Horor di AS: Ibu di Texas Temukan Jenazah Putranya Dipajang di Pameran

Retoria.id – Seorang ibu di Texas mengungkap momen mengejutkan ketika ia mendapati jenazah putranya diduga dipajang secara terbuka dalam sebuah pameran anatomi di Las Vegas. Kim Erick, 54 tahun, mengklaim bahwa salah satu jenazah yang diawetkan dan diberi judul “The Thinker” pada pameran Real Bodies di Horseshoe Hotel adalah putranya, Chris Todd Erick, yang meninggal secara misterius pada 2012 pada usia 23 tahun.

Erick menggambarkan rasa sakit yang tak terlukiskan ketika melihat foto-foto pameran tersebut. “Saya tahu itu dia. Sungguh menyakitkan melihatnya. Tak ada kata-kata yang bisa menggambarkan betapa terguncangnya kami. Saya melihat tubuh anak saya yang memar dan termutilasi. Sungguh memilukan,” ujarnya.

Chris ditemukan tewas di rumah neneknya di Midlothian, Texas, pada 10 November 2012. Polisi awalnya memberi tahu keluarga bahwa ia mengalami dua serangan jantung akibat penyakit jantung dan meninggal dalam tidur.

Dua hari kemudian, Erick melihat jenazah putranya di rumah duka sebelum ayah dan neneknya mengurus proses kremasi. Setelah itu, sang nenek hanya menerima sebuah liontin berisi sedikit abu.

Baca Juga: Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Sudah Keluar dari Rumah Sakit, Polisi Ungkap Keberadaannya di Rumah Aman

Tidak puas dengan penjelasan resmi, Erick meminta foto-foto tempat kejadian perkara (TKP). Menurutnya, foto tersebut menunjukkan memar, lecet, bekas ikatan, serta jejak sianida di bibir. Tes laboratorium mendeteksi kadar sianida mematikan, dan penyebab kematian Chris kemudian diubah menjadi keracunan sianida.

Pada 2014, dewan juri Ellis County melakukan penyelidikan pembunuhan, tetapi tidak ada tuntutan yang diajukan. Kematian Chris akhirnya dinyatakan sebagai bunuh diri yang tak dapat dijelaskan.

Penemuan di Pameran dan Tuntutan Tes DNA

Bertahun-tahun kemudian, ketika meneliti fraktur khas pada tengkorak putranya, Erick menemukan foto-foto “The Thinker” di pameran Real Bodies. Ia mengklaim jenazah yang dipamerkan tersebut memiliki fraktur serupa di bagian temporal kanan, serta sejumlah ciri lain yang mirip. Bagian bahu yang seharusnya memiliki tato milik Chris tampak dicukur yang menurut Erick sengaja dilakukan untuk menyamarkan identitas.

Erick kemudian meluncurkan kampanye untuk meminta uji DNA pada jenazah tersebut. Namun penyelenggara Real Bodies menyatakan bahwa tubuh yang dipamerkan diperoleh secara legal dari Tiongkok, telah dipamerkan selama lebih dari 20 tahun, dan tidak memiliki hubungan apa pun dengan Chris.

Usai tuduhan itu dipublikasikan, bagian pameran spesifik tersebut ditarik dari lokasi Las Vegas dan, menurut Erick, dipindahkan ke Tennessee sebelum akhirnya tidak dapat lagi ditelusuri.

Meski demikian, Erick tetap melanjutkan upayanya mencari kebenaran. “Chris tidak pernah ditelantarkan semasa hidupnya, dan saya tidak ingin dia ditelantarkan setelah meninggal,” katanya. Ia juga meminta tes DNA dilakukan terhadap sekitar 300 jenazah manusia tak dikenal yang ditemukan di gurun Nevada, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya jejak plastinasi.

Pihak penyelenggara Real Bodies menegaskan bahwa klaim Erick “tidak berdasar dan tidak didukung fakta”, seraya menyampaikan simpati kepada keluarga. Sementara itu, Kepolisian Midlothian menyatakan bahwa penyelidikan berulang kali tidak menemukan indikasi tindak pidana.

Setelah 13 tahun mencari jawaban, Erick berkata dengan penuh tekad “Saya tidak ingin ada keluarga lain mengalami apa yang kami alami.” (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/internasional/2571973668/horor-di-as-ibu-di-texas-temukan-jenazah-putranya-dipajang-di-pameran

Rekomendasi