Iran Mulai Mobilisasi Besar-Besaran, Timur Tengah Kian Memanas

Retoria.id – Di tengah situasi geopolitik di Timur Tengah yang semakin memanas, muncul laporan bahwa proses mobilisasi besar-besaran telah dimulai di Iran.

Menurut kantor berita Tasnim dan Mehr News Agency, lebih dari satu juta warga telah diarahkan ke wilayah selatan negara itu, kemungkinan untuk dipersiapkan menghadapi potensi konflik militer.

Dilaporkan bahwa pihak berwenang tidak hanya mengaktifkan struktur militer yang ada, tetapi juga terjadi lonjakan signifikan dalam jumlah pemuda yang secara sukarela mendaftar untuk bertugas.

Secara khusus, minat untuk bergabung dengan Korps Garda Revolusi Islam, serta milisi rakyat “Basij” dan angkatan bersenjata reguler, mengalami peningkatan.

Baca Juga: Iran Kirim Jawaban atas Proposal Damai AS, Dunia Menunggu Respons Washington

Menurut para ahli, jumlah total personel aktif dalam angkatan bersenjata Iran diperkirakan antara 600 ribu hingga 800 ribu orang.

Komposisi ini mencakup angkatan bersenjata reguler (Artesh) dan IRGC. Khususnya, IRGC menempati posisi penting sebagai pasukan elit, dengan lebih dari 150 ribu personel.

Selain itu, pasukan “Basij” di bawah IRGC juga merupakan sumber daya signifikan. Terdapat sekitar 90 ribu anggota aktif serta ratusan ribu cadangan, dan dalam kondisi darurat jumlah ini bisa meningkat berkali-kali lipat.

Beberapa perkiraan bahkan menyebutkan bahwa potensi mobilisasi total dapat mencapai hingga 10 juta orang.

Sementara itu, Amerika Serikat juga dilaporkan meningkatkan kesiapan militernya. Disebutkan bahwa Pentagon telah memerintahkan penempatan sekitar 2.000 personel dari Divisi Lintas Udara ke-82 ke kawasan Timur Tengah.

Selain itu, media juga melaporkan bahwa pihak AS tengah mempertimbangkan skenario operasi darat yang mencakup pengambilalihan atau blokade pulau-pulau strategis di sekitar Selat Hormuz. Hal ini berpotensi semakin memperumit situasi di kawasan.

Di sisi lain, Israel juga mengambil langkah untuk memperkuat keamanannya. Negara tersebut dilaporkan telah menyetujui rencana mobilisasi hingga 400 ribu personel cadangan, sebagai respons terhadap ancaman dari Hezbollah serta meningkatnya ketidakstabilan di kawasan.

Singkatnya, situasi saat ini sangat serius dan membutuhkan kehati-hatian tinggi. Jika ketegangan antar pihak tidak diselesaikan melalui jalur diplomatik, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Untuk saat ini, perhatian dunia masih tertuju pada perkembangan yang terus berlangsung di Timur Tengah. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2572468997/iran-mulai-mobilisasi-besar-besaran-timur-tengah-kian-memanas

Rekomendasi