut, anggaran negara diperkirakan kehilangan pemasukan sekitar 1,3 miliar dolar AS.
Baca Juga: Mengapa Taiwan Jadi Titik Panas Rivalitas Amerika Serikat dan China?
Kini, setelah lisensi dibatalkan, pemerintah mempertimbangkan untuk menunjuk operator sementara bagi pelabuhan-pelabuhan tersebut, sebelum kemudian menggelar tender baru.
Laporan juga mencatat bahwa meskipun investasi Tiongkok di infrastruktur Amerika Latin cukup besar, Amerika Serikat tetap menjadi investor dan mitra dagang terbesar Panama.
Menurut Wall Street Journal, bagi Beijing ini merupakan kekalahan diplomatik yang terjadi hanya beberapa minggu setelah sekutu utama Tiongkok di kawasan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh militer AS di Caracas.
Sumber yang mengetahui rencana pemerintah Tiongkok menyebutkan bahwa Beijing tengah membentuk kelompok kerja khusus untuk Amerika Latin guna mempelajari cara melindungi kepentingannya, sekaligus mencari kemungkinan langkah balasan.
Di Panama, dolar AS digunakan secara luas dalam sistem moneter nasional. Dalam sistem yang sepenuhnya terdolarisasi ini, ketiadaan bank sentral juga kerap dicatat dalam berbagai analisis para pakar.
Keputusan ini bukan sekadar soal “siapa yang akan menguasai pelabuhan.” Ini adalah permainan besar tentang transit, logistik, dan titik-titik pengaruh.
Singkatnya, pelabuhan adalah untuk kontainer sementara keputusan-keputusan semacam ini adalah wilayah geopolitik. (*)