Retoria.id – Iran secara resmi memberlakukan sistem pembayaran wajib bagi kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.
Saat ini tengah dikaji rancangan undang-undang baru untuk membentuk sistem pengelolaan jalur air khusus yang akan membiayai layanan keamanan dan kapal tanker melalui pembayaran transit wajib. Demikian dilaporkan Podrobno.uz.
Pemerintah Iran sebelumnya telah memulai praktik pembayaran lokal pada 20 Maret. Menurut laporan, operator terdaftar diberikan akses ke jalur aman dengan tarif sekitar dua juta dolar AS per transit.
Kini, pihak berwenang bersiap memberlakukan sistem registrasi resmi untuk mengesahkan hak melintas di jalur laut yang strategis tersebut.
Baca Juga: Trump: Iran Setujui Sebagian Besar Syarat, AS Ingin Tambah Tuntutan Baru
Keputusan untuk memungut biaya dan membatasi pelayaran ini diambil setelah latihan militer terbaru yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam.
Secara historis, Selat Hormuz merupakan titik kendali global yang vital, melayani hingga dua puluh persen minyak dunia dan lebih dari tiga puluh persen gas alam cair.
Pada 25 Maret, Teheran memberikan hak transit bebas dan tanpa batasan bagi kapal-kapal negara sahabat, termasuk Rusia, China, India, Irak, dan Pakistan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa dalam kondisi internasional saat ini, mengizinkan akses ke selat bagi lawan geopolitik tidak lagi masuk akal. (*)