Falsafah Isra’ Mi’raj: Spiritualitas, Materialitas dan Etos Kerja

Retoria.id – Salah satu karya yang memiliki kedalaman filosofis dalam pembahasan peristiwa Isra’ Mi‘raj adalah kitab Kanz al-Faraj fī Ḥikmah al-Isra’ wa al-Mi‘raj.

Karya ini menampilkan orisinalitas pemikiran yang kuat serta kekayaan analisis, sehingga dapat dikatakan tidak semata-mata merupakan kompilasi kutipan atau repetisi gagasan yang telah ada, sebagaimana kerap dijumpai dalam karya sejenis.

Untuk menelusuri lebih jauh kedalaman makna yang ditawarkan, pembahasan berikut mengajak pembaca menyelami horizon pemahaman yang lebih luas.

Baca Juga: Maulid Nabi: Medium Dalam Meningkatkan Kualitas Agama, Sosial Dan Politik

Jamak diceriteratakan dalam liputan sejarah bahwa Nabi Saw melaksanakan Isra’ dari Masjid al-Haram menuju Masjid al-Aqsha mengendarai Buraq, ditemani Jibril As di sisi kanan dan Mikail Aa di sebelah kiri beliau.

Lalu, muallifnya menjelaskan makna filosofis tersebut sebagai berikut [dengan parafrase narasi saya pribadi]:

Sejatinya peristiwa Isra adalah “kurikulum hidup” (manhaj al-hayah) bagi tiap pribadi. Siapapun yang menjalani hidup dalam sirkuit tersebut, akan meraih sukses di finish perjalanan.

Perjalanan Nabi Saw dari Masjid al-Haram menuju Masjid al-Aqsha adalah simbol perjalanan manusia, yang pada intinya, hendak menuju tempat yang lebih baik lagi diberkahi, sebagaimana ciri Masjid al-Aqsha sebagai:

… yang telah Kami berkahi di sekelilingnya…” (QS. Al-Isra’: 1)

Hal ini seperti seorang anak yang berangkat dari rumah menuju sekolah, ke pondok pesantren atau lain sebagainya; atau juga bapak-bapak yang bekerja ke luar kota demi membeli beras dan sebongkah berlian, misalnya.

Untuk mendaptkan hasil yang baik, perjalanan itu membutuhkan 3 hal:

1. Jibril

Sebagai malaikat yang memiliki tugas utama untuk menyampaikan wahyu, maka ia menjadi simbol hal-hal “spritual”. Ya, seseorang melakukan Isra’ dalam hidupnya membutuhkan itu. Sebagaimana murid membutuhkan guru di sekolah, atau seorang kyai dan ustaz di pesantren, ataupun seorang pemandu bagi mereka yang baru kerja di luar kota.

2. Mikail

Adalah simbol bagi hal yang “materiil”. Karena, Mikail adalah malaikat yang mengatur sirkulasi rezeki dan hal-hal duniawi lain. Sebab itu, seorang pelajar membutuhkan kendaraan menuju sekolah, para santri juga memerlukan sangu dan kiriman buat bertahan dari segala jenis serangan lapar wa akhowatuha; bahkan pekerja juga butuh sedikit ongkos untuk berangkat dari rumah ke kota tujuannya bekerja.

3. Buraq

Ia diceritakan sebagai mahluk surga yang menjadi kendaraan bagi Nabi Saw. Sebagaimana burung terbang dengan sayapnya, maka manusia berangkat dengan amalnya. Dengan demikian, Buraq adalah simbol dari “ikhtiar ataubetos kerja” yang ditekuni para penempuh perjalanan hidup masing-masing.

Tak peduli seberapa banyak guru atau ustaz yang mengajar, maupun total uang jajan dan fasilitas yang dimiliki seorang murid atau santri, bila ia tidak belajar dan bersungguh-sungguh dalam menjemput pengetahuan, tak akan sampai ke ilmu yang hendak dituju.

Karena Buraq bagi murid dan santri tak lain adalah “kegigihan belajar”. Pun demikian bagi seorang pekerja. Sejelas apapun kota dan kerja yang diimpikannya, ataupun dengan bekal yang tidak sedikit dari rumah, bila ia tidak “giat bekerja”, tentu tak ada beras yang dapat dibeli, apalagi bongkahan berlian untuk sang istri. Hil yang mustahal!

Secara pribadi, karena tidak termasuk kaum tekstualis yang membenci takwil, saya begitu menikmati simbolisasi seperti berikut:

  • Malaikat Jibril: Spiritualitas
  • Malaikat Mikail: Hal Materiil
  • Buraq: Etos Kerja
  • Nabi Muhammad: Tiap Pribadi Penempuh Jalan Kehidupan.

Hal demikian sangat mengenyangkan, terutama bagi jiwa manusia sebagai “animale symbolicum” (mahluk simbolis), yang cenderung menghasrati makna dalam hidup, lebih-lebih terhadap makna peristiwa yang Tuhan pun memujinya:

Maha Suci Dzat yang telah memperjalankan hambaNya...” (QS. Al-Isra’: 1). (*) 

Sumber: https://www.retoria.id/suara-retor/2572161478/falsafah-isra-miraj-spiritualitas-materialitas-dan-etos-kerja

Rekomendasi