Retoria.id – Beredar video di media sosial yang memperlihatkan dugaan aksi nekat yang dilakukan seorang pria berinisial ARM (24), memanjat sebuah tower seluler di kawasan Margomulyo, Sidoarjo, Jawa Timur.
Dalam unggahan Instagram @ini_surabaya, pada Kamis, 23 April 2026, Insiden ini memicu perhatian warga sekaligus pengguna jalan hingga menyebabkan situasi yang cukup tegang di lokasi kejadian.
“Seorang pria naik tower berjam-jam diduga frustasi, akhirnya turun setelah dibujuk Damkar (Pemadam Kebakaran),” tulis postingan itu.
“Lalu lintas sempat lumpuh,” tambahnya.
Lantas, bagaimana sebenarnya awal mula kronologi yang memperlihatkan aksi nekat seorang pemuda di Sidoarjo, Jawa Timur tersebut? Berikut ini kronologinya.
Berdasarkan laporan di lapangan, aksi nekat tersebut berlangsung sekitar 3 jam sebelum akhirnya petugas gabungan berhasil melakukan evakuasi terhadap ARM.
“Proses penyelamatan ini memicu kemacetan total di jalur penghubung sekitar lokasi karena banyaknya warga yang berkerumun menyaksikan peristiwa tersebut,” tulis postingan serupa.
Korban diketahui merupakan perantau yang berasal dari Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Setelah berhasil diturunkan dari ketinggian, ARM langsung dilarikan ke Puskesmas terdekat.
Hal tersebut, lantaran petugas menyoroti kondisi fisiknya yang sangat lemah akibat berada di atas tower dalam waktu lama.
Secara terpisah, Kepala Desa setempat, Sutrisno menilai kerumunan warga di lokasi turut memberikan tekanan psikologis bagi ARM saat berada di puncak tower.
Sutrisno menuturkan, pada insiden itu, ribuan warga sempat berkumpul hingga menyebabkan kemacetan panjang.
“Banyak yang nonton, waduh itu ribuan yang nonton sampai macet,” ujar Sutrisno di lokasi kejadian, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Kamis, 23 April 2026.
Muncul dugaan motif di balik aksi nekat ARM, yakni terkait masalah pribadinya terkait hubungan asmaranya yang kandas.
Terkait hal itu, Sutrisno memberikan jawaban singkat yang mengarah pada isu masalah dalam hubungan asmara yang dialami ARM.
“(Hubungan) diputus,” jawab Sutrisno.
Hingga kini, pihak berwenang dilaporkan telah memutuskan untuk memindahkan ARM ke kantor Dinas Sosial Sidoarjo untuk mendapatkan pendampingan lebih lanjut.
Terlebih, otoritas setempat tengah melakukan koordinasi untuk memfasilitasi pemulangan pemuda di Sidoarjo tersebut ke pihak keluarga. (*)