Retoria.id – Kementerian Luar Negeri China menyampaikan reaksi keras atas pembunuhan yang disengaja terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta menyerukan penghentian segera seluruh aksi militer di kawasan.
Dalam pernyataan resminya, otoritas kebijakan luar negeri Republik Rakyat China menilai serangan tersebut sebagai tindakan serius dan berbahaya yang ditujukan langsung terhadap kedaulatan negara Iran.
Pemerintah di Beijing menyerukan kepada semua pihak yang berkepentingan terutama di kawasan Timur Tengah agar menahan diri serta menyelesaikan persoalan melalui jalur diplomatik dan politik demi menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
Baca Juga: Inggris Gandeng Ukraina untuk Cegah Serangan Drone Iran di Teluk
China juga menegaskan bahwa meluasnya bentrokan bersenjata akan menjadi ancaman serius bagi keamanan kawasan dan berpotensi berdampak negatif terhadap stabilitas internasional secara keseluruhan.
Sementara itu, sejumlah analis dan pakar China menilai bahwa kemungkinan Iran melancarkan serangan balasan terhadap kekuatan militer Israel dan Amerika Serikat masih tetap tinggi dalam situasi saat ini.
Namun, para ahli tersebut tidak melihat indikasi kuat bahwa Iran akan segera mengalami ketidakstabilan politik internal atau runtuhnya sistem negara.
Alasannya, tidak adanya kekuatan oposisi yang bersatu di dalam negeri, serta belum terlihat kepentingan Amerika Serikat untuk terlibat lebih jauh dan secara luas dalam konflik ini.
Menurut para pakar, pada tahap ini China tidak mendukung penyelesaian konflik melalui jalur militer. Beijing cenderung menjalankan kebijakan luar negerinya dengan menekankan dialog, perundingan bertahap, serta penguatan peran mediasi internasional. (*)
Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2572407141/bagaimana-sikap-politik-china-terhadap-iran