Retoria.id – Suasana di Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, mendadak berubah mencekam ketika kerusuhan pecah. Sejumlah warga, termasuk para guru, terkepung di sebuah bangunan saat massa menyerang dengan panah dan bom molotov.
Panah dan Molotov Pecahkan Keheningan
Saksi mata menyebut massa tiba-tiba mendatangi permukiman dengan teriakan provokatif. Panah beracun melesat ke berbagai arah, disusul lemparan botol berisi bensin yang meledak kecil saat mengenai dinding rumah dan jendela sekolah. Suara kaca pecah membuat warga ketakutan dan bersembunyi di balik meja dan lemari.
“Pikiran kami hanya bagaimana tetap hidup. Panah berterbangan, suara kaca pecah terus terdengar,” ujar Maria, seorang guru SD setempat yang berhasil dievakuasi.
Baca Juga: Pati Memanas: Ratusan Warga Datangi DPRD, Desak Bupati Sudewo Lengser
Enam Prajurit TNI Jadi Perisai
Dalam situasi yang semakin genting, enam prajurit TNI tiba di lokasi. Tanpa menembakkan senjata, mereka berdiri di pintu masuk bangunan tempat warga bersembunyi, menjadi tameng manusia untuk menahan massa. Prajurit kemudian mengevakuasi warga satu per satu melalui jalur aman.
Menurut kesaksian warga, langkah cepat aparat itulah yang menyelamatkan puluhan orang dari kemungkinan korban jiwa.
Korban dan Kerusakan
Sejumlah warga mengalami luka akibat pecahan kaca dan anak panah. Beberapa rumah dan fasilitas sekolah rusak, dengan dinding menghitam bekas api molotov. Petugas medis setempat mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat untuk perawatan darurat.
Seruan Damai dan Investigasi
Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat Yalimo tetap tenang dan tidak terprovokasi. Aparat gabungan TNI-Polri kini melakukan patroli untuk mengamankan wilayah serta menyelidiki dalang kerusuhan.
Para tokoh masyarakat meminta pemerintah pusat memperkuat dialog dan pengamanan di daerah rawan konflik agar insiden serupa tidak terulang.