Retoria.id – Departemen Pertahanan Amerika Serikat menghadapi masalah serius dalam melawan drone kamikaze jenis Shahed milik Iran.
Menurut laporan majalah The Atlantic, dalam sebuah rapat tertutup, pimpinan Pentagon mengakui bahwa hingga kini belum tersedia cara yang murah dan efektif untuk menetralkan drone tersebut.
Masalah utamanya adalah bahwa untuk menjatuhkan drone yang murah dan diproduksi secara massal, mereka harus menggunakan rudal pertahanan udara yang sangat mahal.
Baca Juga: AS dan Israel Kewalahan Menghadapi Taktik Militer Baru Iran
Para ahli menilai kondisi ini dapat menyebabkan cadangan sumber daya cepat habis serta membebani sistem pertahanan secara berlebihan. Strategi memberikan “jawaban mahal terhadap serangan murah” dinilai tidak akan bertahan lama secara ekonomi dalam jangka panjang.
Saat ini negara seperti Amerika Serikat dan Israel menghadapi kesulitan besar justru karena ketidakseimbangan tersebut. Ketika jumlah drone terus meningkat, menghentikannya setiap kali dengan sistem yang mahal akan dengan cepat menguras cadangan militer.
Baca Juga: Bagaimana sikap politik China terhadap Iran?
Untuk mengatasi situasi ini, Amerika Serikat terpaksa meninjau kembali doktrin militernya. Kini fokus utama diarahkan pada pengembangan drone khusus untuk melawan drone, sistem peperangan elektronik, serta unit pertahanan udara bergerak.
Jika dalam waktu dekat tidak ditemukan langkah penanggulangan yang murah dan dapat digunakan secara massal, maka drone seperti Shahed akan terus mampu melelahkan sistem pertahanan udara dan menguras anggaran militer secara signifikan. (*)
Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2572420104/pentagon-akui-kewalahan-hadapi-drone-shahed-iran