Dari Serangan Balasan ke Perang Terbuka: Eskalasi Baru Pakistan dan Afghanistan

Retoria.id -Ketegangan yang selama ini membara di sepanjang perbatasan Pakistan dan Afghanistan akhirnya meledak menjadi bentrokan terbuka. Serangan militer yang saling dilancarkan pada akhir Februari 2026 menandai fase baru dalam konflik panjang kedua negara yang selama puluhan tahun hidup dalam bayang-bayang kecurigaan dan kekerasan lintas batas.

Konflik terbaru bermula pada Kamis malam (26/2), ketika pasukan Taliban Afghanistan melancarkan serangan ke sejumlah posisi militer Pakistan di sepanjang garis perbatasan yang dikenal sebagai Durand Line. Pemerintah Afghanistan menyatakan, serangan itu merupakan balasan atas pemboman sebelumnya yang dilakukan Pakistan di wilayah Afghanistan, yang diklaim menewaskan sedikitnya 18 orang.

Pakistan tidak tinggal diam. Pada Jumat dini hari, Islamabad melancarkan operasi militer berskala besar bertajuk “Ghazab Lil Haqq” atau “Operation Righteous Fury.” Serangan udara menghantam sejumlah wilayah strategis Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, Provinsi Paktia, dan Kandahar -wilayah yang memiliki nilai simbolis dan strategis bagi kepemimpinan Taliban.

Pemerintah Pakistan menyatakan operasi tersebut menargetkan fasilitas pertahanan dan kelompok militan yang dianggap mengancam keamanan nasional. Namun, bagi Afghanistan, tindakan itu dipandang sebagai pelanggaran kedaulatan yang memperparah konflik.

Situasi ini segera berubah dari konflik terbatas menjadi konfrontasi terbuka, dengan pejabat pertahanan Pakistan secara terbuka menyebut bentrokan tersebut sebagai “perang terbuka.”

Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2572400150/dari-serangan-balasan-ke-perang-terbuka-eskalasi-baru-pakistan-dan-afghanistan

Rekomendasi