Retoria.id – Di tengah kobaran api perang yang kian membesar di Timur Tengah, para ilmuwan politik dan pakar terkemuka dunia mulai memperingatkan konsekuensi yang mengerikan.
Pernyataan terbaru profesor John Mearsheimer dari University of Chicago memicu perhatian luas di komunitas internasional. Zamin.uz menghadirkan analisis politik ini beserta prediksi mengkhawatirkan terkait masa depan kawasan.
Menurut Mearsheimer, bentrokan langsung antara Amerika Serikat dan Iran dapat mengubah peta Timur Tengah secara mendasar. Dalam percakapannya dengan jurnalis Daniel Davis, ia menilai bahwa mereka yang menganggap Iran lemah telah melakukan kesalahan besar.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Iran sangat cerdas, berpengetahuan, dan yang terpenting memiliki “kartu truf” yang menentukan.
Menurut prediksi Mearsheimer, jika konflik militer lepas kendali, serangan balasan Iran dapat menyebabkan dua negara besar di kawasan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab kehilangan eksistensinya sebagai masyarakat yang utuh.
Keteguhan dan kemampuan: Pejabat Iran disebut siap menghancurkan infrastruktur energi dan sosial lawannya demi mempertahankan kedaulatan.
Saatnya mundur: Sang ilmuwan menyerukan kepada Washington agar tidak memperkeruh situasi, melainkan menarik diri dan mencari solusi diplomatik.
Setelah serangan terhadap ladang gas South Pars, kenaikan harga minyak dunia hingga 115 dolar per barel mungkin baru permulaan.
Gelombang inflasi: Kenaikan harga bahan bakar akan memicu lonjakan harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya.
Perlambatan ekonomi: Pertumbuhan global akan melambat, berpotensi memicu krisis yang mengancam kehidupan jutaan orang.
Pemimpin Gedung Putih saat ini, Donald Trump, tampaknya menyadari betapa berbahayanya situasi ini.
Instruksi kepada Perdana Menteri Israel agar tidak menyerang fasilitas minyak dan gas disebut sebagai bentuk kekhawatiran tersebut. Namun, menurut Mearsheimer, kendali situasi kini tidak sepenuhnya berada di tangan presiden AS.
Kesimpulan pakar “Kita berada di titik yang sangat berbahaya. Setiap langkah berikutnya hanya akan memperumit keadaan dan menutup jalan untuk mundur.”
Menurut Anda, apakah konflik antara Amerika Serikat dan Iran ini bisa diselesaikan secara damai? Dan mampukah ekonomi dunia bertahan dari lonjakan tajam harga minyak dan gas seperti ini? (*)