Salah satu hal paling penting yang perlu kita perhatikan ketika mengendarai mobil adalah jumlah BBM yang dikeluarkan. Bisa menghemat BBM bukan hanya memberikan dampak pada keuangan pribadi, tapi juga performa kendaraan dan kelestarian lingkungan. Karena itu, setiap pengemudi perlu memahami teknik eco driving untuk menghemat BBM mobil.
Teknik eco driving merupakan teknik mengemudi secara cerdas. Tujuannya selain mengefisiensikan penggunaan bahan bakar, tapi juga mengurangi emisi sekaligus menurunkan risiko kecelakaan. Bisa dibilang ini adalah perpaduan antara Safety Driving (berkendara aman) dengan Defensive Driving (berkendara antisipatif).
Bagi Anda yang ingin tahu cara menghemat BBM sekaligus cara mengemudi efisien jarak jauh, artikel ini bisa menjadi panduan untuk Anda. Yuk, simak!
Pada dasarnya, Anda bisa mencapai efisiensi terbaik dalam penggunaan BBM jika Anda tahu kuncinya. Ini berkaitan erat dengan strategi mengatur kecepatan, memanfaatkan momentum hingga menentukan waktu keberangkatan. Berikut uraian lengkapnya!
RPM atau Revolutions Per Menit merupakan angka yang menunjukkan seberapa cepat perputaran poros engkol mesin dalam semenit. Sederhananya: seberapa keras mesin mobil Anda bekerja. Angka ini bisa Anda lihat di dasbor (angkanya antara 1-8 yang artinya ribuan RPM).
Semakin tinggi nilai RPM yang muncul, semakin banyak bensin yang disemprotkan ke dalam mesin. Artinya, konsumsi bahan bakar juga jadi semakin tinggi. Lantas, bagaimana menjaga agar RPM tetap hemat bensin?
Perlu dicatat bahwa batas RPM di atas mungkin bisa berbeda, tergantung jenis dan spesifikasi mobil yang Anda kendarai.
Selain hal-hal yang bersifat teknis di atas, penghematan BBM juga bisa terhambat karena beberapa kebiasaan kecil yang disepelekan. Ini mencakup penggunaan AC, kondisi tekanan ban dan bobot yang dimuat oleh kendaraan.
Penggunaan AC dapat memengaruhi konsumsi bahan bakar karena kompresornya mengambil tenaga dari mesin. Semakin rendah suhu yang diatur, semakin besar pula beban kerja kompresor. Untuk menjaga efisiensi, gunakan suhu kabin yang nyaman dan tidak terlalu dingin.
Selain itu, tekanan angin ban juga berperan penting dalam efisiensi BBM. Ban yang kurang angin membuat hambatan gulir meningkat sehingga mesin bekerja lebih berat. Karena itu, periksa tekanan ban secara berkala dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan.
Muatan di dalam mobil secara langsung juga berpengaruh pada konsumsi BBM. Muatan yang berlebihan dapat membuat mesin bekerja lebih keras saat menggerakkan kendaraan. Kondisi ini membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih tinggi, terutama saat sering berhenti dan berakselerasi. Karena itu, sebaiknya Anda hanya membawa barang yang benar-benar diperlukan.
Selain berat kendaraan, aerodinamika juga memengaruhi efisiensi BBM. Barang yang ditempatkan di atap mobil dapat meningkatkan hambatan angin saat berkendara. Untuk menjaga konsumsi bahan bakar tetap hemat, kurangi muatan yang tidak perlu dan lepaskan roof rack jika sedang tidak digunakan.
Dengan berbagai teknik eco driving untuk menghemat BBM mobil di atas, Anda bisa berkendara dengan lebih tenang dan nyaman.
Siti Zulaikha merupakan reporter Retoria.id sejak 2019 yang kini berdomisili di Yogyakarta. Mulai menekuni dunia kepenulisan terkait otomotif sejak 2009, ia pernah masuk ke beberapa portal berita otomotif terpopuler di Indonesia. Sebagai reporter Retoria.id, Siti Zulaikha berfokus membuat tulisan otomotif, termasuk mengulik isu-isu yang sedang viral dari berbagai sisi dengan gaya tulisan ringan dan informatif.