Retoria.id – Pemerintah Spanyol melangkah maju untuk melarang minuman energi bagi anak di bawah umur, berdasarkan data yang memperingatkan risiko kafein pada remaja.
Pemerintah Spanyol akan menerapkan peraturan untuk melarang penjualan minuman energi kepada anak-anak di bawah usia 16 tahun, ujar Menteri Hak Sosial Spanyol Pablo Bustinduy pada Rabu.
Pembatasan ini akan lebih ketat untuk minuman dengan kandungan kafein tinggi: minuman dengan kadar kafein di atas 32 miligram per 100 mililiter tidak akan boleh dijual kepada anak di bawah usia 18 tahun.
Inisiatif ini merupakan bagian dari paket kebijakan yang lebih luas untuk melindungi kesehatan anak-anak dan kaum muda. Peraturan serupa sebenarnya sudah berlaku di beberapa wilayah di negara tersebut; kini pemerintah pusat berupaya menyatukan kriteria secara nasional.
Larangan ini akan melengkapi berbagai kebijakan lain yang telah diadopsi dalam beberapa tahun terakhir. Pekan lalu, kementerian memasukkan minuman energi ke dalam pembatasan iklan makanan yang dianggap tidak sehat bagi anak di bawah umur.
Pada 2024, Peraturan Kerajaan tentang Makanan Sekolah Sehat dan Berkelanjutan juga telah melarang penjualan minuman energi di sekolah dan perguruan tinggi.
Pengumuman ini didukung oleh data dari barometer iklan makanan dan minuman energi yang disusun oleh Badan Keamanan Pangan dan Gizi Spanyol (Spanish Agency for Food Safety and Nutrition / AESAN), yang menunjukkan bahwa sembilan dari sepuluh orang di Spanyol mendukung larangan tersebut. Di kalangan responden berusia 18–35 tahun, tingkat dukungan mencapai 88,3 persen.
Selain itu, peraturan lain untuk membatasi iklan makanan yang ditujukan kepada anak-anak masih menunggu persetujuan.
Dengan kebijakan ini, Spanyol bertujuan mengurangi paparan anak di bawah umur terhadap konten hiperkalori dan tidak sehat yang berdampak negatif pada kebiasaan konsumsi mereka.
“Iklan-iklan ini berbahaya bagi kesehatan mereka,” tegas sang menteri, seraya mengingatkan “kewajiban” perusahaan di sektor tersebut untuk tidak mempromosikan produk yang merugikan hak anak atas kesehatan di Spanyol.
Tidak ada peraturan tingkat Eropa yang berlaku secara menyeluruh terkait penjualan dan konsumsi minuman energi. Meski sebagian besar negara belum memiliki pembatasan, beberapa mulai menerapkan larangan usia karena kekhawatiran kesehatan akibat tingginya konsumsi di kalangan anak muda.
Lithuania dan Latvia menjadi negara pertama di Uni Eropa yang melarang penjualan kepada usia di bawah 18 tahun, masing-masing pada 2014 dan 2016.
Bulgaria, Hungaria, Polandia, dan Rumania kemudian menyusul dengan pembatasan pembelian dan konsumsi. Langkah-langkah tersebut mencakup larangan penjualan melalui mesin penjual otomatis dan di sekolah.
Di Swedia, meskipun tidak ada undang-undang yang menetapkan batas usia untuk minuman energi, Asosiasi Perdagangan Ritel Swedia pada 2009 sepakat membatasi penjualan kepada anak di bawah usia 15 tahun.
Parlemen Republik Ceko saat ini tengah membahas rancangan larangan penjualan minuman energi kepada anak di bawah usia 15 tahun. (*)