Retoria.id – Sebuah insiden berdarah terjadi pada Kamis, 18 September, di pos perlintasan “Allenby” yang menghubungkan Jalur Gaza dan Yordania.
Menurut Kementerian Luar Negeri Israel, seorang sopir truk warga Yordania yang mengangkut bantuan kemanusiaan menembak mati dua warga Israel.
Militer Israel menyebut, pelaku berusaha melewati pos sambil membawa senjata dan langsung “dilumpuhkan” oleh pasukan keamanan.
Layanan darurat “Magen David Adom” melaporkan bahwa pelaku ditemukan membawa pistol dan pisau.
Korban tewas adalah seorang pria berusia sekitar 20 tahun dan seorang pria berusia lebih dari 60 tahun. Keduanya sempat mendapat pertolongan pertama di lokasi, namun meninggal dunia akibat luka berat.
Baca Juga: Turki Akan Berbicara Tegas atas Nama Palestina di PBB
Kementerian Luar Negeri Yordania menanggapi insiden tersebut dengan menyebutnya sebagai “kejahatan” dan memperingatkan bahwa peristiwa ini bisa mengganggu proses penyaluran bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.
Yordania juga mendesak komunitas internasional untuk mengecam keras serangan ini, seraya menegaskan bahwa aksi semacam ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menjadi hambatan besar bagi misi kemanusiaan.
Sebagai respon, Israel meningkatkan pengamanan dengan memperketat pemeriksaan di pos Allenby. Militer menekankan bahwa insiden serupa harus segera dicegah demi menjamin keamanan perbatasan.
Ketegangan di kawasan Palestina–Israel pun semakin memanas. Bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza sangat mendesak, namun masalah keamanan membuat proses distribusi semakin sulit.
Sebagai catatan, pos perlintasan Allenby merupakan salah satu jalur utama bagi masuknya bantuan kemanusiaan dari Yordania menuju Jalur Gaza. (*)