Retoria.id – Menurut laporan Agence France-Presse (AFP) yang mengutip pejabat tinggi, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tiba di Arab Saudi pada 26 Maret dalam kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya, dan diperkirakan akan menandatangani perjanjian kerja sama di bidang keamanan dengan putra mahkota Mohammed bin Salman.
Dilaporkan bahwa kesepakatan tersebut juga mencakup kerja sama dalam perlindungan wilayah udara, meskipun rincian lainnya belum diungkapkan. Hal ini dilaporkan oleh Deutsche Welle.
Dalam pernyataan yang diunggah di Telegram, Zelenskyy mengatakan bahwa sejumlah pertemuan penting telah dijadwalkan selama kunjungan tersebut dan ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para mitra yang bersedia bekerja sama dengan Ukraina dalam isu-isu keamanan.
Namun, ia tidak merinci dengan siapa saja ia akan bertemu atau dokumen apa saja yang akan ditandatangani selama kunjungan tersebut.
Baca Juga: Skenario Mengerikan: AS Uji Dampak Jika Harga Minyak Tembus 200 Dolar per Barel
Kunjungan ini terjadi di tengah upaya Kyiv untuk memperkuat hubungan keamanan di kawasan Timur Tengah. Pada awal bulan ini, Zelenskyy menyatakan bahwa Ukraina telah mengirim tim ke Uni Emirat Arab, Qatar, dan Arab Saudi, serta satu tim lainnya menuju Kuwait.
Menurutnya, sebanyak 201 spesialis militer Ukraina telah berada di kawasan tersebut, dan 34 lainnya siap untuk diberangkatkan.
Ukraina juga menawarkan bantuan dalam menghadapi drone Shahed buatan Iran, yang telah digunakan baik dalam perang di Ukraina maupun dalam berbagai serangan di kawasan Timur Tengah.
Zelenskyy menyebut bahwa pengiriman para spesialis tersebut dilakukan atas permintaan para mitra Ukraina, termasuk Washington, D.C..
Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak memerlukan bantuan Ukraina dalam menghadapi ancaman drone. (*)