Setahun Diresmikan Jokowi, Pasar Godean Rp 89 Miliar Masih Kosong, Sleman Janji Buka Oktober 2025

Retoria.id – Renovasi Pasar Godean telah rampung sejak Agustus 2024, bahkan langsung diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Tapi setahun berlalu, bangunan megah yang menelan anggaran Rp 89 miliar itu justru masih kosong—belum ada aktivitas jual beli, belum pula ditempati pedagang.

Alih-alih segera memberikan manfaat bagi warga, pasar tradisional ini justru terbengkalai, memunculkan tanda tanya publik. Namun kini, Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan bahwa Pasar Godean akan mulai beroperasi pada pertengahan Oktober 2025.

Salah satu alasan keterlambatan pembukaan pasar adalah soal teknis administratif dan penataan zonasi pedagang. Menurut Kepala Disperindag Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih, komunikasi dengan perwakilan pedagang menjadi kunci penting sebelum pasar bisa benar-benar diaktifkan.

“Insya Allah bisa. Sekarang proses komunikasi dengan pedagang itu sudah selesai. Kemarin sudah kita undang perwakilan dari sebelas komoditas,” ujar Mae, Selasa (12/8/2025).

Ia menyebut bahwa para pedagang kini telah mengetahui posisi zonasi masing-masing, lengkap dengan pembagian area berdasarkan komoditas—sehingga pengunjung nantinya lebih mudah mencari kebutuhan.

“Masing-masing komoditas sudah berebut, kemudian sudah kita tayangkan mereka nanti ada di zonasi mana. Jadi ada di zonasi mana, ada di lantai berapa, itu semua sudah disepakati,” lanjutnya.

Setelah zonasi ditentukan, tahap selanjutnya adalah pengundian resmi posisi lapak, yang menjadi momen penting menjelang pembukaan pasar.

“Mereka nanti akan diundi untuk melihat lapaknya itu bagaimana. Setelah itu akan dibangun gledek, istilahnya, untuk berjualan masing-masing,” kata Mae.

Baca Juga: Sushi Mentai Resmi Hadir di Yogyakarta, Tawarkan Conveyor Belt Terpanjang se-Kota dan Harga Mulai Rp10 Ribu

Baca Juga: Mentan Amran Ajak Petani Muda Bangkit, Ekspor Pertanian RI 2025 Catat Surplus Rp87,55 Triliun

Pembangunan “gledek” atau kios dagang itu sendiri bukan tanggung jawab pemerintah, melainkan kesepakatan antara pedagang dan pemborong. Pemerintah hanya akan mengawasi agar proses berjalan lancar.

“Sekarang mereka sudah berkomunikasi antar-komoditas untuk pembuatan bedaknya. Kami hanya mengawasi saja, itu urusan mereka dengan pemborong,” imbuhnya.

Meski secara administratif dianggap siap, pembukaan pasar masih menunggu penyelesaian area parkir. Fasilitas ini dianggap vital karena menyangkut kenyamanan dan aksesibilitas pengunjung.

“Oktober, insya Allah, begitu parkir nanti selesai, kita adakan koordinasi untuk pemindahan,” ucap Mae.

Sebelum proses pemindahan pedagang dimulai, Pemkab juga akan menggelar rapat koordinasi dengan Forkompinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah), untuk memaparkan skema pemindahan secara menyeluruh.

“Kami akan berkomunikasi dengan Forkompinda untuk pemaparan rencana penempatan dan pemindahan setelah nanti selesai,” tambahnya.

Pasar Godean yang baru tidak hanya dibangun ulang secara fisik, tapi juga ditata ulang fungsinya. Mae menjelaskan bahwa lantai satu akan digunakan untuk pedagang pakaian, sementara lantai dua dialokasikan sebagai ruang pelatihan.

Pedagang pernak-pernik kecil dan barang kelontong juga telah mendapatkan tempat masing-masing, di lantai yang berbeda. Bahkan denahnya sudah bisa dilihat langsung di kantor UPT.

“Kalau pernik-pernik kecil akan dapat juga. Untuk kelontong, itu di lantai berbeda. Kalau mau lihat, di UPT sudah bisa dilihat denahnya,” jelas Mae.

Dengan target pembukaan pada Oktober 2025, Pemkab Sleman berharap Pasar Godean bisa kembali menjadi pusat ekonomi lokal seperti sebelum renovasi dimulai.

“Yang jelas, kami optimistis Pasar Godean bisa beroperasi sesuai target,” pungkasnya. (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/daerah/2571497579/setahun-diresmikan-jokowi-pasar-godean-rp-89-miliar-masih-kosong-sleman-janji-buka-oktober-2025

Rekomendasi