Bukan Cuma Jakarta! Ini 10 Kota Terkotor di Indonesia 2026

Di tahun 2026 ini, masih banyak daerah di Indonesia yang mendapat predikat sangat kotor. Berdasarkan evaluasi terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), ada 149 wilayah yang menyandang rapor merah tersebut. Tapi, ada juga kok kota yang berhasil menjaga kebersihan lingkungan dan dinobatkan sebagai kota paling bersih. Yuk cari tahu daftar kota terkotor di indonesia dan yang terbersih di tahun 2026.

Daftar 10 Kota Terkotor di Indonesia 2026

Untuk menentukan suatu daerah kotor atau bersih, KLH membuat skor penilaian 1-100. Nah, kota yang mendapat skor 75 ke atas dianggap bersih. Sementara kota dengan nilai di bawah 30, dinilai sangat kotor.

Bagaimana daerah tersebut bisa mendapat skor rendah? Alasannya banyak, salah satunya masih pakai Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) open dumping, alis buang sampah di lahan terbuka tanpa diolah. Alasan lainnya karena anggaran kebersihan yang minim, SDM yang belum memadai, dan kinerja pengelolaan sampah yang buruk.

Lalu, Apakah kota Jakarta termasuk kota kotor? Yah, menurut Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, enam wilayah Jakarta, semua masuk kategori kota kotor. Tapi, Jakarta bukan yang “ter” kotor. Yuk kita lihat 10 kota paling kotor di Indonesia tahun berikut ini:

1. Medan

Medan adalah ibu kota Provinsi Sumatra Utara, sekaligus kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Tiap harinya, warga di kota ini menghasilkan sampah yang luar biasa banyak, yaitu 1.800 ton per hari. Ini setara dengan lebih 100 truk sampah besar. Kebayangkan bagaimana banyaknya?

2. Bandar Lampung

Bandar Lampung bisa dibilang sudah langganan dengan predikat kota terkotor di Indonesia. Produksi sampah di kota ini adalah 4.700 ton per hari. Kedengarannya tidak sebanyak produksi sampah di Medan, tapi yang jadi masalah, sampah-sampah ini terus menumpuk di TPA.

Salah satu TPA di Bandar Lampung yang sering jadi sorotan adalah TPA Bakung. Di sini, sampah bahkan sudah menggunung, dan memengaruhi kualitas udara.

Kabar baiknya, pemerintah Bandar Lampung berencana menutup TPA ini pada tahun 2028, dan mengolah sampah jadi energi yang bermanfaat. Kita doakan semoga upaya ini bisa terlaksana dengan baik yah!

3. Manado

Manado merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sulawesi setelah Makassar. Volume sampah harian di kota ini mencapai 650 ton. Meski jumlah ini jauh lebih sedikit dari dua kota sebelumnya, kondisi lingkungan di Manado diperparah dengan TPA yang tidak memadai. 

Sebagai contoh, TPA Sumompo yang ada di kota sudah mencapai batas maksimalnya. Ditambah lagi, daerah ini memiliki masalah dalam hal pengelolaan limbah Bahan Beracun Berbahaya (B3).

Hal ini diperparah dengan kesadaran masyarakat dalam membuat sampah pada tempatnya yang masih rendah. Tidak jarang, kantong berisi sampah hanya diletakkan di pinggir jalan.

4. Sorong

Sorong adalah ibu kota Provinsi Papua Barat Daya, yang dijuluki kota minyak, karena jadi pusat pengeboran minyak pertama di Papua. Meskipun pemerintah sudah melakukan upaya untuk menangani sampah, seperti membuat TPA dengan sistem pengolahan canggih, masalahnya ada di masyarakat.

Menurut Kepala Dinas LHKP Papua Barat Daya, masyarakat di Sorong masih sulit memilah sampah rumah tangga. Hal ini diperparah dengan banyaknya sampah plastik yang kian memprihatinkan. Sampah ini bahkan sudah mencemari sungai dan laut.

5. Kupang

Kupang, ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur ini menghasilkan sampah 250 ton per hari. Angka ini sebenarnya sudah turun 15%, tapi masih gagal menarik Kupang keluar dari daftar kota terkotor di Indonesia.

Yang lebih miris, masih banyak warga yang membuang sampah bukan pada tempatnya. Misalnya, sampah ditumpuk di pinggir jalan, bukan pada tempat pembuangan yang disediakan.

6. Palu

Kota Palu adalah ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus pusat pemerintahan dan ekonomi di wilayah itu. Daerah ini menghadapi masalah pengelolaan sampah yang cukup serius.

Tiap harinya, masyarakat menghasilkan 150-200 ton sampah. Yang jadi masalah, volume sampah makin bertambah tiap hari, sementara anggaran untuk mengolah sampah tidak cukup. Selain itu, kesadaran masyarakat untuk membuat sampah pada tempatnya juga masih perlu ditingkatkan.

7. Waikabubak

Waikabubak adalah ibu kota Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari segi geografis, daerah ini dikelilingi oleh perbukitan, dengan pemandangan alam yang keren. Sayangnya, permasalahan sampah membuatnya masuk list kota kecil terkotor di Indonesia.

Di daerah ini, warga masih sering membuang sampah di sembarang tempat. Entah itu saluran drainase, tepi jalan ataupun halaman pertokoan. Ini jadi merusak estetika kota dan berpotensi mencemari air dan udara.

8. Waisai

Kota Waisai adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Kabupaten Raja Ampat. Jika mendengar Raja Ampat, yang ada di bayangan kita pasti laut berwarna hijau biru dan tebing-tebing batu kapur yang mempesona.

