Retoria.id – Identitas Muslim Zohran Mamdani mendominasi pemberitaan media Israel terkait kemenangannya dalam pemilihan wali kota, dengan banyak pihak yang menggambarkannya secara negatif karena dianggap memiliki pandangan “anti-Israel.”
Judul utama di situs berita sayap kanan Channel 14 News menulis: “Pendukung Palestina Mamdani membuka pidato kemenangannya dengan bahasa Arab.” Media itu menyatakan bahwa kemenangan politikus asal New York tersebut merupakan hasil dari meningkatnya “kebencian” terhadap Israel di Amerika Serikat.
Baca Juga: Fakta Menarik di Balik Kemenangan Zohran: Legislator Muslim Pertama dari New York
Surat kabar sayap kanan Yisrael Hayom menyebut Mamdani sebagai “salah satu suara anti-Zionis paling berpengaruh di negara itu.”
Di Channel 12 News, para panelis tampak terkejut ketika seorang reporter menyebutkan bahwa antara 16 persen hingga 30 persen warga Yahudi di New York memilih Mamdani. Salah satu pembawa acara bahkan bertanya, “Apakah Anda melihat orang-orang Yahudi akan meninggalkan New York sekarang?”
Channel 12 juga menyoroti unggahan Presiden Trump di Truth Social yang berbunyi: “Setiap orang Yahudi yang memilih Zohran Mamdani, seorang PEMBENCI YAHUDI yang terbukti dan mengakuinya sendiri, adalah orang bodoh!!!”
Namun, saluran itu juga mencatat bahwa Mamdani telah berjanji untuk memerangi antisemitisme dan islamofobia dalam pidato kemenangannya.
Situs berita Ynet menulis bahwa kampanye Mamdani berpusat pada kritik tajam terhadap Israel dan upaya untuk “melunakkan slogan kekerasan ‘globalise the intifada’.” Para aktivis pro-Palestina mengatakan slogan tersebut adalah seruan solidaritas internasional dengan rakyat Palestina; sedangkan para pengkritiknya menilai slogan itu mengandung unsur antisemitisme secara tersirat.
Ynet menggambarkan kemenangan Mamdani sebagai “guncangan ekonomi dan politik di New York serta sinyal bagi Israel.” (*)