Retoria.id – Logika memiliki peran yang sangat sentral dalam desain komputer. John von Neumann (1903–1957) adalah seorang matematikawan dan ahli logika kelahiran Hongaria yang kemudian menjadi warga negara Amerika.
Melalui karyanya tentang arsitektur komputer, ia turut membawa logika menjadi bagian integral dalam kehidupan modern.
Kecerdasan von Neumann luar biasa dan sering menjadi bahan kekaguman. Di antara rekan-rekannya, ia begitu disegani hingga dianggap sebagai salah satu matematikawan terbesar dalam sejarah modern.
Baca Juga: Alfred North Whitehead: Raksasa Logika Modern dan Filsuf Prosesual
Sejak masih muda di Hongaria, ia belajar dengan guru privat di rumah dan dengan cepat menguasai aritmetika, aljabar, geometri analitik, dan trigonometri. Ia mempelajari kalkulus secara otodidak.
Ia juga menunjukkan bakat luar biasa dalam belajar bahasa asing secara mandiri, termasuk Yunani Klasik dan Latin, serta menghafal banyak struktur materi.
Kemampuan berhitung mentalnya, baik dari segi kecepatan maupun kedalaman, sudah mengagumkan sejak muda.
Pada usia 22 tahun, ia meraih gelar Ph.D. dalam matematika di Hongaria, dan di tahun yang sama ia juga mendapatkan diploma insinyur kimia dari Swiss.
Ia mengajar di Universitas Berlin dan kemudian Hannover. Setelah ayahnya meninggal pada tahun 1929, keluarganya pindah ke Amerika Serikat.
Di sana, namanya diubah dari Janos menjadi John. Ia diundang ke Universitas Princeton dan pada tahun 1933 terpilih sebagai salah satu dari empat profesor pertama di Institute for Advanced Study (dua lainnya adalah Albert Einstein dan Kurt Godel).
Von Neumann tetap menjadi profesor di sana hingga wafat karena kanker pada tahun 1957. Di Princeton, ia menjalani kehidupan sosial yang aktif. Ia sangat menyukai gaya berpakaian yang elegan, mobil mewah, makanan dan minuman, serta gemar melontarkan lelucon.
Ia sering mengadakan pesta besar dan menikmati hidup sepenuhnya. Rekan-rekannya sangat menyayanginya dan mengagumi kepribadiannya.
Baca Juga: Kurt Gödel: Enfant Terrible Logika yang Mengguncang Fondasi Matematika Modern
Ketertarikannya pada logika dimulai dari karyanya dalam aksiomatisasi teori himpunan. Namun, ketika Kurt Godel membuktikan bahwa sistem aksiomatik semacam itu pada dasarnya tidak lengkap.
Artinya, sistem tersebut tidak bisa membuktikan semua kebenaran yang dapat diekspresikan dalam bahasanya sendiri—perkembangan teori himpunan menghadapi tantangan besar.
Von Neumann menulis kepada Godel dan menunjukkan bahwa pembuktian konsistensi sistem aksiomatik pun ternyata tidak mungkin dilakukan, yang kemudian dikenal sebagai Teorema Ketidaklengkapan Kedua Godel.
Meskipun merupakan matematikawan teoretis, von Neumann juga memainkan peran penting dalam pengembangan bom atom selama Perang Dunia II.
Pada masa perang, komputer elektronik serbaguna pertama yang dikenal sebagai ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer) dikembangkan di Universitas Pennsylvania. Para penciptanya termasuk ahli logika ternama seperti Arthur Burks.
Setelah perang usai, proyek EDVAC (Electronic Discrete Variable Automatic Computer) dilanjutkan sebagai komputer generasi berikutnya yang lebih canggih.
Von Neumann diminta untuk turut serta dalam pengembangannya. Ia menanggapi permintaan itu dan menyusun rancangan logika komputer tersebut dalam laporan berjudul First Draft of a Report on the EDVAC. Ia tidak hanya merangkum desain logisnya, tetapi juga berhasil menyempurnakannya.
Akhirnya, komputer tersebut benar-benar dibangun, meskipun ukurannya sangat besar dan kinerjanya sangat terbatas jika dibandingkan dengan komputer elektronik modern.
Pembangunannya selesai pada tahun 1949 di Laboratorium Riset Balistik Angkatan Darat Amerika Serikat di Maryland, dan digunakan secara terus-menerus siang dan malam selama sepuluh tahun, dari 1951 hingga 1961.
Sebagai seorang ahli logika, John von Neumann memainkan peran kunci dalam kemunculan era komputer. Karya terakhirnya, yang ditulis saat ia dirawat di rumah sakit dan diterbitkan setelah ia wafat, berjudul The Computer and the Brain (Komputer dan Otak). (*)