Retoria.id – Jet tempur milik Angkatan Udara Israel meluncurkan serangan presisi terhadap lima lokasi di utara Sungai Litani, Lebanon.
Menurut laporan resmi, wilayah tersebut diyakini menjadi lokasi titik-titik militer dan infrastruktur yang diduga milik kelompok Hizbullah. Serangan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan warga setempat.
Baca Juga: Israel Diduga Ingin Usir Warga Gaza ke Afrika: Sudan Selatan Jadi Tujuan?
Dalam pernyataan yang dibagikan oleh layanan pertahanan sipil lokal melalui platform media sosial X, disebutkan bahwa serangan udara terjadi di dekat desa Burguz, Jabbur, Jermak, El-Qatraniya, dan El-Mahmudiya.
Wilayah tersebut menjadi sasaran karena adanya pergerakan milisi Syiah yang terpantau di sekitar permukiman.
Menurut saksi mata, ledakan dan serangan udara menyebabkan kerusakan material pada sejumlah rumah dan bangunan pertanian.
Saat ini, tim penyelamat dan bantuan medis telah dikerahkan ke lokasi-lokasi terdampak. Dilaporkan pula bahwa penduduk telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan ini dilakukan untuk menjamin keamanan perbatasan dan menghancurkan “infrastruktur terorisme.”
Sementara itu, pemerintah Lebanon mengecam tindakan ini sebagai ancaman terhadap kedaulatan wilayahnya. Sejumlah organisasi internasional menyerukan agar eskalasi konflik tidak dibiarkan terus meningkat. (*)