Belajar Menulis Pada Tan Malaka Teoritikus Logika Mistika
Tan Malaka menegaskan kemerdekaan sejati bangsa harus dimulai dari kemerdekaan berpikir: dari pikiran mistik menuju pikiran ilmiah.
Tan Malaka menegaskan kemerdekaan sejati bangsa harus dimulai dari kemerdekaan berpikir: dari pikiran mistik menuju pikiran ilmiah.
Dalam Aksi Massa (1926), Tan Malaka menafsir sejarah Islam di Indonesia lewat lensa Marxist-Komunis: agama sebagai produk politik dan ekonom
Dalam Madilog, Tan Malaka menolak seluruh ajaran spiritual dan agama, mengkritik Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha lewat kacamata materialis
Madilog merupakan bentuk pikiran yang telah mengendap bertahun-tahun dalam diri Tan Malaka. Tan merangkum pemikirannya dari hasil bacaan