Sayangnya, sampah di kota ini tidak terkelola dengan baik. TPA di daerah ini masih menggunakan sistem open dumping. Selain itu, masyarakat masih suka menumpuk sampah di pinggir jalan.

9. Ruteng

Ruteng adalah ibu kota Kabupaten Manggarai di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kota ini dikenal memiliki udara sejuk dan pemandangan alam yang asri.

Kenapa daerah ini masuk daftar kota paling kotor di Indonesia? Salah satunya karena perilaku masyarakat sendiri. Masih banyak yang buang sampah di selokan, sungai dan tempat umum.

10. Bajawa

Bajawa adalah ibu kota Kabupaten Ngada. Jaraknya sekitar 137 km dari Ruteng. Daerah ini juga sangat terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah.

Tapi, masalah sampah masih jadi tantangan besar. Volume sampah makin bertambah tiap hari, sementara tempat pembuangan sementara (TPS) masih terbatas. Sistem pengangkutan sampah juga tidak dilakukan secara rutin. Akibatnya, sampah cenderung numpuk di lahan kosong dan pinggir jalan.

Predikat Kota Paling Kotor di Dunia, Indonesia Masuk?

Meski masih banyak daerah di tanah air yang dianggap kotor, setidaknya Indonesia tidak termasuk negara paling kotor di Dunia.

Menurut World Population Review, tiga negara terkotor di dunia adalah Chad, Bangladesh dan Pakistan. Predikat ini dinilai dari kualitas udara di negara itu.

Konsentrasi partikel debu halus PM2.5 di Chad adalah 91,8 μg/m³. Ini berarti kualitas udara di negara itu sudah masuk kategori buruk atau tidak sehat.

Sementara itu, Indonesia berada di urutan 15, dengan kualitas udara 35,5 μg/m³. Ini menunjukkan bahwa kualitas udara di negara kita masih termasuk kategori sedang.

Daftar Kota dan Provinsi Terbersih di Indonesia 2026

Tadi kita sudah membahas daftar kota terkotor di Indonesia di tahun 2026. Nah, sekarang mari kita lihat wilayah apa saja yang mendapat predikat kota terbersih.

Menurut KLHK, tiga daerah terbersih di Indonesia tahun 2026 adalah Ciamis, Surabaya, Balikpapan.

1. Ciamis

Ciamis sudah langgan dengan Penghargaan Adipura Kencana, kasta tertinggi dalam pengelolaan lingkungan hidup dari KLH. Dan bukan cuma di Indonesia saja. Pada tahun 2025 Ciamis dinobatkan sebagai Kota Kecil Terbersih se-ASEAN.

Salah satu kunci keberhasilan Ciamis adalah tingginya kesadaran warga dalam memilah sampah dari rumah. Selain itu, Ciamis juga punya program Bank Sampah. Sampah organik diolah jadi kompos pupuk kompos dan pakan maggot.

Pengelolaan TPA-nya juga sudah sangat maju. Daerah ini tidak lagi memakai open dumping, tapi sistem sanitary landfill yang jauh lebih ramah lingkungan.

2. Surabaya

Surabaya bisa dibilang raja metropolitan dalam urusan kebersihan di Indonesia. Kota ini berhasil membuktikan bahwa kota yang sangat padat bisa diubah jadi kota yang bersih asalkan dikelola dengan tepat.

Kuncinya terletak pada kesadaran warganya. Mereka memilah sampah dari rumah dan mengolah sendiri sampah organik. Selain itu, Surabaya punya Pusat Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo, yang mengolah sampah jadi energi listrik.

3. Balikpapan

Kota di Kalimantan Timur ini sudah puluhan kali meraih penghargaan Adipura, termasuk trofi Adipura Kencana. Bukan cuma itu, Balikpapan juga beberapa kali mendapat penghargaan internasional tingkat ASEAN sebagai salah satu kota yang memiliki udara terbersih.

Prestasi ini diraih berkat budaya disiplin warga yang tinggi. Di Balikpapan, warga hanya diperbolehkan buang sampah ke TPS antara jam 18.00 sore sampai 06.00 pagi.

Selain itu, TPA Sampah Manggar di Balikpapan disebut-sebut sebagai yang terbaik di Indonesia. TPA ini pakai sistem sanitary landfill dan mengubah gas metana jadi gas untuk memasak, yang disalurkan ke rumah-rumah warga.

Mengapa Status “Kota Kotor” Perlu Diberikan?

Status kota kotor mungkin terdengar tidak mengenakkan dan bisa merusak citra daerah. Jadi, kenapa harus ada label seperti ini dari KLH? Tujuannya bukanlah bentuk hukuman untuk mempermalukan suatu daerah, tapi sebagai peringatan dini dan evaluasi. 

Tujuannya agar pemerintah daerah melakukan tindakan. Ini demi menjaga kebersihan lingkungan dan menjaga kesehatan masyarakat. Ini juga menjadi edukasi penting bagi kita sebagai warga negara, bahwa kebersihan sebuah kota merupakan tanggung jawab bersama.

Kita juga bisa belajar dari tiga kota terbersih di Indonesia, bahwa setiap warga harus bisa memilah sampah dari rumah, mengolah sampah organik, dan tidak buang sampah sembarangan di selokan, sungai, atau pinggir jalan.

Jadi, apakah daerah Anda termasuk dalam daftar kota terbersih atau kota paling kotor di Indonesia? Mari diskusikan di kolom komentar!

Rekomendasi