Retoria.id – Rusia berhasil meluncurkan tiga satelit milik Iran ke luar angkasa. Hal ini dilaporkan oleh kantor berita Reuters pada Minggu, 28 Desember.
Disebutkan bahwa satelit Iran bernama Kosar, Paya, dan Zafar-2 diluncurkan menggunakan roket pembawa Soyuz dari Kosmodrom Vostochny yang terletak di kawasan Timur Jauh Rusia.
Peluncuran berlangsung sesuai rencana dan ketiga satelit tersebut ditempatkan di orbit rendah Bumi pada ketinggian sekitar 500 kilometer. Orbit ini umumnya dianggap paling ideal bagi satelit pengamatan dan pengumpulan data.
Baca Juga: Sanksi AS Hantam Ekspor Karpet Iran, Anjlok Tajam dalam Tiga Dekade
Pejabat Teheran menyatakan bahwa satelit-satelit tersebut akan digunakan untuk menganalisis kondisi lingkungan di sektor pertanian, memantau sumber daya lahan, serta mendeteksi bencana alam secara dini.
Melalui misi ini, Iran berupaya memperluas kemampuannya dalam memantau perubahan iklim, sumber daya air, dan tingkat produktivitas pertanian.
Kantor berita dpa mengingatkan bahwa Iran sebelumnya telah beberapa kali meluncurkan satelit ke luar angkasa. Pemerintah Iran secara konsisten menegaskan bahwa program ini sepenuhnya bersifat damai dan tidak memiliki tujuan militer.
Baca Juga: Eropa Soroti Konsentrasi Pasukan Rusia di Pokrovsk, Zelensky Ingatkan Ancaman Serangan Baru
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut peluncuran tersebut sebagai “misi ilmiah murni”. Menurutnya, Iran hanya tengah mengembangkan kapasitas teknologi nasional, dan peluncuran satelit merupakan bagian alami dari proses tersebut.
Namun, Israel dan sejumlah negara Barat, termasuk Amerika Serikat, memandang program antariksa Iran dengan penuh kecurigaan. Mereka khawatir Teheran dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk kepentingan militer, khususnya dalam meningkatkan kemampuan rudal balistik.
Para pengkritik juga menyoroti keterlibatan struktur militer seperti Korps Garda Revolusi Islam dalam proyek-proyek antariksa Iran.
Dengan demikian, peluncuran melalui Rusia ini tidak hanya menarik perhatian dari sisi ilmiah, tetapi juga memiliki implikasi geopolitik yang signifikan.
Di satu sisi Iran menegaskan tujuan damainya, sementara di sisi lain negara-negara Barat terus memantau langkah ini dari perspektif keamanan regional. (*)