Retoria.id – Di tengah gelombang dukungan internasional terhadap pengakuan Negara Palestina, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyatakan bahwa pemerintahnya siap mempertimbangkan pengakuan, tetapi dengan dua syarat yang harus dipenuhi demi memastikan perdamaian jangka panjang.
Dua Syarat Utama
Dalam konferensi pers di Palazzo Chigi, Meloni menegaskan bahwa Italia mendukung solusi dua negara, namun menuntut:
1. Jaminan Keamanan Israel
Italia meminta adanya mekanisme yang menjamin keamanan Israel dari serangan militan, termasuk kesepakatan gencatan senjata permanen dan pengakuan hak Israel untuk hidup damai.
2. Komitmen Palestina pada Proses Damai
Palestina diminta menunjukkan kesatuan politik internal dan komitmen untuk menegakkan pemerintahan yang stabil, menghormati kesepakatan internasional, dan mengendalikan kelompok bersenjata.
“Kami ingin pengakuan yang bukan sekadar simbol, tetapi langkah yang benar-benar membawa perdamaian dan stabilitas,” ujar Meloni.
Baca Juga: Eks Kepala Intelijen Saudi: Trump Dinilai Bisa Tekan Israel Akhiri Perang Gaza
Posisi Italia di Tengah Dinamika Eropa
Sikap Italia mencerminkan pendekatan hati-hati di antara negara-negara Uni Eropa.
Profil Singkat Giorgia Meloni
Meloni sering menekankan pentingnya diplomasi yang realistis: mendukung perdamaian, tetapi tidak mengorbankan kepentingan nasional Italia.
Baca Juga: Jepang Tetap Diam Soal Pengakuan Palestina: Menunggu Waktu atau Tekanan Diplomatik?
Reaksi Internasional
Israel Menyambut Kehati-hatian: Pemerintah Israel menilai sikap Italia sebagai tanda komitmen menjaga keamanan regional.
Pernyataan Giorgia Meloni menegaskan posisi Italia sebagai pemain kunci diplomasi Eropa yang mengutamakan kestabilan. Bagi Palestina, dukungan Italia mungkin hanya soal waktu—selama dua syarat yang diajukan dapat terpenuhi dan membawa jaminan perdamaian nyata.